Dadan Hindayana Lulusan Jurusan Apa? Mantan Kepala BGN Jadi Tersangka Korupsi MBG
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana (Antara)
13:23
4 Juni 2026

Dadan Hindayana Lulusan Jurusan Apa? Mantan Kepala BGN Jadi Tersangka Korupsi MBG

Dadan Hindayana dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) oleh Presiden Prabowo Subianto pada Selasa, 2 Juni 2026.

Sehari kemudian, mantan akademisi berlatar belakang pertanian ini ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Kejaksaan Agung.

Kasus ini menimbulkan pertanyaan publik tentang latar belakang pendidikan Dadan Hindayana. Lantas, sebenarnya Dadan Hindayana jurusan apa?

Latar Belakang Pendidikan Dadan Hindayana

Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana (Instagram)Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana (Instagram)

Dadan Hindayana lahir di Garut, Jawa Barat, pada 10 Juli 1967. Ia menyelesaikan pendidikan menengah di SMA Negeri Cimindi, sekarang SMA Negeri 13 Bandung, pada 1986, seangkatan dengan Panglima TNI Agus Subiyanto.

Pendidikan tingginya dimulai di Institut Pertanian Bogor (IPB). Ia lulus Sarjana (S1) tahun 1990 dari Jurusan Proteksi Tanama* (Hama dan Penyakit Tumbuhan), Fakultas Pertanian, dan bahkan dinobatkan sebagai lulusan terbaik jurusan tersebut. Fokus studinya adalah bidang pertanian, khususnya pengendalian hama.

Setelah itu, Dadan melanjutkan studi ke Jerman. Ia meraih gelar Master (S2) di bidang Entomologi Terapan dari Universitas Bonn pada 1997, dan gelar Doktor (S3) di Leibniz Universität Hannover pada tahun 2000.

Sepanjang karir akademiknya, ia dikenal sebagai pakar entomologi — ilmu yang mempelajari serangga. Sebelum terjun ke birokrasi, Dadan adalah dosen di Departemen Proteksi Tanaman IPB, dengan banyak publikasi di jurnal internasional.

Karier dan Pengangkatan Dadan Hindayana sebagai Kepala BGN

Kepala BGN Dadan Hindayana (bgn.go.id)Kepala BGN Dadan Hindayana (bgn.go.id)

Sebelum menjabat Kepala BGN, Dadan memiliki rekam jejak sebagai akademisi dan administrator kampus. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Pengembangan Institusi dan Usaha IPB serta posisi strategis lainnya.

Pada 19 Agustus 2024, Presiden Joko Widodo melantiknya sebagai Kepala BGN pertama — lembaga baru yang dibentuk untuk mengurus pemenuhan gizi nasional, termasuk program MBG.

Program MBG adalah program prioritas pemerintahan Prabowo Subianto yang bertujuan menyediakan makanan bergizi gratis bagi siswa PAUD hingga SMA, ibu hamil, menyusui, dan balita. Targetnya ambisius: mengurangi stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

BGN bertanggung jawab atas pengelolaan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) dengan anggaran triliunan rupiah.

Namun, selama kepemimpinan Dadan, program ini dihantui berbagai masalah: keracunan massal di beberapa daerah, isu tata kelola, dan dugaan pemborosan anggaran.

Dugaan Korupsi dan Status Tersangka Dadan Hindayana

Tersangka dugaan tindak pidana korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana berada di dalam mobil tahanan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (3/6/2026). [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/bar]Tersangka dugaan tindak pidana korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana berada di dalam mobil tahanan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (3/6/2026). [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/bar]

Pada 3 Juni 2026, Kejaksaan Agung menetapkan Dadan Hindayana beserta dua wakil kepala BGN — Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung — sebagai tersangka.

Mereka diduga melakukan mark-up pada pengadaan barang, termasuk 21.801 unit motor listrik senilai sekitar Rp1 triliun, serta pengadaan sepatu, televisi, dan barang lainnya.

Modus yang diduga adalah mengintervensi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sehingga pengadaan tidak sesuai kebutuhan riil di lapangan. Potensi kerugian negara disebut mencapai triliunan rupiah.

Ketiganya dijerat dengan Pasal 603 dan 604 jo Pasal 20 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Dadan ditahan setelah menjalani pemeriksaan intensif.

Sementara itu, harta kekayaan Dadan berdasarkan LHKPN tercatat sekitar Rp9 miliar. Hal ini ikut menjadi sorotan publik.

Kasus korupsi Dadan Hindayana menjadi pukulan telak bagi program MBG yang diharapkan menjadi legacy pemerintahan baru.

Editor: Ruth Meliana

Tag:  #dadan #hindayana #lulusan #jurusan #mantan #kepala #jadi #tersangka #korupsi

KOMENTAR