5 Cara Sederhana Menjaga Hormon Kortisol Tetap Stabil agar Tak Sebabkan Penyakit
Ilustrasi perempuan dengan pikiran tenang dan hati senang()
12:10
3 Mei 2026

5 Cara Sederhana Menjaga Hormon Kortisol Tetap Stabil agar Tak Sebabkan Penyakit

Akhir-akhir ini, istilah kortisol makin sering berseliweran di media sosial dan dikaitkan dengan stres, kelelahan, atau perubahan suasana hati yang sulit dijelaskan.

Namun, sebetulnya apa itu kortisol dan bagaimana cara menurunkan kadarnya?

Apa itu kortisol?

Kortisol sendiri merupakan hormon yang diproduksi oleh kelenjar adrenal, yakni kelenjar kecil yang berada di atas ginjal. Dilansir dari Cleveland Clinic, kortisol adalah hormon steroid yang diproduksi oleh kelenjar adrenal atau kelenjar yang berada di atas ginjal.

Dengan demikian, hormon ini punya peran penting dalam tubuh, terutama dalam merespons stres. Hormon ini pun terlibat dalam proses metabolisme, pengaturan gula darah, jugamenjaga tekanan darah tetap stabil.

Baca juga: Setop Jadi Manusia Pendendam, Ini Dampak Buruknya bagi Kesehatan

Tanda kortisol kamu tinggi

Dalam kondisi normal, kortisol akan meningkat saat tubuh menghadapi tekanan atau ancaman. Namun, kalau kadarnya terus-menerus tinggi dalam jangka panjang, hal ini bisa menimbulkan masalah kesehatan.

“Masalah muncul ketika kadarnya tetap tinggi secara kronis. Ini dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh, tidur, dan suasana hati,” ujar psikolog Pilar Guerra Escudero dikutip dari Vogue.

Lalu, menurut Profesor Kedokteran di Icahn School of Medicine Fernando Carnavali tidak ada gejala spesifik yang menunjukkan kalau kortisol seseorang tinggi.

Baca juga: 9 Kalimat Afirmasi untuk Tetap Berpikir Positif, Bantu Jaga Kesehatan Mental

“Tidak ada satu gejala tunggal yang bisa memastikan kadar kortisol terlalu tinggi atau rendah,” tuturnya dikutip dari Vogue.

Namun, tanda yang kerap muncul di antaranya tekanan darah tinggi, penurunan fungsi kognitif, dan kelemahan otot.

Kebiasaan sederhana untuk menjaga kortisol

Untungnya, ahli mengatakan kalau menurunkan kortisol itu tidak lah rumit. Sejumlah kebiasaan harian justru bisa memberi dampak signifikan jika dilakukan secara konsisten.

1. Tertawa dan menjaga suasana hati tetap ringan

Tertawa adalah respons emosional sekaligus mekanisme biologis yang membantu tubuh lebih rileks.

Ahli penuaan Vicente Mera mengatakan melalui Vogue bahwa humor adalah obat terbaik untuk melawan segala kesulitan.

Baca juga: “Self Love Itu Menjaga Kesehatan”, Pesan Angga Setelah Turun 53 Kg

“Menjalani hidup dengan humor bukan hanya menyenangkan, tetapi juga menurunkan kadar kortisol dan zat anti-inflamasi,” jelas Vicente.

Aktivitas kecil dan sederhana seperti menonton film komedi atau berbincang santai dengan orang terdekat bisa menjadi cara efektif untuk meredakan stres.

2. Menghabiskan waktu di alam terbuka

Paparan alam yang rutin terbukti memberi efek menenangkan pada tubuh dan pikiran. Kepada Vogue ahli endokrin Ángela Llaneza menjelaskan bahwa orang yang duduk lebih dari delapan jam sehari punya risiko 65% lebih tinggi mengalami kelelahan kronis dan perubahan suasana hati.

Angela merekomendasikan untuk berjalan-jalan di alam terbuka seperti taman di sekitar kota atau komplek perumahan selama setidaknya 20 menit untuk menurunkan kortisol sampai dengan 16%.

Baca juga: Saatnya Stop Overthinking Sebelum Merusak Kesehatan

3. Aktif bergerak, termasuk berenang

Kebiasaan lainnya yang ampuh menjaga kortisol adalah berolahraga. Ahli mengatakan kalau olahraga menjadi salah satu cara paling mudah diakses juga konsisten dalam mengelola stres.

Olahraga yang disarankan di antaranya ada berenang. Studi Mayo Clinic mengatakan bahwa berenang mampu menurunkan kortisol sampai 30% dan meningkatkan kualitas tidur.

Kalau tidak punya banyak waktu untuk berenang sehari-hari, kamu bisa melakukan peregangan sederhana.

“Berdiri dan rentangkan tangan,” saran dokter olahraga Beatriz Crespo dilansir dari Vogue.

Baca juga: Jaga Kesehatan Mental dengan Zona Bebas Gawai di Rumah

4. Tidur cukup setiap hari

Lagi-lagi, tidur menjadi salah satu aspek penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Tidur cukup setiap hari sangat direkomendasikan sebab kualitas tidur berkaitan langsung dengan kadar kortisol.

“Pentingnya tidur yang baik tidak bisa diremehkan,” tegas Christopher Gold, MD.

Menurut studi, kurang tidur justru bisa meningkatkan kortisol dan menciptakan siklus stres yang sulit diputus. Karena itu, durasi tidur 7–9 jam per hari menjadi rekomendasi umum.

5. Memperhatikan pola makan

Apa yang dikonsumsi sehari-hari juga berpengaruh pada kestabilan hormon. Memperhatikan pola makan seimbang dengan asupan sayur, buah, dan protein juga berperan dalam menjaga keseimbangan kortisol.

Baca juga: Jangan Ditahan, Ketahui 4 Manfaat Kentut bagi Kesehatan Tubuh

Menariknya, selain sayur dan buah-buahan, ahli juga merekomendasikan makanan yang unik, yakni cokelat hitam. Ahli merekomendasikan untuk mengonsumsi sekitar 30-60 gram cokelat hitam yang mengandung 85% kakao setiap harinya.

Alasan cokelat hitam disarankan untuk dikonsumsi oleh ahli terletak pada efek yang diberikan cokelat hitam untuk tubuh.

“Cokelat hitam membantu melepaskan endorfin, hormon kebahagiaan,” kata ahli gizi Yaraseth del Castilo.

Itu dia lima kebiasaan sehari-hari yang bisa kamu terapkan untuk menjaga kadar kortisol tetap stabil.

Tag:  #cara #sederhana #menjaga #hormon #kortisol #tetap #stabil #agar #sebabkan #penyakit

KOMENTAR