Jerawat Meradang saat Stres, Kenali Area Kemunculan dan Penanganannya
Perawatan jerawat di Eva Mulia Clinic Depok.(KOMPAS.com/Antonius Aditya Mahendra)
12:10
29 April 2026

Jerawat Meradang saat Stres, Kenali Area Kemunculan dan Penanganannya

- Banyak orang merasa heran ketika jerawat tiba-tiba muncul atau semakin meradang ketika pekerjaan sedang bertumpuk, kurang tidur, atau masalah emosional. 

Fenomena ini ternyata bukan sekadar sugesti. Kondisi psikologis seperti stres memang memiliki kaitan erat dengan kesehatan kulit, khususnya dalam memperparah jerawat yang sudah ada.

Co-founder Eva Mulia Clinic, dr. Eddy Widjaja, menjelaskan bahwa stres memang bukan faktor utama penyebab timbulnya jerawat. Namun, stres bisa menjadi pemicu yang memperburuk kondisi kulit sehingga jerawat menjadi lebih sulit sembuh.

“Kami pernah menangani pasien yang skincare dan treatment-nya sudah sesuai tapi jerawatnya tidak sembuh-sembuh. Setelah, kami telusuri, ternyata pasien stres sehingga memengaruhi penyembuhan jerawat,” ungkap dr. Eddy kepada Kompas.com di Eva Mulia Clinic Depok, belum lama ini.

Baca juga: Perawatan untuk Atasi Jerawat dari Ringan hingga Parah, Ini Saran Dokter

Penyebab jerawat stres, area kemunculan, dan penanganannya

Jerawat semakin meradang saat stres

Perawatan jerawat di Eva Mulia Clinic Depok.KOMPAS.com/ANTONIUS ADITYA MAHENDRA Perawatan jerawat di Eva Mulia Clinic Depok.

Menurut dr. Eddy, jerawat pada dasarnya dipicu oleh tiga faktor utama, yaitu perubahan hormonal, bakteri, dan penyumbatan pori-pori kulit.

“Memang stres bukan faktor penyebab utama, karena penyebab utama jerawat itu homronal, bakteri, dan penyumbatan di kulit,” jelasnya.

Meski begitu, stres dapat memperburuk mekanisme tersebut. Ketika seseorang mengalami tekanan, tubuh memproduksi hormon kortisol dalam jumlah lebih tinggi. Hormon ini memengaruhi aktivitas kelenjar minyak di kulit.

“Akan tetapi, stres itu bisa jadi faktor pemicu dan pemburuk jerawat di kulit. Ketika stres, tubuh kita memproduksi hormon kortisol,” ujarnya.

Baca juga: Cara Mengatasi Jerawat Leher di Usia 40+, Simak Tips Dokter

Kortisol memicu peningkatan produksi sebum atau minyak alami kulit. Jika jumlahnya berlebihan, minyak akan bercampur dengan sel kulit mati dan menyumbat pori-pori.

“Hormon ini yang menyebabkan peningkatan produksi kelenjar sebasea atau kelenjar lemak. Kalau produksinya meningkat, otomatis kemungkinan terjadi penyumbatan di kulit sangat tinggi,” lanjut dr. Eddy.

Saat pori tersumbat, bakteri yang sebenarnya hidup normal di kulit dapat berkembang berlebihan dan memicu peradangan.

Baca juga: 5 Cara Ampuh Menghempas Komedo Hitam dari Pori-pori

Jerawat stres biasanya muncul di area tertentu

Salah satu ciri jerawat akibat stres adalah lokasinya yang cenderung muncul di area wajah dengan produksi minyak tinggi.

“Biasanya kalau sedang stres, jerawat yang muncul di area yang berminyak seperti T-zone dan dagu, biasanya dominan di area itu,” kata dr. Eddy.

Area T-zone meliputi dahi, hidung, dan dagu. Bagian ini memang dikenal memiliki kelenjar minyak yang lebih aktif dibandingkan area wajah lainnya. Jerawat akibat stres juga cenderung lebih merah, bengkak, dan terasa nyeri saat disentuh.

“Hal ini kelihatan di kulit wajah yang jerawatnya lebih bengkak, lebih sakit. Memang benar jerawat stres itu lebih cenderung meradang,” jelasnya.

Tidak hanya wajah, jerawat akibat stres juga dapat muncul di area tubuh lainnya seperti di dada, lengan atas, leher, punggung,” tambahnya.

Ini terjadi karena saat stres, tubuh mengalami peningkatan reaksi inflamasi secara menyeluruh.

Baca juga: Panduan Lengkap Merawat Kulit Berminyak di Negara Tropis

Jangan tunggu sampai meninggalkan bekas

Dr. Eddy Widjaja, Co-founder Eva Mulia Clinic.KOMPAS.com/RAFA AULIA FEBRIANI Dr. Eddy Widjaja, Co-founder Eva Mulia Clinic.

Dr. Eddy menilai, salah satu kesalahan paling umum adalah menunda penanganan ketika jerawat mulai meradang.

“Jerawat yang berat atau meradang sebaiknya cepat-cepatlah ke dokter, karena agar tidak bertambah buruk dan penanganannya akan lebih repot kalau semakin parah,” tegasnya.

Jika dibiarkan, peradangan yang terus berlangsung bisa menimbulkan masalah baru, termasuk pori-pori membesar, scar, atau bopeng.

Penanganan jerawat harus disesuaikan dengan tingkat keparahannya. Untuk jerawat ringan, treatment umumnya cukup dilakukan satu hingga dua kali dalam seminggu.

Sementara jerawat berat membutuhkan penanganan lebih intensif, seperti chemical peeling, blue light therapy, laser IPL, hingga ekstraksi komedo.

Dengan kombinasi perawatan yang tepat dan pengelolaan stres yang baik, kondisi kulit dapat kembali membaik.

Di Eva Mulia Clinic, treatment jerawat tersedia mulai dari Rp99.000 sehingga masyarakat dapat melakukan penanganan sejak dini sebelum jerawat berkembang menjadi masalah kulit yang lebih serius.

Baca juga: Mengapa Jerawat Semakin Meradang ketika Stres? Ini Kata Dokter

Tag:  #jerawat #meradang #saat #stres #kenali #area #kemunculan #penanganannya

KOMENTAR