5 Tipe Perselingkuhan yang Perlu Diketahui dan Cara Menghadapinya
- Menghadapi kenyataan bahwa pasangan tidak setia adalah pengalaman paling menyakitkan yang menghancurkan komitmen dan kepercayaan.
Kendati tidak ada alasan yang membenarkan keputusan berselingkuh, memahami pemicunya bisa mengurai rasa bingung di benakmu.
Hal ini akan sangat membantumu menentukan langkah paling bijak, entah itu memperbaiki keadaan atau memilih berpisah.
Baca juga: Jangan Cuek, Pertanyaan dan Gestur Ini Bisa Jadi Sinyal Perselingkuhan
Melansir Brides, Minggu (3/5/2026), ada beberapa jenis perselingkuhan yang bisa terjadi dalam hubungan romantis. Apa saja?
Tanda dan jenis perselingkuhan
Tanda pasangan berselingkuh
Langkah pertama dalam menghadapi potensi ketidaksetiaan adalah dengan bersikap peka terhadap dinamika hubungan sehari-hari.
Seksolog yang berbasis di Los Angeles, AS, Tara Suwinyattichaiporn, PhD, mengatakan bahwa perilaku tidak setia sering ditandai perubahan sikap mendadak.
Tanda pengkhianatan yang patut diwaspadai meliputi sikap sangat tertutup, perubahan drastis cara berkomunikasi, kerap marah saat ditanya hal sederhana, dan jawaban yang terus berubah-ubah.
"Selain itu, pasangan mungkin tiba-tiba mengubah kebiasaan merawat diri. Mereka menjadi sangat perhatian dalam merawat diri dan berdandan," ucap profesor Sexual and Relational Communication, and Quantitative Research di California State University, Fullerton, itu.
Sikap apatis terhadap rutinitas harianmu juga menjadi sinyal bahaya nyata. Sebab, pasangan sedang bersenang-senang dengan orang lain.
Namun, sebelum mengambil kesimpulan lebih jauh, penting untuk menggali lebih dalam mengenai alasan di balik tindakan tersebut.
Memahami lima tipe perselingkuhan berdasarkan pemicunya
Setelah mengenali gelagat yang tidak biasa, memahami motif atau kategori perselingkuhan dapat membantumu melihat gambaran masalah secara lebih objektif.
Psikolog sosial sekaligus profesor di Loyola University Maryland, AS, Theresa E. DiDonato, PhD, menuturkan, ada lima jenis perselingkuhan yang harus diwaspadai. Apa saja?
Baca juga: Bisakah Hubungan Diperbaiki Setelah Terjadi Perselingkuhan? Ini Kata Ahli
Ilustrasi pasangan. Perasaan kesepian dalam hubungan bisa menjadi tanda pasangan tidak hadir secara emosional, dan para terapis mengungkap enam ciri yang sering tidak disadari.
1. Tipe oportunistik karena ada kesempatan
Perselingkuhan ini terjadi bukan karena memudarnya rasa cinta terhadap pasangan, melainkan akibat dorongan situasi, kemauan mengambil risiko, atau pengaruh alkohol.
"Tidak setiap tindakan perselingkuhan direncanakan sebelumnya dan didorong oleh ketidakpuasan dengan hubungan saat ini," ucap DiDonato.
"Mungkin mereka sedang minum, atau dengan cara lain 'terlempar' ke dalam kesempatan yang tidak mereka duga," lanjut dia.
2. Tipe haus validasi
Kondisi ini muncul karena pelaku memiliki kebutuhan psikologis yang kuat akan penerimaan diri. Mereka takut menolak pendekatan intim karena enggan menghadapi penolakan balasan. Alhasil, dorongan mencari persetujuan dari luar mengalahkan keterikatan pada pasangan.
Baca juga: Cegah Perselingkuhan, Lakukan Cara Ini agar Tidak Bosan dengan Pasangan
3. Tipe pelarian emosional
Tipe ini timbul akibat hilangnya ikatan emosi dalam hubungan. Pelaku mungkin tetap mempertahankan komitmen awal, tetapi diam-diam mendambakan koneksi penuh kasih dengan orang lain.
"Terkadang, namun tidak selalu, kekurangan dalam hubungan yang ada membuat orang berselingkuh dari pasangannya," kata DiDonato.
4. Tipe dilema asmara
Pengkhianatan ini terjadi ketika seseorang secara tulus mencintai dan berhasrat pada lebih dari satu individu dalam waktu yang bersamaan.
Situasi rumit ini menimbulkan tingkat kecemasan tinggi. Niat awal pelaku perselingkuhan untuk tidak menyakiti siapa pun justru menghancurkan hati semua pihak.
5. Tipe hubungan resmi sebagai formalitas
Tipe terakhir ini muncul saat seseorang memilih bertahan dalam hubungan resmi semata-mata demi memenuhi kewajiban, tanpa sisa cinta maupun hasrat.
Ilustrasi selingkuh
"Kurangnya cinta dan kurangnya komitmen terhadap pasangan romantis saat ini, keduanya terkait dengan perasaan umum ketidakpuasan hubungan," ujar DiDonato.
Baca juga: Viral Perselingkuhan Suami Selebgram, Kenapa Selingkuhan Tak Selalu Lebih Cantik?
Faktor ketidakpuasan urusan ranjang juga memengaruhi hadirnya orang ketiga. Mungin dalam hubungan tersebut, individu tidak terlibat dalam frekuensi seks, gaya seks, atau perilaku seksual spesifik yang mereka inginkan.
"Ini dapat berkontribusi pada alasan mereka untuk berselingkuh," lanjut DiDonato.
Langkah bijak mengelola emosi dan menentukan masa depan hubungan
Memahami kategori perselingkuhan di atas memang tidak serta-merta menghapus rasa sakit hati, tetapi informasi tersebut bisa menjadi landasan bagimu untuk mulai menata kembali perasaan.
Saat mendapati pasangan terbukti berselingkuh, luangkan waktu memproses emosi negatif dan jangan menyalahkan diri sendiri.
"Beberapa orang meluangkan waktu untuk menangis, berteriak tentang hal itu, dan mungkin berbicara dengan teman atau terapis yang tepercaya," tutur Tara.
Jika emosi sudah stabil dan merasa cukup aman untuk berbicara, temui pasanganmu. Tara menyarankan untuk mengobrol sambil duduk, dan jaga diri setenang yang kamu bisa.
"Percakapan ini dapat dimulai dengan kejujuran dari pihakmu tentang bagaimana kamu mengetahuinya dan apa yang kamu ketahui sekarang. Komunikasikan bahwa kamu ingin mendengar dari pihak mereka, sudut pandang mereka. Mengapa mereka melakukannya?" kata dia.
Pada akhirnya, keputusan mengenai masa depan asmara sepenuhnya berada di tanganmu. Kamulah yang memutuskan apakah tetap ingin melanjutkan hubungan atau mengakhirinya.
"Kamu harus menemui konselor pernikahan bersama jika kamu telah memutuskan untuk melanjutkan hubungan," ucap Tara.
Baca juga: Hubungan Tak Bermasalah, Kenapa Tergoda Perselingkuhan?
Tag: #tipe #perselingkuhan #yang #perlu #diketahui #cara #menghadapinya