Cushion Dipakai setelah Apa? Ini 5 Urutan supaya Makeup Tahan Lama
Pernah tidak merasa makeup gampang geser atau malah terlihat pecah-pecah padahal sudah memakai cushion mahal? Masalahnya biasanya bukan pada merek produknya, melainkan urutan pemakaiannya yang kurang tepat.
Cushion memang kekinian menjadi andalan untuk yang ingin tampil flawless dengan praktis. Namun, produk ini tidak bisa berdiri sendiri jika tujuannya adalah hasil yang menempel sempurna dan tidak cepat luntur saat berkeringat.
Lalu, sebenarnya cushion dipakai setelah apa? Supaya tidak bingung lagi, mari bedah urutan yang benar agar hasil riasan tidak hanya cantik di awal, tapi juga tahan lama dari pagi sampai sore.
Ilustrasi pakai cushion (shopee.co.id)1. Persiapan Kulit dengan Skincare Adalah Kunci
Sebelum menyentuh cushion, pastikan kulit dalam kondisi bersih dan lembap. Kulit yang kering atau kotor akan membuat cushion sulit menempel dan mudah patchy (tidak rata).
- Pembersih wajah: Mulai dengan wajah yang bersih agar tidak ada minyak berlebih yang menyumbat pori.
- Pelembap: Ini wajib. Pelembap berfungsi sebagai "perekat" alami antara kulit dan makeup. Tunggu sampai meresap sempurna sekitar 1-2 menit.
- Sunscreen: Jangan sampai kelewatan. Meskipun cushion biasanya sudah ada SPF-nya, perlindungan dari sunscreen tetap yang utama. Pilih sunscreen yang tidak terlalu berminyak agar makeup tidak mudah longsor.
2. Gunakan Primer untuk Tekstur Lebih Halus
Jika ditanya cushion dipakai setelah apa, jawabannya adalah setelah primer. Primer berfungsi untuk menyamarkan pori-pori dan menghaluskan tekstur kulit.
Produk ini juga berperan sebagai penghalang agar minyak alami wajah tidak langsung merusak cushion yang kita pakai.
Jika kulit cenderung berminyak, pilih primer yang hasilnya mattifying. Jika kulit kering, gunakan primer yang memberikan efek glowing atau hidrasi tambahan.
3. Saatnya Memakai Cushion
Setelah semua "dasar" di atas siap, baru kita masuk ke tahap cushion. Cara pakainya pun tidak boleh sembarangan.
Hindari menggeser spons pada wajah. Teknik yang paling benar adalah dengan menepuk-nepuk pelan ke seluruh wajah.
Teknik menepuk ini memastikan produk masuk ke pori-pori dengan rata dan memberikan daya tutup (coverage) yang lebih baik tanpa merusak lapisan skincare di bawahnya.
4. Kunci dengan Bedak Tabur
Banyak yang berhenti di tahap cushion karena merasa wajah sudah terlihat dewy. Padahal, untuk iklim tropis, mengunci cushion dengan bedak adalah langkah krusial.
Gunakan bedak tabur tipis-tipis saja, terutama di area T-zone (dahi, hidung, dagu). Bedak akan menyerap minyak berlebih dan memastikan cushion tidak mudah bergeser saat kita memakai masker atau berkeringat.
5. Akhiri dengan Setting Spray
Langkah terakhir yang sering dilupakan adalah setting spray. Semprotkan cairan ini setelah seluruh makeup selesai.
Cairan ini bekerja seperti "lem" transparan yang menyatukan semua lapisan makeup, mulai dari skincare, cushion, sampai bedak, sehingga riasan tetap awet seharian.
Tips Tambahan Supaya Makeup Tidak Mudah Luntur
Tunggu produk ,eresap: Jangan buru-buru menimpa satu produk ke produk lainnya. Beri jeda agar tiap lapisan bisa "duduk" dengan tenang di kulit.
Kebersihan spons: Pastikan puff atau spons cushion dalam keadaan bersih. Spons yang kotor tidak hanya memicu jerawat, tapi juga membuat aplikasi makeup jadi tidak rata.
Pilih shade yang pas: Selalu cek warna cushion di bawah cahaya alami agar tidak terlihat "abu-abu" saat sudah tercampur dengan minyak wajah.
Tag: #cushion #dipakai #setelah #urutan #supaya #makeup #tahan #lama