Bahaya Pewarna Merah K10 dalam Kosmetik, Bisa Picu Kanker
- Keinginan untuk tampil memukau dengan makeup berwarna cerah sering membuat konsumen kurang waspada terhadap komposisi di balik produk yang mereka gunakan.
Kelengahan ini menjadi celah berbahaya, terbukti dari langkah pengawasan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia pada triwulan pertama tahun 2026 yang berhasil menjaring 11 kosmetik bermuatan zat beracun.
Dari deretan produk ilegal yang ditarik dari peredaran tersebut, terselip satu bahan kimia yang dampaknya sangat fatal, yakni pewarna merah K10.
Senyawa yang memiliki nama lain Rhodamin-B ini diracik secara khusus untuk memenuhi kebutuhan industri tekstil dan kertas.
"Produk kosmetik yang beredar wajib memenuhi standar keamanan, kemanfaatan, dan mutu," kata Kepala BPOM Taruna Ikrar, mengutip Kompas.com, Senin (11/5/2026).
Baca juga: Waspada! Ini Kandungan Kosmetik Berbahaya yang Dilarang BPOM
Efek pewarna merah K10 dalam skincare untuk tubuh
Pemicu kanker dan kerusakan genetik
Bahaya paling mengerikan dari penggunaan kosmetik bermuatan Rhodamin-B adalah sifatnya yang sangat kuat dalam memicu kanker.
Hal itu dibuktikan dalam sebuah studi berjudul "A Systematic Review of the Toxicological Effects of Rhodamine-B" yang dipublikasikan dalam International Journal of Pharmaceutical Sciences Review and Research pada tahun 2025.
Terungkap, pewarna industri ini mampu merusak susunan genetik manusia jika masuk ke dalam tubuh. Efeknya bisa berupa pembelahan sel-sel abnormal yang berujung pada pertumbuhan jaringan kanker.
Baca juga: Makanan Pedas Memicu Kanker adalah Mitos, Ini Penjelasan Dokter
Mengingat zat kimia ini sangat mudah masuk ke dalam aliran darah melalui pori-pori kulit yang sensitif, ancaman kanker tidak hanya mengintai area wajah. Pertumbuhan sel kanker dapat menyebar dan menyerang jaringan tubuh lainnya tanpa disadari oleh para penggunanya.
Iritasi parah pada jaringan kulit
Selain memicu pertumbuhan sel kanker, pewarna merah K10 juga merupakan agen perusak jaringan kulit yang sangat agresif, seperti dituturkan oleh auditor senior Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI), Prof. Dr. Ir. Sedarnawati Yasni, M.Agr., dalam tulisannya di situs web resmi LPPOM MUI.
Baca juga: 6 Cara Sederhana Menurunkan Risiko Kanker Sejak Dini
Ilustrasi lipstik
Ia mengatakan, pewarna merah K3 dan merah K10 merupakan bahan yang berisiko merusak penampilan kulit. Pengguna kosmetik abal-abal umumnya akan langsung mengalami reaksi alergi akut beberapa saat setelah produk diaplikasikan.
Kondisi kulit wajah akan memburuk seiring dengan munculnya iritasi parah yang disertai rasa gatal, perih, dan panas seperti terbakar.
Dalam pemakaian yang konsisten, racun dari pewarna industri ini akan memicu timbulnya radang kulit serta pembentukan eksim tebal yang merusak tekstur wajah secara permanen.
Baca juga: 8 Fakta Eksim yang Perlu Kamu Ketahui, Pemicu hingga Pencegahan
Kerusakan akut pada hati dan ginjal
Partikel mikroskopis dari pewarna tekstil K10 memiliki kemampuan untuk menembus lapisan kulit dan mengalir bebas di sirkulasi darah.
Khusus untuk lipstik, pewarna beracun ini sangat rentan tertelan. Penumpukan sisa racun akan memicu kerusakan parah yang ditandai dengan matinya sel-sel hati akibat kelelahan menetralisir racun.
Ginjal yang bertugas menyaring darah kotor juga akan tersumbat, sehingga memicu gagal ginjal yang pada akhirnya melumpuhkan sistem pembuangan kotoran di dalam tubuh secara total.
Gangguan sistem saraf pusat
Ancaman dari pewarna merah K10 bahkan bisa menyerang sistem pusat kendali manusia.
Senyawa berbahaya yang terus beredar di dalam aliran darah terbukti mampu menembus lapisan pelindung pembuluh darah di otak dan menyebabkan gangguan fungsi saraf yang parah.
Dampak yang sangat beracun bagi saraf ini mampu memicu perubahan perilaku dan merusak koordinasi gerak sadar. Selain itu, residu kimia sintetis ini turut merusak kinerja kelenjar yang mengatur stabilitas hormon tubuh.
Baca juga: 4 Kebiasaan Sehat yang Diam-diam Merusak Ginjal
Tag: #bahaya #pewarna #merah #dalam #kosmetik #bisa #picu #kanker