Jadi Tameng Krisis, Ini 10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia
Ilustrasi emas. (FREEPIK/wirestock)
09:20
17 Mei 2026

Jadi Tameng Krisis, Ini 10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia

Emas masih menjadi salah satu aset strategis yang diandalkan banyak negara untuk menjaga stabilitas cadangan devisa dan ketahanan ekonomi.

Di tengah ketidakpastian global, inflasi, gejolak geopolitik, hingga volatilitas mata uang, bank sentral di berbagai negara terus mempertahankan bahkan menambah kepemilikan emas mereka.

Dikutip dari Times of India, Minggu (17/5/2026), Amerika Serikat (AS) masih menjadi negara dengan cadangan emas terbesar di dunia pada kuartal I 2026.

Baca juga: Rupiah Anjlok, Haruskah Tabungan Dipindah ke Dollar AS atau Emas?

Ilustrasi emas. Freepik Ilustrasi emas.

Namun, negara-negara Asia seperti China dan India juga semakin memperkuat posisi mereka dalam peta cadangan emas global.

Cadangan emas adalah simpanan emas yang dimiliki bank sentral atau pemerintah suatu negara sebagai bagian dari cadangan devisa.

Emas dianggap sebagai aset aman atau safe haven karena nilainya relatif stabil dalam jangka panjang dan tidak bergantung pada mata uang tertentu.

Dalam beberapa tahun terakhir, tren pembelian emas oleh bank sentral meningkat tajam. Kondisi ini dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik global, perang dagang, hingga kekhawatiran terhadap dominasi dollar AS dalam sistem keuangan internasional.

Baca juga: Harga Emas Dunia Turun Saat Dollar AS dan Minyak Naik, Investor Waspadai Risiko Baru

Berikut 10 negara dengan cadangan emas terbesar di dunia pada 2026.

1. Amerika Serikat

Amerika Serikat masih menjadi pemegang cadangan emas terbesar di dunia dengan total 8.133,46 ton emas. Jumlah ini jauh melampaui negara-negara lain dalam daftar negara dengan cadangan emas terbesar di muka bumi.

Cadangan emas AS sebagian besar disimpan di Fort Knox, Kentucky, yang dikenal sebagai salah satu fasilitas penyimpanan emas paling aman di dunia. Selain itu, emas AS juga tersimpan di Denver Mint dan West Point.

Ilustrasi emas, emas batangan. Penyebab harga emas naik-turun. Harga emas.FREEPIK/RAWPIXEL.COM Ilustrasi emas, emas batangan. Penyebab harga emas naik-turun. Harga emas.

Dominasi AS dalam cadangan emas global telah berlangsung selama puluhan tahun. Besarnya kepemilikan emas tersebut menjadi salah satu faktor yang memperkuat posisi dollar AS sebagai mata uang cadangan utama dunia.

Baca juga: PM India Serukan Penghematan Nasional, Warga Diminta Kurangi Beli Emas dan Pergi ke Luar Negeri

2. Italia

Italia menempati posisi kedua dengan cadangan emas sebesar 2.451,84 ton.

Besarnya cadangan emas Italia mencerminkan sejarah panjang negara tersebut dalam menjaga stabilitas keuangan.

Emas menjadi bagian penting dari aset Bank Sentral Italia dan dianggap sebagai penyangga ekonomi saat terjadi gejolak pasar.

Italia juga menjadi salah satu negara Eropa dengan proporsi emas terbesar dalam total cadangan devisanya.

Baca juga: Harga Emas Dunia Turun Lagi, Ini Pemicunya

3. China

China berada di posisi ketiga dengan cadangan emas mencapai 2.313,46 ton.

Dalam beberapa tahun terakhir, bank sentral China, People's Bank of China (PBoC), aktif meningkatkan pembelian emas. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari strategi diversifikasi cadangan devisa dan pengurangan ketergantungan terhadap aset berbasis dollar AS.

Data yang dikutip Yahoo Finance menunjukkan China menyumbang sekitar 27 persen permintaan emas global dan terus menambah kepemilikan emasnya sepanjang 2026.

Peningkatan cadangan emas China juga terjadi di tengah meningkatnya tensi geopolitik global dan fragmentasi perdagangan internasional.

Baca juga: Investor Serbu Aset Safe Haven, Emas Melonjak 74 Persen pada Kuartal I 2026

4. India

Ilustrasi emas. DOK. Pixabay/hamiltonleen. Ilustrasi emas.

India menjadi negara Asia berikutnya dalam daftar dengan cadangan emas sebesar 880,52 ton.

Selain cadangan resmi pemerintah, India dikenal sebagai salah satu negara dengan konsumsi emas terbesar di dunia. Emas memiliki nilai budaya dan ekonomi yang sangat kuat di masyarakat India.

Bank sentral India atau Reserve Bank of India (RBI) juga aktif meningkatkan kepemilikan emas dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, RBI mulai memindahkan sebagian cadangan emasnya dari luar negeri ke dalam negeri.

Reuters sebelumnya melaporkan nilai cadangan emas India sempat menembus 100 miliar dollar AS pada 2025 seiring lonjakan harga emas global.

