Apa Larangan pada Hari Tasyrik? Ini Amalan yang Dianjurkan
ilustrasi Mekkah (Pexels/Earth Photoart)
10:15
28 Mei 2026

Apa Larangan pada Hari Tasyrik? Ini Amalan yang Dianjurkan

Hari Tasyrik merupakan tiga hari istimewa setelah Idul Adha, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Pada Idul Adha 2026, Hari Tasyrik jatuh pada tanggal 28, 29, dan 30 Mei 2026.

Nama "Tasyrik" berasal dari kata syuruq yang berarti terbitnya matahari atau proses pengeringan daging kurban di bawah sinar matahari. Bagi umat Islam, hari-hari ini bukan sekadar hari libur biasa, melainkan hari penuh keberkahan yang penuh dengan dzikir, syukur, dan kebersamaan.

Meski penuh keutamaan, ada beberapa larangan pada Hari Tasyrik yang harus dihindari umat Muslim agar ibadah tetap sesuai syariat. Berikut penjelasan lengkapnya.

1. Dilarang Berpuasa (Hukum Haram)

Larangan paling utama dan paling ditekankan adalah berpuasa. Rasulullah SAW menjadikan Hari Tasyrik sebagai "hari makan dan minum serta dzikir kepada Allah".

Dalam hadits riwayat Muslim, Rasulullah bersabda:

"Hari-hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan dzikir kepada Allah Azza wa Jalla."

Hadits lain dari Ibnu Umar menyatakan bahwa tidak ada keringanan puasa pada hari-hari ini kecuali bagi jamaah haji yang tidak mendapatkan hewan kurban.

Ulama dari berbagai mazhab sepakat bahwa puasa pada hari Tasyrik hukumnya haram. Tujuannya agar umat Islam bisa menikmati daging kurban dan bersyukur atas rezeki yang diberikan Allah.

2. Tidak Dianjurkan Berlebihan dalam Hal Duniawi yang Melalaikan

Meski tidak secara tegas diharamkan, umat Islam dianjurkan menghindari aktivitas yang melalaikan dari dzikir.

Hari Tasyrik adalah momentum memperbanyak mengingat Allah, bukan sibuk dengan urusan dunia yang berlebihan.

Amalan yang Dianjurkan di Hari Tasyrik

Agar tidak hanya membahas larangan, berikut beberapa amalan sunnah yang sangat dianjurkan:

  1. Memperbanyak Takbir: Takbir muqayyad (setelah shalat fardhu) dilakukan mulai dari Subuh 9 Dzulhijjah hingga Ashar 13 Dzulhijjah. Bacaan takbir: Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa Ilaaha Illallah, Wallahu Akbar, Allahu Akbar, Wa Lillahil Hamd.
  2. Menyembelih Kurban: Bagi yang mampu, penyembelihan kurban masih diperbolehkan hingga akhir hari Tasyrik.
  3. Makan, Minum, dan Berbagi: Nikmati daging kurban bersama keluarga dan bagikan kepada yang membutuhkan.
  4. Memperbanyak Dzikir dan Doa: Baik saat makan, minum, maupun setelah shalat.

Mengapa Ada Larangan Puasa?

Larangan puasa bukan berarti umat Islam dimanjakan, melainkan ada hikmah besar di baliknya. Hari Tasyrik adalah hari raya dan syukur.

Dengan melarang puasa, Rasulullah ingin umatnya fokus menikmati nikmat Allah berupa rezeki kurban. Ini juga menjadi pengingat bahwa Islam adalah agama yang seimbang — ada waktu untuk beribadah ketat (puasa) dan ada waktu untuk bersyukur dengan makan dan minum secara halal.

Bagi jamaah haji di Mina, hari-hari ini diisi dengan melempar jumrah, berdzikir, dan berdoa. Sedangkan bagi yang tidak berhaji, tetap bisa merasakan keutamaannya dengan takbir dan berbagi kurban.

Hari Tasyrik mengajarkan kita tentang keseimbangan hidup. Larangan utamanya adalah berpuasa, karena hari ini memang ditujukan untuk makan, minum, dan berdzikir. Dengan memahami larangan dan amalan di hari ini, kita bisa memaksimalkan keberkahan tiga hari penuh pahala tersebut.

Editor: Ruth Meliana

Tag:  #larangan #pada #hari #tasyrik #amalan #yang #dianjurkan

KOMENTAR