Ingin Pakai Dekorasi Janur saat Nikah? Perhatikan 5 Hal Penting Ini
Instalasi pernikahan yang ada di The Garden of Everlasting Heritage, Where Traditions and Timeless Love Blossom, di Fairmont Jakarta Pusat, Sabtu (2/5/2026).(KOMPAS.com/DEVI PATTRICIA)
20:35
4 Mei 2026

Ingin Pakai Dekorasi Janur saat Nikah? Perhatikan 5 Hal Penting Ini

- Dekorasi berbahan organik seperti janur, anyaman lontar, dedaunan, hingga buah-buahan, semakin diminati dalam pesta pernikahan. Nuansa alami yang dihadirkan dinilai mampu menciptakan kesan hangat, artistik, sekaligus sarat makna budaya.

Namun, penggunaan material organik dalam dekorasi pernikahan ternyata tidak bisa dilakukan sembarangan. Dibutuhkan perencanaan matang agar tampilannya tetap estetis, selaras dengan venue, dan mampu bertahan prima sepanjang acara berlangsung.

Owner & Art Director RumahKampung, Fajar J. Adi, mengatakan dekorasi berbasis janur dan anyaman membutuhkan pendekatan khusus sejak tahap perencanaan hingga eksekusi di lokasi.

“Dekorasi yang dari material-material organik, seperti janur, lontar, dedaunan, atau buah-buahan perlu dilihat konteks ruangan dan kesesuaian dengan venue,” ujarnya saat ditemui di The Garden of Everlasting Heritage, Where Traditions and Timeless Love Blossom, di Fairmont Jakarta Pusat, Sabtu (2/5/2026).

Baca juga: Intip Tren Riasan hingga Dekorasi Pernikahan 2026

Menurut dia, ada sejumlah hal penting yang perlu dipertimbangkan calon pengantin sebelum memutuskan menggunakan dekorasi berbahan organik.

5 Hal yang diperhatikan sebelum pakai dekorasi janur saat nikah

1. Pastikan dekorasi sesuai dengan karakter venue

Owner & Art Director RumahKampung, Fajar J. Adi saat ditemui The Garden of Everlasting Heritage, Where Traditions and Timeless Love Blossom, di Fairmont Jakarta Pusat, Sabtu (2/5/2026).KOMPAS.com/DEVI PATTRICIA Owner & Art Director RumahKampung, Fajar J. Adi saat ditemui The Garden of Everlasting Heritage, Where Traditions and Timeless Love Blossom, di Fairmont Jakarta Pusat, Sabtu (2/5/2026).

Hal pertama yang harus diperhatikan adalah kecocokan dekorasi dengan lokasi acara.

Tidak semua venue dapat langsung dipadukan dengan dekorasi janur dan anyaman. Ballroom modern, misalnya, membutuhkan penyesuaian visual agar unsur tradisional dari material organik tetap terlihat harmonis dengan suasana ruangan.

Fajar menjelaskan, vendor biasanya perlu melakukan penyesuaian terlebih dahulu pada area venue sebelum instalasi dekorasi dipasang.

“Nantinya kami harus treatment venue dulu, misalnya dilapisi kain atau panel-panel yang sesuai dengan warna dan desain calon pengantin,” katanya.

Proses ini penting untuk menciptakan dasar visual yang selaras, sehingga dekorasi organik tidak terlihat kontras atau terkesan dipaksakan.

Baca juga: Fairmont Jakarta Gelar Wedding Exhibition 2026, Tampilkan Inspirasi Pernikahan Adat hingga Internasional

2. Treatment ruangan menentukan hasil akhir dekorasi

Tahap treatment ruangan sering kali luput dari perhatian calon pengantin, padahal menjadi salah satu penentu keberhasilan dekorasi.

Lapisan kain, panel tambahan, hingga elemen pendukung lain dibutuhkan agar tekstur alami dari anyaman atau janur dapat tampil maksimal.