Baca juga: Harga Emas Dunia Turun di Tengah Memudarnya Harapan Damai AS-Iran

5. Jepang

Jepang berada di posisi kelima dengan cadangan emas sebesar 845,97 ton.

Sebagai salah satu ekonomi terbesar dunia, Jepang mempertahankan emas sebagai bagian penting dari diversifikasi aset cadangan.

Meski porsinya terhadap total cadangan devisa Jepang tidak sebesar negara Eropa, emas tetap dipandang penting untuk menjaga stabilitas keuangan.

Kebijakan moneter sangat longgar yang diterapkan Jepang selama bertahun-tahun juga membuat diversifikasi aset, termasuk emas, menjadi semakin relevan.

Baca juga: Saham dan Emas Kini Bisa Ditokenisasi, Pasarnya Tembus Rp 693,67 Triliun

6. Polandia

Polandia menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan cadangan emas tercepat dalam beberapa tahun terakhir. Negara Eropa Timur ini memiliki cadangan emas sebesar 581,64 ton.

Data Visual Capitalist menunjukkan Polandia menjadi salah satu bank sentral paling agresif dalam membeli emas sejak awal tahun 2026.

Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat stabilitas ekonomi nasional sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap sistem keuangan negara.

Ilustrasi emas. Penyebab harga emas naik-turun. Proyeksi harga emas.DOK. Pexels/Michael Steinberg. Ilustrasi emas. Penyebab harga emas naik-turun. Proyeksi harga emas.

7. Turkiye

Turkiye atau Turki menempati posisi berikutnya dengan cadangan emas sebesar 534,85 ton.

Baca juga: Harga Emas Dunia Berbalik Naik, Pasar Cermati Konflik AS-Iran dan Data Inflasi AS

Emas memiliki peran besar dalam ekonomi Turki, terutama saat negara tersebut menghadapi tekanan inflasi dan pelemahan mata uang lira dalam beberapa tahun terakhir.

Bank sentral Turki juga menggunakan emas sebagai instrumen untuk menjaga ketahanan cadangan devisa di tengah volatilitas pasar global.

8. Uzbekistan

Uzbekistan masuk daftar negara dengan cadangan emas terbesar dunia dengan total 415,54 ton.

Negara Asia Tengah ini merupakan salah satu produsen emas utama dunia. Selain memproduksi emas dalam jumlah besar, Uzbekistan juga aktif meningkatkan cadangan emas nasionalnya.

Baca juga: Mengapa Harga Emas Turun Saat Perang Iran? Ini Penjelasan Analis

Bank sentral Uzbekistan memanfaatkan emas sebagai instrumen penting untuk menjaga kestabilan ekonomi domestik.

9. Kazakhstan

Kazakhstan memiliki cadangan emas sebesar 353,59 ton.

Sama seperti Uzbekistan, Kazakhstan merupakan negara penghasil emas utama di kawasan Asia Tengah. Dalam beberapa tahun terakhir, Kazakhstan konsisten meningkatkan kepemilikan emas sebagai bagian dari diversifikasi aset cadangan devisa.

Data Visual Capitalist juga menunjukkan Kazakhstan termasuk negara yang aktif membeli emas pada 2026.

Baca juga: Harga Emas Dunia Turun, Mandeknya Perundingan Damai AS-Iran Picu Kekhawatiran Inflasi

10. Inggris

Inggris menutup daftar 10 besar dengan cadangan emas sebesar 310,29 ton.

Ilustrasi emas batangan, harga emas hari ini. DOK. Shutterstock. Ilustrasi emas batangan, harga emas hari ini.

Meski jumlah cadangan emas Inggris tidak sebesar negara-negara Eropa lain seperti Jerman, Italia, atau Perancis, London tetap memainkan peran penting dalam perdagangan emas global.

Laporan The Times menyebut London masih menjadi salah satu pusat utama perdagangan emas dunia dan memiliki posisi strategis dalam sistem keuangan internasional.

Mengapa negara masih menimbun emas?

Di tengah perkembangan aset digital dan sistem keuangan modern, emas tetap dianggap sebagai aset strategis oleh banyak bank sentral.

Baca juga: Royalti Emas dan Nikel Naik, Antam Mulai Hitung Dampaknya

Emas dipandang sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi, ketidakstabilan mata uang, dan risiko politik global.

Selain itu, meningkatnya tensi geopolitik global juga membuat banyak negara mulai mengurangi ketergantungan terhadap dollar AS dan memperbesar kepemilikan emas.

Porsi emas dalam cadangan devisa global meningkat tajam dalam dua dekade terakhir, sementara dominasi dollar AS perlahan menurun.

Negara-negara berkembang seperti China, India, Turkiye, hingga Polandia menjadi motor utama pembelian emas dunia dalam beberapa tahun terakhir.

Baca juga: Prediksi Harga Emas dan Perak 2026, Mana yang Lebih Menarik untuk Investor?

Di sisi lain, harga emas yang terus naik juga membuat nilai cadangan emas berbagai negara meningkat signifikan. Kondisi ini memperkuat posisi emas sebagai salah satu aset paling penting dalam sistem keuangan global saat ini.

Tag:  #jadi #tameng #krisis #negara #dengan #cadangan #emas #terbesar #dunia

KOMENTAR