Nasib Tragis Akhir Hidup Cucu Mpok Nori, Dibunuh Suami Siri Usai Ditalak
Ilustrasi garis polisi. Polres Binjai kantongi identitas pelaku di balik kasus mayat ditinggal dalam bagasi mobil di Rumah Sakit OG, Kota Binjai.(KOMPAS.com/ Kafi)
07:54
23 Maret 2026

Nasib Tragis Akhir Hidup Cucu Mpok Nori, Dibunuh Suami Siri Usai Ditalak

Rekaman kamera pengawas (CCTV) memperlihatkan FD (49) pelaku pembunuhan Dwhinta Anggary (37), cucu seniman Betawi legendaris Mpok Nori, saat melintas di Jalan Daman I, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (21/3/2026)Dok: KELUARGA/PRIBADI. Rekaman kamera pengawas (CCTV) memperlihatkan FD (49) pelaku pembunuhan Dwhinta Anggary (37), cucu seniman Betawi legendaris Mpok Nori, saat melintas di Jalan Daman I, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (21/3/2026)

– Nasib tragis dialami Dwhinta Anggary (37), perempuan yang ditemukan tewas di kamar kontrakannya di Jalan Daman I, RT 08/RW 02, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (21/3/2026).

Korban yang merupakan cucu seniman legendaris Betawi, Mpok Nori, diduga dibunuh oleh mantan suami sirinya berinisial FD (49), warga negara Irak yang dikenalnya saat bekerja sebagai TKI di Malaysia.

Keduanya diketahui telah menikah siri sejak 2019.

Pisah rumah usai ditalak

Kakak kandung korban, Dian Puspitasari (40), mengungkapkan bahwa hubungan keduanya telah berakhir sejak awal Februari 2026 setelah korban ditalak secara lisan.

Baca juga: Penampakan TKP Pembunuhan Cucu Mpok Nori oleh Mantan Suami Warga Irak

"Sama mantan suaminya itu sudah ditalak secara omongan. Dikira suaminya ini sudah pergi jauh, enggak tahunya dia pindah ngontrak di depan," kata Dian, saat ditemui Kompas.com, di kediamannya, Minggu (22/3/2026).

Sebelumnya, pasangan tersebut sempat tinggal di kawasan Puncak, Bogor, sebelum akhirnya menetap di Cipayung.

Keluarga duga dipicu cemburu

Selama berumah tangga, Dian mengaku tidak pernah mendengar secara langsung adanya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Namun, ia melihat adanya perubahan hubungan setelah korban mulai aktif bekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

"Sejak adik saya kerja, temannya jadi banyak, ada aktivitas di luar dan banyak interaksi. Mungkin dia (pelaku) cemburu," ujar Dian.

Baca juga: CCTV Ungkap Detik-detik Pembunuhan Cucu Mpok Nori, Pelaku Pantau Korban Sebelum Beraksi

Ia juga menuturkan bahwa pelaku cenderung membatasi pergaulan korban dan memiliki karakter komunikasi yang keras.

Dian mengungkapkan, selama pernikahan, korban sempat mengalami tiga kali keguguran.

Dalam kondisi tersebut, pelaku disebut tidak mendampingi korban.

"Sampai dikuburin pun itu adik saya yang cowok yang selalu mengazanin, yang mengurusin semuanya," tutur Dian.

Ditemukan tewas di kamar

Sebelum kejadian, warga sempat melihat pelaku dan korban terlibat cekcok pada Kamis (19/3/2026) malam.

Korban yang akrab disapa Anggi ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di atas kasur kamar kontrakannya.

“Kami melihatnya posisinya begitu (telentang) dan ada luka di leher,” kata Dian.

Dian mengatakan, dirinya berkomunikasi terakhir dengan korban terjadi pada Kamis malam sekitar pukul 21.30 WIB.

“Nah, pas hari Jumat memang kita enggak ketemu, karena kan itu pada sibuk masing-masing mau Lebaran,” ujar dia.

Diduga sudah dipantau pelaku

Dian mengaku sempat melintas di rumah korban sehari setelahnya, namun tidak menaruh curiga karena kondisi rumah tampak tertutup.

Ia menduga korban telah lama dipantau oleh pelaku sebelum kejadian.

“Terakhir itu saya mau ke pasar hari Kamis, papasan sama saudara saya. Ternyata dia (pelaku) ada di belakang,” ucap dia.

Aksi pelaku terekam kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi.

Baca juga: CCTV Ungkap Detik-detik Pembunuhan Cucu Mpok Nori, Pelaku Pantau Korban Sebelum Beraksi

Dalam rekaman, pelaku terlihat mondar-mandir sebelum melancarkan aksinya.

“Tersangka sempat bolak-balik mantau pakai motor. Nah, di atas jam dua belas itu dia balik lagi bawa karpet, gagang pacul, sama lakban,” ungkap Dian.

Pelaku terlihat datang sekitar pukul 00.03 WIB dengan membawa senjata tajam dan keluar sekitar pukul 00.09 WIB.

“Pas keluar bajunya sudah beda,” ujar Dian.

Pisau yang diduga digunakan dalam aksi tersebut sempat disembunyikan di kontrakan pelaku sebelum akhirnya ditemukan.

Sosok korban di mata keluarga

Di mata keluarga, korban dikenal sebagai pribadi yang baik, penurut, dan mudah mengalah.

"Korban itu baik banget, penurut, dan suka mengalah. Soalnya kadang kalau kita omelin atau sindir-sindir, dia cuma nyengir saja, murah senyum orangnya," kata Dian.

Korban juga dikenal sangat menyayangi anak-anak, terutama keponakan di lingkungan keluarga.

Atas peristiwa tersebut, keluarga berharap pelaku mendapat hukuman setimpal.

“Kalau pelaku ya hukum seadil-adilnya saja, seberat mungkin. Tapi, kita ikuti prosedur dari kepolisian saja,” kata Dian.

Sebelumnya diberitakan, korban ditemukan setelah ibu dan adiknya mencoba mengecek kondisi korban yang tidak merespons.

Baca juga: Sebelum Dibunuh, Cucu Mpok Nori Sering Ribut dengan Mantan Suami

Sang adik kemudian masuk melalui jendela yang terbuka dan mendapati korban telah meninggal dunia.

“Korban ditemukan meninggal dunia di lantai dengan kondisi di lantai dan kasur terdapat darah mengering,” ujar Kepala Subdit Resmob Polda Metro Jaya, AKBP Ressa Fiardi Marasabessy.

Pelaku ditangkap saat hendak kabur

Polisi kemudian menangkap FD di ruas tol menuju Merak, pada Sabtu (21/3/2026).

Penangkapan dilakukan setelah petugas melacak keberadaan pelaku yang sempat berada di kawasan Puncak, Bogor.

Kanit Reskrim Polsek Cipayung Iptu Edi Handoko mengatakan, pelaku sempat bergerak menuju Bandara Soekarno-Hatta sebelum akhirnya ditangkap di jalan tol.

"Diduga tujuannya melarikan diri. Lari ke sana lari ke sini. FD ini statusnya masih WNA. Bahasa Indonesia pun belum lancar," ungkap Edi.

Saat ini, pelaku telah diamankan di Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Tag:  #nasib #tragis #akhir #hidup #cucu #mpok #nori #dibunuh #suami #siri #usai #ditalak

KOMENTAR