Menurut Fajar, setelah ruangan disesuaikan, detail karya dekorasi akan lebih mudah menonjol.

“Setelah di-treatment, nantinya karyanya akan jauh lebih menonjol dan selaras dengan pola dari anyaman dan lainnya,” ujarnya.

Dengan treatment yang tepat, unsur tradisional justru bisa tampil modern dan elegan.

Baca juga: 15 Model Gaun Bridesmaid Satin yang Classy dan Elegan untuk Hari Pernikahan

3. Pola dekorasi harus disesuaikan dengan karakter klien

Instalasi pernikahan yang ada di The Garden of Everlasting Heritage, Where Traditions and Timeless Love Blossom, di Fairmont Jakarta Pusat, Sabtu (2/5/2026).KOMPAS.com/DEVI PATTRICIA Instalasi pernikahan yang ada di The Garden of Everlasting Heritage, Where Traditions and Timeless Love Blossom, di Fairmont Jakarta Pusat, Sabtu (2/5/2026).

Dekorasi janur dan anyaman bukan sekadar menempatkan ornamen secara acak. Setiap instalasi harus dirancang melalui pola tertentu yang mempertimbangkan kondisi venue sekaligus karakter pasangan pengantin.

Fajar menuturkan, vendor dekorasi biasanya menyusun konsep visual secara detail sebelum proses instalasi dilakukan.

“Kemudian, harus dibikin pola-pola untuk di ruangan. Nantinya pola ini akan menggabungkan dengan kondisi venue dan karakteristik setiap klien, sehingga kami dari vendor akan memberikan benang merah desainnya,” katanya.

Karena itu, diskusi konsep antara calon pengantin dan vendor menjadi tahap penting agar dekorasi benar-benar merepresentasikan identitas pasangan.

Baca juga: Mahar Poundsterling dan Suvenir Emas di Pernikahan El Rumi-Syifa Hadju

4. Perhatikan waktu pemasangan material organik

Berbeda dengan dekorasi berbahan sintetis, elemen organik memiliki daya tahan yang lebih terbatas.

Kesegaran daun, bunga, dan anyaman harus dijaga agar tampil optimal pada hari acara.

Untuk itu, pemasangan dekorasi biasanya dilakukan mendekati hari pelaksanaan.

“Karena bahan dekorasinya organik, maka kami harus H-1 untuk mendekornya, supaya bunga dan dedaunannya masih segar. Kualitas dari setiap elemennya itu juga harus dijaga,” jelas Fajar.

Artinya, calon pengantin juga perlu memastikan jadwal akses venue memungkinkan proses instalasi dilakukan sesuai kebutuhan teknis.

Baca juga: 6 Rahasia Membangun Pernikahan Langgeng

5. Nilai dekorasi terletak pada kreativitas eksekusinya

Banyak orang beranggapan dekorasi janur lebih murah karena menggunakan material yang relatif terjangkau.

Padahal, menurut Fajar, nilai utama dekorasi ini justru terletak pada kreativitas dan keahlian para perajin dalam mengolahnya menjadi karya artistik.

“Bahan-bahan seperti daun pisang, lontar, dan organik lainnya ini kalau dijual murah, tapi bagaimana mengeksekusi kreativitas para seniman dibaliknya agar sesuai keinginan klien ini yang tak ternilai,” katanya.

Keunikan pola, detail anyaman, hingga kemampuan menerjemahkan konsep pasangan menjadi instalasi visual menjadi faktor yang membuat dekorasi organik memiliki nilai tinggi.

Pada akhirnya, memilih dekorasi janur dan anyaman bukan hanya soal estetika, tetapi juga tentang kesiapan konsep, teknis venue, serta kolaborasi kreatif antara calon pengantin dan vendor dekorasi.

Baca juga: 8 Tips Memulai Tabungan Pernikahan

Tag:  #ingin #pakai #dekorasi #janur #saat #nikah #perhatikan #penting

KOMENTAR