Kenali 4 Tanda Takut Berkomitmen yang Bikin Ragu Menjalin Hubungan
- Menjalin ikatan asmara baru kerap memicu keraguan mendalam di dalam hati. Walau sudah matang secara emosional maupun finansial, rasa enggan untuk terikat tetap bisa muncul.
Jika akar masalahnya bukan berasal dari kesibukan atau kondisimu saat ini, sangat besar kemungkinannya kamu memang memiliki hambatan psikologis untuk berkomitmen dengan orang lain.
Pencomblang profesional dan dating coach Thalia Ouimet menyebutkan, keengganan ini bisa bersumber dari trauma atau bahkan minimnya pengalaman masa lalu.
Baca juga: 7 Tanda Kamu Hanya Mencari Validasi dalam Hubungan, Bukan Cinta
"Seseorang yang tidak memikirkan pasangannya saat membuat rencana adalah tanda yang jelas bahwa mereka mungkin memiliki ketakutan akan komitmen, atau tingkat ketertarikan mereka pada pasangannya rendah," kata Ouimet, mengutip Brides, Minggu (3/5/2026).
Tanda kamu takut berkomitmen
1. Mengabaikan pasangan dan rencana masa depan
Tanda paling nyata adalah keengganan untuk melibatkan pasangan dalam kegiatan harian hingga rencana jangka panjang, seperti yang disebutkan sebelumnya.
Alih-alih merancang masa depan berdua, kamu lebih suka memertahankan status hubungan yang santai tanpa arah yang jelas. Sering kali, kesibukan karier hanya dijadikan tameng untuk lari dari tanggung jawab komitmen.
Pasalnya, ketika seseorang jatuh cinta dengan pasangannya, mereka pasti ingin menyertakan pasangannya saat membuat rencana.
"Jika kamu mendapati dirimu tidak berkomitmen pada rencana dengan pasanganmu, itu adalah indikator utama bahwa kamu tidak cukup tertarik untuk menjalin hubungan dengan pasanganmu," ucap Ouimet.
"Seseorang yang tidak mempertimbangkan pasangannya saat membuat rencana masa depan mungkin takut akan komitmen jangka panjang, yang dapat menunjukkan gaya kelekatan 'menghindar'," sambung dia.
2. Menghindar dan memutus komunikasi
Kebiasaan buruk membatalkan janji sepihak, lambat membalas pesan, hingga menghilang tanpa kabar, juga merupakan wujud nyata dari manipulasi kedekatan.
Baca juga: Benarkah Takut Menikah Sama dengan Takut Berkomitmen?
Perilaku cuek ini sengaja dilakukan demi membangun tembok pembatas dan mencegah ikatan asmara menjadi lebih intim.
Ilustrasi bertengkar.
"Mengingkari janji adalah tanda seseorang yang mungkin memiliki ketakutan akan komitmen. Seseorang yang terus-menerus menunjukkan sikap tidak menepati janji bisa jadi seorang yang menghindar dalam semua aspek kehidupannya," jelas Ouimet.
Tindakan lari dari masalah secara tiba-tiba ini nyatanya sangat melukai pihak lain yang ditinggalkan.
Sebab, seseorang yang memutuskan untuk menghilang tanpa kabar tidak mempertimbangkan bagaimana hal itu akan memengaruhi perasaan pasangannya.
"Mereka mungkin mencoba mengambil langkah mundur untuk menciptakan jarak di antara mereka, yang merupakan indikator lain bahwa orang ini mungkin takut akan komitmen," terang Ouimet.
Baca juga: 6 Tanda Pasangan Belum Siap Berkomitmen
Keengganan merespons komunikasi secara lancar juga termasuk taktik menjaga jarak aman. Menurut Ouimet, orang tersebut mungkin takut akan komitmen dan ingin menjaga jarak untuk mencegah hubungan menjadi terlalu serius.
3. Terjebak dalam kecemasan
Gagasan mengenai ikatan monogami sering kali memicu kepanikan tersendiri. Hal ini seketika membuatmu merasa terkekang dan tiada henti meragukan kelayakan hubungan tersebut.
"Tidak ada yang lebih buruk daripada merasa tidak bahagia dan terjebak, tetapi ini mudah diperbaiki jika semua pihak yang terlibat ingin membantu membuat hubungan itu berhasil," ucap Ouimet.
Ilustrasi cemas di pagi hari
Bagi sebagian orang, bayangan menua bersama satu individu seumur hidup justru menghadirkan kengerian yang menyiksa.
"Jika kamu cemas tentang berpacaran dengan satu orang dan berkomitmen pada satu orang itu, temui terapis untuk melihat apakah ini terkait dengan masa kecilmu, atau ketidaksukaan umum terhadap monogami," tutur Ouimet.
Baca juga: Mengapa Hubungan Cinta Tanpa Drama Sering Terasa Hambar
4. Menutup diri dan menyabotase hubungan
Menjadi sosok yang tertutup menunjukkan rapuhnya pertahanan emosionalmu. Kamu bahkan merasa risih saat pasangan bersikap terbuka dan menuntut perhatian penuh darimu.
"Ketika kamu mencintai seseorang dengan sepenuh hati, dan kamu berpikir jangka panjang, maka kamu mempertimbangkan kebutuhan mereka terlebih dahulu, dan kamu ingin memastikan bahwa kebutuhan mereka terpenuhi," kata Ouimet.
Lebih buruknya lagi, trauma masa lalu karena patah hati membuatmu sangat takut disakiti kembali.
Akibatnya, kamu kerap merusak hubungan secara sengaja, mencari-cari kesalahan sepele pasangan, atau mengakhiri kedekatan tepat saat situasi mulai serius, demi melindungi diri sendiri dari ancaman pengkhianatan yang belum tentu terjadi.
Tag: #kenali #tanda #takut #berkomitmen #yang #bikin #ragu #menjalin #hubungan