Review Sandal Barefoot Lokal Pyopp Fledge Jelajah, Aman untuk Lari?
Bagi sebagian besar pelari, lari menggunakan sandal mungkin terdengar ekstrem atau bahkan berisiko. Kendati begitu, penggunaan sandal barefoot kini makin populer.
Produk lokal Pyopp Fledge Jelajah Barefoot Sandal menjadi salah satu yang paling populer dan direkomendasikan.
Lantas seperti apa review penggunaan sandal tersebut untuk lari? Mari simak ulasan berikut.
Review Pyopp Fledge Jelajah Barefoot Sandal
Berbeda dengan sepatu lari modern yang mengutamakan bantalan tebal, sandal ini memangkas habis komponen upper dan menyisakan jalinan straps pengikat saja.
Sensasi berlari tanpa alas kaki yang dihadirkan oleh produk ini memberikan pengalaman baru yang menantang dalam konteks positif.
Kreator konten sekaligus pelari, A Rachman, memberikan ulasan jujur mengenai impresi pertama saat dirinya mencoba produk lokal tersebut untuk beraktivitas.
"Setelah saya cobain kayak apa ya, kayak enggak nyangka aja kita bisa lari di atas sandal gitu kan," ujarnya.
Menurutnya, sandal tersebut menawarkan ground feel yang sangat tinggi karena solnya yang tipis dan keras.
Pyopp Fledge Jelajah Road Barefoot Flip FlopsA Rachman menggambarkan sensasinya dengan sangat lugas: "Gak ada feel empuk-empuknya itu sama sekali, jangan kalian berharap seperti itu... Jadi benar-benar ya nyaris kayak berdiri di atas triplek aja mungkin ya."
Meski terdengar kaku, justru inilah inti dari barefoot running. Tanpa bantuan bantalan, kaki dipaksa bekerja secara alami untuk meredam benturan.
Performa
Dalam uji coba larinya, A Rachman merasa sandal ini sangat mumpuni untuk lari santai (easy run) di area jalan datar.
Namun, ia mencatat adanya keterbatasan jika dipaksa lari dalam kecepatan tinggi (high pace).
Menurutnya, sandal ini lebih mengedepankan kenyamanan sirkulasi dan kebebasan jari kaki.
"Terasa rileks aja gitu rasanya, seger banget karena memang sirkulasinya bagus dan juga jari-jari kita itu bisa bergerak dengan sangat bebas," ungkapnya.
Setelah mencoba Pyopp Fledge Jelajah, ada tiga manfaat utama yang disoroti oleh A Rachman.
Pertama adalah otot kaki lebih kuat dan mandiri. Otot-otot kecil yang biasanya "manja" karena bantuan sepatu, kini mulai aktif kembali.
Kedua adalah form lari membaik. Secara otomatis, pelari akan mendarat dengan bagian tengah kaki (midfoot strike) daripada tumit.
Ketiga adalah propriosepsi. Koneksi otak dan telapak kaki lebih tajam karena bisa merasakan tekstur permukaan tanah.
Pemilihan Ukuran
Satu hal krusial yang ditekankan oleh A Rachman sebelum membeli sandal ini adalah masalah ukuran.
Berbeda dengan sepatu lari yang biasanya membutuhkan ruang sisa, sandal barefoot harus pas (snug) agar tidak menyebabkan lecet.
A Rachman menyarankan agar calon pembeli menurunkan satu nomor dari ukuran sepatu biasanya.
"Saran saya ke teman-teman juga memang tetap downsize satu ukuran," tegasnya dalam video tersebut.
Ia mencontohkan dirinya yang biasa memakai ukuran 42, namun merasa ukuran 41 di seri Jelajah ini sangat pas untuk berlari.
Meski memiliki banyak manfaat, A Rachman memperingatkan agar pelari tidak langsung "gas pol" saat pertama kali beralih ke sandal barefoot.
Ia sendiri merasakan otot kakinya langsung kaku setelah mencoba lari sejauh 3 km di awal transisi.
Di website resminya, Pyopp Fledge Jelajah Road Barefoot Flip Flops dibanderol dengan harga mulai Rp360 ribuan. Tertarik mencobanya untuk lari?
Tag: #review #sandal #barefoot #lokal #pyopp #fledge #jelajah #aman #untuk #lari