Dampak Eksim Tak Cuma Ganggu Kesehatan Kulit Anak
- Dermatitis atopik pada bayi dan anak awamnya dianggap sebatas masalah kulit kering dan ruam kemerahan saja.
Padahal, peradangan kulit kronis ini menyimpan dampak beruntun yang jauh lebih kompleks dari sekadar rasa gatal.
Menurut dr. Kartika Eda Clearesta, Sp.A kondisi kulit atopik yang tidak tertangani dengan baik dapat menciptakan efek domino. Ia mencontohkan bayi yang kulitnya terasa gatal cenderung akan rewel dan susah tidur.
"Ketika anak itu kurang tidur, biasanya kesehariannya juga akan terganggu. Seperti mood-nya terganggu, misalnya gampang rewel, kemudian dikit-dikit mengantuk, tidur siangnya jadi lebih panjang. Akhirnya jadi tumbuh kembangnya terganggu," kata dr.Kartika dalam acara yang digelar oleh Mustela di Jakarta (21/5/2026).
Baca juga: Orang dengan Riwayat Atopik Tak Bisa Sembarangan Pakai Skincare, Ini Alasannya
Ancaman eksim pada kualitas hidup anak
Siklus gatal dan gangguan tidur
Gejala paling menyiksa dari dermatitis atopik adalah kemunculan rasa gatal yang tidak berkesudahan, terutama pada malam hari.
Dijelaskan oleh dr. Fihzan Ginting, M.Ked (Ped), Sp.A, kondisi ini dipicu oleh pertahanan kulit yang sangat rentan terhadap paparan eksternal.
"Pada dermatitis atopik, skin barrier-nya rapuh, sehingga kulitnya tadi lebih gampang merah, iritasi. Gesekan sedikit saja bisa memengaruhi dermatitis atopik kambuh lagi," tuturnya di acara yang sama.
Intensitas gatal yang tinggi secara otomatis memotong siklus istirahat anak. Fase tidur lelap yang sangat penting bagi metabolisme dan perbaikan sel tubuh bayi jadi terganggu.
"Sedikit-sedikit bangun, tidurnya tidak nyenyak, dan deep sleep-nya terganggu, akhirnya growth hormone-nya juga terganggu," papar dr. Kartika.
Baca juga: 8 Fakta Eksim yang Perlu Kamu Ketahui, Pemicu hingga Pencegahan
Ilustrasi.
Kurang tidur bikin anak GTM
Anak yang kurang tidur malam, cenderung memanjangkan waktu tidur siangnya karena kelelahan, yang pada akhirnya memotong jam bermain dan masa eksplorasi lingkungan.
Tidak hanya memengaruhi keterampilan motorik akibat berkurangnya stimulasi, rasa kantuk yang berkepanjangan juga dapat membuat nafsu makan turun.
"Anak yang mengantuk terus di pagi sampai sorenya, itu akan mengganggu nafsu makan. Makanya sebagian besar pasien yang datang dengan GTM, kita harus memerhatikan bagaimana siklus tidurnya," jelas dr. Kartika.
Apabila asupan makanan berkurang dalam jangka panjang, indikator pertumbuhan fisik seperti tinggi badan, berat badan, hingga kecerdasan otak, akan langsung mengalami gangguan signifikan.
"Kalau nafsu makannya si kecil itu terganggu pasti mamanya atau papanya juga ikutan pusing. Makanya kita perlu memahami bahwa masalah kulit si kecil itu tidak hanya berdampak ke anaknya, tapi juga ke keluarganya," pungkas dr. Kartika.
Baca juga: Jangan Abaikan, Gangguan Tidur akibat Ruam Popok Bisa Memicu Tantrum dan GTM pada Anak