Dokter Anak Ungkap Gangguan Pencernaan Tak Cuma di Perut, tapi Pengaruhi Otak
- Menghadapi anak yang tiba-tiba rewel tanpa sebab yang jelas tentu membingungkan orangtua. Banyak yang mengira perubahan perilaku ini murni karena kelelahan atau fase tumbuh kembang biasa.
Padahal, tubuh manusia memiliki sistem organ yang saling terhubung. Akar dari perubahan suasana hati anak bisa saja berasal dari ketidaknyamanan di area perut. Fenomena ini dikenal dengan gut-brain axis.
"Jadi sebenarnya gini, organ tubuh manusia itu kan ada sangat-sangat banyak ya, sistemnya gitu. Nah, tapi cuman satu organ yang dia punya kontak langsung ke otak," papar dr. Miza Afrizal Azwir, Sp.A, BMedSci, MKes dalam acara Digestion Expert Lab di Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Jumat (5/6/2026).
Baca juga: Waspadai 4 Gangguan Pencernaan Anak Ini, Ada Sembelit
Mengenal hubungan langsung perut dan otak anak
Pertukaran sinyal tanpa perantara
Organ pencernaan memiliki keistimewaan dibandingkan organ tubuh lainnya. Saluran ini dibekali dengan sistem saraf mandiri yang memungkinkannya berinteraksi dengan otak dalam hitungan detik.
Ketika terjadi masalah pada proses penyerapan makanan atau keseimbangan bakteri di dalam lambung, informasi tersebut akan langsung dikirimkan ke pusat kendali tubuh.
"Itu dia saluran pencernaan. Jadi, saluran pencernaan tuh kalau misalnya mau kayak 'komunikasi' sama otak, mereka kayak bisa langsung komunikasi langsung gitu. Jadi mereka enggak perlu pakai kayak perantara," papar dr. Miza.
Jalur komunikasi ini bisa terjadi karena saluran pencernaan memiliki jaringan saraf mandiri yang terhubung langsung ke otak. Karena jalurnya langsung, sinyal informasi dari perut tidak perlu transit atau melewati organ lain terlebih dahulu.
Itulah sebabnya, ketika perut anak mengalami kembung, begah, atau bermasalah, otak akan langsung menangkap sinyal ketidaknyamanan tersebut dengan sangat cepat.
"Artinya, tektokannya lebih cepat, lebih jelas. Nah, jadi kalau misalnya saluran pencernaan manusia atau dalam hal ini kita ngomonginnya anak, itu dia ada gangguan, dia akan langsung efeknya bisa langsung ke mana-mana," ucap dr. Miza.
Baca juga: 3 Tanda Gangguan Pencernaan pada Anak yang Harus Diwaspadai
Dokter spesialis anak Miza Afrizal Azwir, Sp.A, BMedSci, MKes dalam acara LACTOGROW Digestion Expert Lab di Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Jumat (5/6/2026).
Pemicu rewel dan suasana hati memburuk
Anak-anak pada usia dini belum memiliki kemampuan untuk mendeskripsikan letak dan jenis rasa sakit yang dialami tubuhnya. Saat saluran cerna bermasalah, otak merespons sinyal sakit tersebut dengan mengaktifkan mode siaga.
Kondisi ini membuat anak merasa serba salah dan meluapkan rasa frustrasinya lewat tangisan. Mereka bisa mendadak tidak mau lepas dari pelukan orangtua, menolak diletakkan di kasur, dan kehilangan minat pada mainan kesukaannya.
"Ke mana-mana itu (dampaknya), bisa ada pengaruh sama mood-nya anak. Anaknya jadi rewel, anaknya jadi clingy. Jadi kayak, pokoknya kayak salah terus gitu. Diapain salah, digendong salah, ditaruh salah, diapain salah," jelas dr. Miza.
Sinyal darurat dari usus mengambil alih regulasi emosi anak. Tangisan adalah satu-satunya metode paling efektif bagi mereka untuk meminta orang dewasa segera melakukan sesuatu untuk meredakan rasa tidak enak di perutnya.
Baca juga: Cara Bedakan Anak GTM karena Picky Eater atau Gangguan Pencernaan
Gangguan tidur yang menghambat pertumbuhan
Dampak dari komunikasi langsung antara perut dan otak ini tidak hanya berhenti pada perubahan tingkah laku di siang hari. Proses istirahat anak pada malam hari ikut terganggu secara signifikan.
"Habis memengaruhi ke mood, bisa memengaruhi perkembangan otak juga, karena tadi saya bilang, dia hubungannya mereka itu langsung, karena yang saling mengirim sinyal," terang dr. Miza.
Sensasi kembung atau perut melilit memaksa otak untuk terus terjaga dari fase tidur lelap. Akibatnya, anak terbangun berulang kali di tengah malam sambil menangis.
Padahal, kualitas dan kuantitas tidur memegang peranan esensial bagi proses regenerasi sel, pembentukan hormon, dan pematangan jaringan otak balita.
Tidur yang terus-menerus terpotong akibat masalah pencernaan pada akhirnya akan mengancam tumbuh kembang fisik buah hati secara keseluruhan.
"Karena tidurnya kebangun-bangun terus malam, sementara kita tahu tidur sepenting itu dalam pertumbuhan tubuh serta otak manusia. Jadi kalau tidurnya tidak berkualitas, semuanya juga dia bisa berpengaruh gitu," pungkas dr. Miza.
Tag: #dokter #anak #ungkap #gangguan #pencernaan #cuma #perut #tapi #pengaruhi #otak