Bukan Hanya Mental, Studi Ungkap Stres Kronis Bisa Pengaruhi Fisik
- Banyak orang menganggap stres hanya berdampak pada suasana hati dan kesehatan mental. Padahal dampaknya bisa meluas, hingga memengaruhi kondisi fisik.
Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Leukocyte Biology mengungkap bagaimana tubuh merespons stres hingga akhirnya memicu gangguan kesehatan.
Penelitian tersebut menemukan bahwa hubungan antara sistem saraf dan sistem kekebalan tubuh memainkan peran penting dalam proses tersebut.
Saat seseorang mengalami stres, tubuh akan mengaktifkan mekanisme pertahanan yang dikenal sebagai respons "fight or flight" atau melawan dan menghindar.
Baca juga: 4 Penyebab Jerawat di Dagu yang Sering Tidak Disadari, Salah Satunya Stres
Respons ini sebenarnya dirancang untuk membantu manusia menghadapi bahaya, seperti serangan predator atau infeksi.
Namun, menurut peneliti utama studi tersebut, Adam Moeser dari Michigan State University, tubuh modern sering kali menghadapi jenis stres yang berbeda, seperti tekanan pekerjaan, tenggat waktu, konflik, atau masalah keuangan.
"Respons melawan atau menghindar tidak akan membantu saya menyelesaikan tumpukan email atau merasa lebih baik karena terlambat membalas pesan," kata Moeser, seperti disadur NBC News, Selasa (2/6/2026).
Ketika stres terjadi terus-menerus, tubuh dapat menganggap tekanan psikologis sebagai ancaman yang harus dilawan.
Baca juga: Suka Sembunyi di Toilet Saat Stres? Ini Penjelasan Psikologisnya
Akibatnya, sistem pertahanan tubuh tetap aktif dalam waktu lama dan memicu berbagai perubahan biologis yang berdampak pada kesehatan.
Kondisi inilah yang disebut sebagai stres kronis, yaitu stres yang berlangsung berulang dan berkepanjangan sehingga tubuh tidak memiliki kesempatan untuk kembali ke kondisi normal.
Sel imun bisa berubah menjadi pemicu penyakit
Dalam penelitian tersebut, tim peneliti mempelajari sel mast, yaitu jenis sel imun yang banyak ditemukan di dinding usus dan kulit. Sel ini berfungsi sebagai alarm tubuh yang bereaksi cepat terhadap ancaman.
Moeser menilai, sel mast tidak hanya merespons infeksi, tetapi juga ancaman yang bersifat psikologis.
Baca juga: Penelitian Ungkap Liburan Tiap 2 Bulan Sekali Bisa Cegah Stres Kerja
Ilustrasi
"Bahkan ada penelitian yang menunjukkan bahwa sel mast di usus dapat aktif ketika seseorang merasa gugup sebelum berbicara di depan umum. Ini menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat antara pikiran dan tubuh," ujarnya.
Dalam kondisi normal, sel mast membantu melindungi tubuh. Namun ketika stres menjadi terlalu berat dan berlangsung lama, fungsi tersebut dapat berubah.
"Ketika respons stres menjadi terlalu berlebihan dan kita tidak mampu kembali ke kondisi seimbang, sel mast yang awalnya melindungi justru dapat menjadi penyebab penyakit," ucap Moeser.
Baca juga: Sarapan Pagi dengan Probiotik Bisa Bantu Perkuat Sistem Imun, Ini Kata Ahli
Aktivasi berlebihan pada sel mast diketahui berkaitan dengan peningkatan peradangan dalam tubuh.
Kondisi ini dapat memicu gejala seperti nyeri, pembengkakan, produksi lendir berlebih, hingga memperburuk gangguan kesehatan seperti sindrom iritasi usus besar (IBS) dan asma.
Peneliti menemukan yang membantu pengobatan di masa depan
Untuk memahami proses tersebut lebih jauh, para peneliti mempelajari reseptor stres bernama CRF1 yang terdapat pada sel mast. Reseptor ini melepaskan sinyal tertentu ketika tubuh merasakan stres.
Dalam percobaan pada tikus dan sel manusia yang dikembangkan di laboratorium, peneliti mengurangi jumlah reseptor tersebut dan mengamati dampaknya.
Baca juga: 6 Vitamin Penting yang Bantu Jaga Daya Tahan Tubuh di Musim Hujan
Hasilnya, aktivitas sel mast saat mengalami stres ikut menurun sehingga risiko gangguan kesehatan juga berkurang.
Temuan ini membuka peluang bagi pengembangan terapi atau obat yang dapat membantu mengendalikan respons stres berlebihan di masa depan.
Meski demikian, para ahli menekankan bahwa langkah paling penting saat ini tetap menjaga kesehatan secara menyeluruh.
Tidur yang cukup, mengonsumsi makanan bergizi, beristirahat secara teratur, berolahraga, dan meluangkan waktu untuk aktivitas yang menyenangkan dapat membantu tubuh mengelola stres dengan lebih baik.
Baca juga: Cuaca Tak Menentu, Ini Cara Menjaga Daya Tahan Tubuh Anak
Tag: #bukan #hanya #mental #studi #ungkap #stres #kronis #bisa #pengaruhi #fisik