Mana Lebih Baik untuk Lansia, Tidur Lebih Lama atau Bangun Pagi?
Ilustrasi lansia.(Google Gemini AI)
21:10
9 Mei 2026

Mana Lebih Baik untuk Lansia, Tidur Lebih Lama atau Bangun Pagi?

- Seiring bertambahnya usia, pola tidur seseorang cenderung mengalami perubahan. Banyak lansia yang mengaku lebih mudah terbangun di pagi buta, sulit tidur kembali, atau merasa durasi tidurnya semakin pendek.

Lantas, apakah lansia sebaiknya memaksakan diri bangun lebih awal atau justru memberi tubuh waktu untuk tidur lebih lama?

Dokter spesialis kesehatan tidur Dr. Christopher Winter mengatakan, tubuh lebih membutuhkan ritme yang teratur dibanding perubahan jadwal tidur yang terus-menerus.

Baca juga: Suhu Kamar 24 Derajat Celsius Paling Cocok untuk Lansia

“Saya mendorong lansia, terutama yang sudah pensiun, untuk memiliki waktu bangun yang konsisten setiap hari,” jelasnya, seperti dikutip Prevention, Sabtu (9/5/2026).

Konsistensi jadwal tidur lebih penting daripada sekadar bangun pagi

Menjaga ritme biologis tubuh tetap stabil

Banyak orang beranggapan bangun lebih pagi otomatis lebih sehat. Padahal, bagi lansia, yang jauh lebih penting adalah memiliki jam bangun yang konsisten.

“Saya tidak terlalu peduli jika seseorang bangun lebih siang, selama ia memiliki waktu bangun yang tetap dan sesuai kebutuhan tubuhnya,” kata Dr. Winter.

Ia menekankan, tubuh membutuhkan pola yang stabil agar ritme sirkadian tetap seimbang.

Ritme sirkadian adalah jam biologis internal yang mengatur kapan tubuh merasa mengantuk dan kapan merasa segar. Jika jadwal tidur berubah-ubah, tubuh akan kesulitan menyesuaikan diri.

Bagi lansia, kestabilan ini penting untuk menjaga energi, konsentrasi, serta kesehatan secara keseluruhan.

Kebutuhan tidur setiap lansia bisa berbeda-beda

Dokter spesialis behavioral sleep medicine Dr. Jade Wu menyatakan, keputusan untuk bangun lebih awal atau tidur lebih lama harus disesuaikan dengan kebutuhan individu.

“Kadang bangun terlalu pagi berarti seseorang tidak mendapat kesempatan tidur yang cukup, tetapi kadang juga tidak demikian,” tuturnya.

Baca juga: Kebiasaan Makan Sendirian Bikin Lansia Rentan Alami Masalah Kesehatan

Kebutuhan tidur lansia umumnya tetap berada di kisaran tujuh hingga sembilan jam per malam.

Namun, faktor seperti aktivitas fisik, tingkat stres, kondisi kesehatan, hingga kebiasaan sehari-hari dapat memengaruhi kebutuhan tersebut.

Seorang lansia yang aktif berolahraga dan banyak bergerak bisa jadi membutuhkan istirahat lebih panjang dibanding mereka yang aktivitasnya ringan.

Oleh karena itu, memaksakan bangun pagi hanya karena anggapan lebih sehat belum tentu tepat jika tubuh sebenarnya masih membutuhkan istirahat.

Kenali kronotipe atau kecenderungan alami tubuh

Setiap orang memiliki kronotipe, yakni kecenderungan alami tubuh untuk aktif di waktu tertentu.

Ada orang yang secara alami mudah bangun pagi, sementara sebagian lainnya lebih nyaman tidur sedikit larut dan bangun lebih siang.

“Jika kamu memang secara alami seorang morning person, bangun pagi cocok untuk kamu. Namun jika tubuh cenderung aktif lebih malam, biarkan diri kamu tidur sesuai kebutuhan,” ujar Dr. Wu.

Memahami pola alami tubuh membantu lansia menentukan jadwal tidur yang lebih nyaman.

Mengapa lansia cenderung bangun lebih pagi?

Salah satu alasan lansia lebih sering terbangun pagi adalah perubahan pada sistem biologis tubuh.

“Kronotipe kita cenderung bergeser menjadi lebih pagi seiring bertambahnya usia,” ungkap Dr. Wu.

Tubuh lansia memang secara alami mulai merasa mengantuk lebih cepat di malam hari dan terbangun lebih awal. Selain itu, kualitas tidur dalam juga cenderung berkurang seiring usia.

“Kita kehilangan fase tidur gelombang lambat atau tidur dalam saat bertambah tua,” kata Dr. Winter.

Tidur dalam merupakan fase penting untuk pemulihan tubuh dan otak. Ketika fase ini berkurang, tidur menjadi lebih ringan sehingga lansia lebih mudah terbangun.

Yang paling penting adalah menjaga jadwal tidur yang teratur, memastikan durasi tidur cukup, serta menyesuaikannya dengan ritme alami tubuh.

Baca juga: Mengenal Depresi pada Lansia, dari Tanda hingga Pencegahan Menurut Pakar

Karena bagi lansia, tidur yang berkualitas bukan soal bangun paling pagi, melainkan bangun dalam kondisi benar-benar pulih dan siap menjalani hari.

Tag:  #mana #lebih #baik #untuk #lansia #tidur #lebih #lama #atau #bangun #pagi

KOMENTAR