Jangan Abaikan, Memendam Emosi Bisa Berdampak Fatal bagi Perempuan Menurut Psikolog
- Dalam kondisi sensitif, perempuan seringkali ingin meluapkan berbagai emosi yang dirasakannya. Sayangnya dalam kehidupan sosial, perempuan sering kali diharapkan untuk menjadi sosok yang tegar dan tidak emosional.
Tekanan ini menciptakan fenomena "silent suffering", di mana banyak perempuan memilih untuk menyimpan rapat-rapat emosi saat perasaan sedang sensitif, demi menghindari label "lemah" atau "berlebihan".
Padahal, kebiasaan memendam emosi ini menyimpan bom waktu yang dapat meledak kapan saja, dalam bentuk masalah kesehatan mental yang serius.
Baca juga: Ketahui, Ini Pentingnya Tidak Memendam Emosi Berlarut-Larut
Stigma Perempuan Kuat yang Menjebak
Psikolog Indah Sundari Jayanti, M.Psi., Psikolog mengatakan, banyak perempuan merasa harus selalu tampil kuat, karena adanya stigma masyarakat yang sudah mengakar secara turun-temurun.
Ia menjelaskan bahwa stigma masyarakat menjadi faktor terbesar yang membungkam suara perempuan.
"Stigma yang muncul dari Masyarakat, yang sudah turun-temurun, akhirnya membungkam suara perempuan. Membuat perempuan akhirnya memilih diam, daripada bicara dan nantinya dapat judgment, itu malah bikin makin sensitif,” jelas Indah saat ditemui di acara Aveeno “Strenght of Sensitivity” di Grand Indonesia, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Kebiasaan memilih diam ini, menurut Indah, justru tidak akan menyelesaikan masalah, melainkan menciptakan siklus sensitivitas yang terus bertambah berat.
Padahal sebenarnya, sensitivitas memiliki peran penting dalam bagaimana individu memproses pengalaman dan menjaga kesejahteraan secara menyeluruh.
Risiko Depresi Mengintai
Indah menekankan, dampak dari emosi yang tidak terproses dengan baik tidak bisa disepelekan. Pasalnya, stres yang terus-menerus ditumpuk tanpa adanya katarsis atau ruang aman untuk bercerita, dapat berujung pada kondisi depresi.
Kondisi ini semakin buruk, jika perempuan tidak memiliki support system yang kuat di sekitarnya.
"Stres, stres, stres yang berkepanjangan dan tidak diselesaikan itu kan akhirnya larinya ke depresi. Apalagi kalau misalnya enggak ada support system, enggak ada dukungan dari keluarga, dari pasangan, dari orang terdekat, maka akan membuat perempuan makin merasa sendirian," tuturnya.
Lebih lanjut Indah mengungkap, secara statistik, kurangnya ruang aman membuat perempuan lebih rentan mengalami gangguan mental dibandingkan pria, karena beban emosional yang dipendam sendiri tanpa saluran pengungkapan yang tepat.
Baca juga: Perbedaan Emosi dan Stres Menurut Psikolog, Jangan Sampai Keliru
Pentingnya Menemukan Wadah Ekspresi
Untuk memutus rantai ini, sangat penting bagi setiap perempuan menemukan cara mengungkapkan perasaan mereka.
Menurut Indah, speak up atau berbicara tidak selalu harus melalui kata-kata langsung, tetapi bisa melalui media yang membuat seseorang merasa nyaman untuk mengekspresikan diri.
"Saya selalu bilang sama klien-klien gitu ya, kamu sukanya apa? Oke kalau sukanya melukis, coba ekspresikan feeling kamu lewat lukisan. Kalau sukanya bikin cerita, ya sudah menulislah," jelasnya.
Dengan melepaskan emosi melalui tulisan, lukisan, atau hobi lainnya, beban pikiran tidak akan lagi menjadi masalah yang bisa “mematikan” di dalam diri, melainkan berubah menjadi energi kreatif yang memulihkan.
Kapan Harus Mencari Bantuan?
Namun demikian, Indah mengingatkan untuk selalu mewaspadai perubahan-perubahan kecil pada diri sendiri, yang bisa mengarah pada depresi.
Ada tiga perubahan yang harus menjadi perhatian, yang pertama perubahan personal seperti pola tidur yang terganggu atau nafsu makan yang berubah drastis.
Kedua adalah perubahan kinerja, yakni hilangnya motivasi kerja atau burnput yang berkepanjangan.
Ketiga adalah perubahan sosial, di mana ada kecenderungan menarik diri dari lingkungan atau rasa enggan berinteraksi dengan orang lain, bahkan orang terdekat.
“Jika sinyal-sinyal ini mulai muncul, jangan diabaikan. Coba bercerita kepada orang yang dipercaya atau segera menghubungi profesional kesehatan mental untuk mendapatkan pendampingan yang tepat,” pungkas Indah.
Baca juga: 4 Rahasia Hidup Lebih Tenang dan Bahagia Tanpa Stres, Termasuk Menerima Emosi
Tag: #jangan #abaikan #memendam #emosi #bisa #berdampak #fatal #bagi #perempuan #menurut #psikolog