Duka di Maybrat: Dua Prajurit TNI AL Gugur Usai Kontak Tembak dengan KKB, Senjata Dirampas
Ilustrasi penembakan. [Ist]
07:04
23 Maret 2026

Duka di Maybrat: Dua Prajurit TNI AL Gugur Usai Kontak Tembak dengan KKB, Senjata Dirampas

Situasi keamanan di wilayah Papua Barat Daya kembali memanas setelah terjadi insiden kontak tembak antara prajurit TNI Angkatan Laut (TNI AL) dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Peristiwa yang terjadi di Kabupaten Maybrat ini mengakibatkan dua prajurit terbaik bangsa gugur di medan tugas, sementara satu prajurit lainnya dilaporkan dalam kondisi kritis.

Kejadian ini menambah daftar panjang rentetan kekerasan yang melibatkan kelompok separatis di wilayah kepala burung Papua.

Insiden maut tersebut dilaporkan terjadi di Kampung Sori, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, pada Minggu (22/3) pagi sekitar pukul 07.00 WIT.

Wilayah Aifat Selatan memang dikenal sebagai salah satu titik dengan kerawanan tinggi karena kondisi geografisnya yang berupa hutan lebat dan perbukitan, yang sering dimanfaatkan oleh kelompok bersenjata untuk melakukan serangan mendadak terhadap aparat keamanan maupun warga sipil.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kedua prajurit yang gugur dalam menjalankan tugas negara tersebut berinisial Prada Marinir AS yang berasal dari satuan Yonmar 7 dan Prada Marinir ES dari satuan Yonmar 10.

Selain korban jiwa, satu prajurit lainnya yakni Kopda Marinir ES dari Yonmar 7, saat ini tengah berjuang melewati masa kritis akibat luka tembak yang dideritanya dalam kontak senjata tersebut.

Pasca-kejadian, prioritas utama aparat adalah melakukan evakuasi terhadap para korban. Ketiga prajurit Marinir tersebut segera dilarikan menuju Kota Sorong untuk mendapatkan penanganan medis darurat.

Saat ini, para korban telah berada di Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) dr. R. Oetojo Sorong.

Selain jatuhnya korban jiwa dan luka, pihak berwenang juga melaporkan adanya kerugian materiil berupa hilangnya dua pucuk senjata api milik prajurit yang dirampas oleh anggota KKB sesaat setelah kontak tembak terjadi.

Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, memberikan perhatian serius terhadap tragedi ini. Di tengah suasana duka, Gubernur Elisa Kambu didampingi Bupati Maybrat langsung bergerak memberikan dukungan moril.

Kehadiran pimpinan daerah ini bertujuan untuk memastikan bahwa keluarga korban mendapatkan perhatian penuh dari pemerintah daerah maupun pusat atas pengabdian yang telah diberikan oleh para prajurit tersebut.

“Kita turut berbelasungkawa atas gugurnya dua putra terbaik bangsa yang saat ini sedang menjalankan tugas negara. Kita semua berharap ke depan para personel yang bertugas lebih berhati-hati, sehingga kejadian serupa tidak terulang,” kata Elisa Kambu sebagaimana dilansir Antara.

Gubernur menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di tengah keluarga korban adalah bentuk empati dan penghormatan tertinggi.

Dukungan moral sangat dibutuhkan mengingat para prajurit ini gugur saat menjaga kedaulatan dan stabilitas di wilayah Papua Barat Daya yang merupakan provinsi termuda di Indonesia.

“Kami hadir untuk memberikan doa dan dukungan kepada keluarga kedua prajurit yang gugur,” ujarnya.

Lebih lanjut, Elisa Kambu menyoroti eskalasi kekerasan yang belakangan ini kerap terjadi di beberapa titik di wilayahnya.

Ia menyatakan keprihatinan mendalam atas hilangnya nyawa manusia dalam konflik yang terus berlanjut.

Menurutnya, segala bentuk tindakan kekerasan tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun karena hanya akan meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan menghambat pembangunan di Papua.

“Ke depan kita berharap tidak ada lagi tindakan seperti ini yang sampai merenggut nyawa manusia,” katanya.

Gubernur juga memaparkan bahwa insiden serupa tidak hanya terjadi di Maybrat, tetapi juga sempat pecah di wilayah Kabupaten Tambrauw dalam beberapa waktu terakhir.

Kondisi ini menunjukkan adanya pola gangguan keamanan yang perlu diantisipasi secara serius melalui koordinasi lintas sektor antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah.

Stabilitas keamanan menjadi syarat mutlak agar roda pemerintahan dan aktivitas ekonomi masyarakat di Papua Barat Daya dapat berjalan normal.

Dalam pandangan Gubernur, diperlukan penguatan konsolidasi untuk menjaga keamanan wilayah.

Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak menutup mata dan berperan aktif dalam menjaga lingkungan mereka dari pengaruh kelompok-kelompok yang ingin mengacaukan situasi keamanan.

“Kewajiban kita adalah memastikan masyarakat ikut berpartisipasi dalam menciptakan kondisi yang aman di wilayah ini,” ujarnya.

Hingga saat ini, aparat keamanan gabungan dilaporkan masih melakukan pengejaran terhadap kelompok pelaku yang melarikan diri ke arah hutan usai melakukan penyerangan dan perampasan senjata.

Penjagaan di titik-titik rawan di Distrik Aifat Selatan dan sekitarnya juga diperketat guna mencegah adanya serangan susulan serta untuk memberikan rasa aman bagi warga setempat yang merasa khawatir pasca-insiden kontak tembak tersebut.

Editor: Bangun Santoso

Tag:  #duka #maybrat #prajurit #gugur #usai #kontak #tembak #dengan #senjata #dirampas

KOMENTAR