Masuk Usia 60 Tahun, Ini Gaya Hidup Sehat yang Disarankan
Ilustrasi lansia.(Dok. Freepik/tirachardz)
19:10
2 Juni 2026

Masuk Usia 60 Tahun, Ini Gaya Hidup Sehat yang Disarankan

- Penelitian menunjukkan bahwa sel-sel tubuh mengalami percepatan penuaan yang signifikan pada rentang usia 44 dan 60 tahun.

Saat mendekati usia 60 tahun, risiko kehilangan massa otot tanpa lemak dan penurunan kepadatan tulang semakin tinggi, sehingga membuat fisik terasa lebih renta.

Meski demikian, kondisi ini bukanlah akhir dari segalanya karena gaya hidup sehat bisa memutarbalikkan atau memperlambat efek tersebut.

"Tidak ada kata terlambat untuk memulai," kata dokter pengobatan keluarga di The Ohio State University Wexner Medical Center, Barbara Bawer, M.D, mengutip Women's Health, Selasa (2/6/2026).

Baca juga: Awas, Konsumsi Gula Berlebih Percepat Penuaan Kulit

Perubahan yang bisa dilakukan di usia 60-an

Menerapkan pola makan nabati

Memperbanyak konsumsi sayuran sangat disarankan karena diet kaya nabati terbukti menunjang fungsi jantung dan otak.

"Apa yang kita makan memainkan peran penting dalam menentukan kesehatan dan kesejahteraan kita," ujar ahli geriatri dan direktur kesehatan kognitif geriatri untuk Pacific Neuroscience Institute di Providence Saint John’s Health Center, Scott Kaiser, M.D.

Pola makan ala Mediterania, misalnya, mampu menurunkan risiko diabetes, kolesterol, dan tekanan darah tinggi berkat asupan fitonutrien. Namun, kebutuhan protein tetap wajib dipenuhi guna mencegah penyusutan massa otot.

Baca juga: Konsumsi Kopi dan Buah Dikaitkan dengan Risiko Penuaan Sel Lebih Rendah

ilustrasi sayur mayurfood my own/freepik ilustrasi sayur mayur

Rutin berolahraga

Olahraga ketahanan juga sebaiknya dirutinkan tiga hingga empat kali seminggu untuk membentuk jaringan sel baru.

"Perempuan perlu melihat latihan kekuatan sebagai hal yang tidak bisa ditawar untuk mencegah pengeroposan otot dan tulang, serta mendukung kemandirian mereka di masa tua," tutur pelatih sekaligus pendiri pusat kebugaran StrongHer, Patricia Greaves, C.P.T.

"Latihan ketahanan juga berdampak langsung pada kepadatan tulang kita. Saat kita mengangkat beban, kita memaksa tulang kita untuk tumbuh lebih kuat," lanjut dia.

Baca juga: Saat Ibu Kehilangan Diri Pasca Melahirkan, Latihan Beban Justru Menyelamatkan Irsani

Menjaga kualitas tidur

Tidur yang berkualitas dibutuhkan untuk membuang zat sisa di dalam tubuh, mengatur ulang jaringan saraf, dan memberikan waktu istirahat pada berbagai sistem di otak.

"Kuantitas dan kualitas tidur memiliki dampak fisiologis mendalam yang memengaruhi pemikiran, memori, dan suasana hati kita sehari-hari, serta risiko penurunan kognitif dan demensia jangka panjang kita," terang Kaiser.

Hindari stres

Menjaga ketenangan pikiran juga penting di usia senja guna memastikan stabilitas emosi bertahan dengan baik.

"Manajemen stres sangat penting karena bisa menyebabkan hal lain berantakan, seperti pola makan, tidur, dan olahraga. Ini juga bisa meningkatkan peradangan, dan hormon stres bisa memengaruhi cara kerja organ," ucap dr. Bawer.

Baca juga: Carmen Lee Pemeran Bibi Lung Awet Muda di Usia 60 Tahun, Tidur 10 Jam Jadi Rahasianya

Ilustrasi meditasi untuk atasi tekanan darah tinggiUnsplash Ilustrasi meditasi untuk atasi tekanan darah tinggi

Cukup mengonsumsi cairan

Menjaga tubuh terhidrasi dengan baik dapat membantu merawat kulit dan fungsi kognitif. Lebih lanjut, dehidrasi kronis berdampak buru bagi organ dalam tubuh.

"Dehidrasi kronis dapat berdampak pada risiko penyakit kardiovaskular, kesehatan ginjal, dan kesehatan otak. Prioritaskan asupan air yang cukup, bahkan saat kamu tidak haus," ucap dr. Kaiser.

Jangan lupa pemeriksaan medis

Di luar kebiasaan sehari-hari, jadwal kontrol medis tahunan sangat penting untuk memantau tekanan darah dan mendeteksi kelainan organ.

Baca juga: Jangan Tunggu Gejala, Lakukan Medical Check Up Rutin

Ilustrasi pemeriksaan tekanan darah.iStockPhoto/Siarhei Khaletski Ilustrasi pemeriksaan tekanan darah.

"Jika kamu mendeteksi penyakit lebih awal, kamu mungkin dapat mengurangi risiko masalah kesehatan jangka panjang secara signifikan," tutur dr. Kaiser.

Jika dibiarkan, masalah tersebut dapat berkembang dan menyebabkan kerusakan pada kesehatan secara menyeluruh, padahal bisa dicegah sejak awal.

Baca juga: 3 Tips Hidup Sehat ala Irfan Prasatya, Pelari Maraton Usia 60 Tahun

Tag:  #masuk #usia #tahun #gaya #hidup #sehat #yang #disarankan

KOMENTAR