Dokter Kulit Sebut 5 Produk Skincare Ini Cuma Buang Uang, Masih Banyak yang Pakai
Banyak orang rela mengeluarkan uang lebih untuk membeli berbagai produk skincare dengan harapan kulit menjadi lebih sehat dan glowing. Namun, tidak semua produk yang populer di pasaran benar-benar memberikan manfaat sesuai klaimnya.
Dokter kulit kosmetik bersertifikat asal Amerika Serikat, Dr. Shereene Idriss, mengungkap ada beberapa jenis produk skincare yang menurutnya tidak sepadan dengan uang yang dikeluarkan konsumen.
Melansir Woman&Home (1/6/2026), Idriss mengatakan masyarakat perlu lebih kritis terhadap produk yang menjanjikan hasil instan atau berpotensi mengganggu lapisan pelindung kulit.
"Segala sesuatu yang mengiritasi atau memicu peradangan pada kulit tidak akan memberikan manfaat terbaik dalam jangka panjang," kata Idriss.
Baca juga: Kenali Tanda Awal Kulit Kekurangan Kolagen dan Cara Memperlambat Penuaan Dini
Produk skincare yang dianggap buang uang
Berikut adalah beberapa produk skincare yang dianggap tidak sepadan dengan klaim atau uang yang dikeluarkan konsumen.
1. Sheet mask dengan bahan aktif
Menurut Idriss, sheet mask sebenarnya tidak bermasalah jika digunakan untuk memberikan hidrasi atau efek menyegarkan.
Namun, ia mengingatkan agar berhati-hati dengan sheet mask yang mengandung bahan aktif seperti retinol.
"Ketika Anda menemukan sheet mask dengan bahan aktif seperti retinol, itu menjadi tanda bahaya karena format produknya tidak sesuai dengan kandungannya," ujar Idriss.
Ia menjelaskan bahan aktif yang kuat dapat meningkatkan risiko iritasi ketika digunakan dalam bentuk sheet mask yang menempel lama di kulit.
Baca juga: Tak Ada yang Instan untuk Dapatkan Kulit Sehat dan Glowing
2. Tisu pembersih makeup
Ilustrasi skincare. Seorang dokter kulit mengungkap lima jenis produk skincare yang dinilai kurang efektif dan berpotensi membuat konsumen mengeluarkan uang tanpa mendapatkan manfaat yang diharapkan.
Produk berikutnya yang dinilai kurang ideal untuk penggunaan rutin adalah tisu pembersih makeup.
Idriss mengakui produk ini bisa membantu dalam kondisi darurat, misalnya saat terlalu lelah untuk mencuci wajah.
Namun, penggunaan setiap hari dinilai kurang efektif membersihkan kulit secara menyeluruh.
Selain itu, gerakan menggosok saat menggunakan tisu pembersih juga berpotensi mengganggu lapisan pelindung kulit dan menyebabkan iritasi dalam jangka panjang.
Baca juga: Kulit Sehat Tidak Cukup dengan Skincare, Nutrisi Jadi Kunci Utama
3. Scrub wajah berbutir kasar
Banyak orang masih menggunakan scrub wajah untuk mengangkat sel kulit mati.
Padahal, menurut Idriss, produk eksfoliasi fisik dengan butiran kasar dapat menyebabkan luka mikro pada permukaan kulit.
Jika digunakan terlalu sering, kondisi tersebut bisa memicu peradangan dan merusak skin barrier. Karena itu, ia menyarankan masyarakat lebih berhati-hati dalam memilih produk eksfoliasi.
4. Krim yang mengklaim mengandung kolagen
Kata "kolagen" sering menjadi daya tarik utama dalam berbagai produk perawatan kulit.
Namun, Idriss mengatakan krim dengan label kolagen sering kali disalahpahami oleh konsumen.
Menurutnya, molekul kolagen terlalu besar untuk menembus lapisan kulit dan membangun kembali kolagen dari dalam.
"Label kolagen membuat orang berpikir produk itu akan mengembalikan kolagen mereka, padahal sebenarnya hanya berfungsi sebagai pelembap," kata Idriss.
5. Produk yang menjanjikan hasil instan
Idriss juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai produk yang menjanjikan perubahan dramatis dalam waktu sangat singkat.
Menurut dia, kesehatan kulit tidak dibangun dalam semalam. Perbaikan kondisi kulit membutuhkan waktu, konsistensi, dan rutinitas yang tepat.
"Perubahan yang nyata dan bertahan lama terjadi secara bertahap, bukan secara instan," ujarnya.
Baca juga: Tren Remaja Pakai Skincare Anti-aging, Perlukah?
Fokus pada rutinitas dasar
Alih-alih terus mencoba berbagai produk yang menjanjikan hasil cepat, Idriss menyarankan untuk kembali pada dasar perawatan kulit.
Menurut dia, rutinitas sederhana yang terdiri dari pembersih wajah yang lembut, pelembap, dan tabir surya yang digunakan secara konsisten justru lebih penting untuk menjaga kesehatan kulit dalam jangka panjang.
Ia menekankan bahwa konsumen sebaiknya tidak mudah tergoda oleh klaim pemasaran yang terdengar terlalu bagus untuk menjadi kenyataan.
Baca juga: Bukan Cuma Skincare, Perawatan Rambut Kini Jadi Tren Besar di Industri Kecantikan
Tag: #dokter #kulit #sebut #produk #skincare #cuma #buang #uang #masih #banyak #yang #pakai