Anggaran Pendidikan Tak Dikurangi, Diperkuat Lewat Revitalisasi Sekolah
- Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari menegaskan anggaran pendidikan tidak mengalami pengurangan, melainkan justru diperkuat lewat program revitalisasi sekolah dan pembangunan Sekolah Rakyat.
Qodari menyebut program tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan, tetapi juga memberikan efek ganda terhadap perekonomian.
Baca juga: KSP Ungkap Sebaran 104 Sekolah Rakyat Permanen, Terbanyak di Jawa
“Penting kami tegaskan bahwa program revitalisasi sekolah dan Sekolah Rakyat bukan hanya program di pendidikan, tapi memiliki dampak ekonomi yang luas atau multiplier effect yang nyata,” ujar Qodari dikutip dari keterangan pers Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, Rabu (25/3/2026).
Menurut Qodari, keberlanjutan program revitalisasi sekolah dan pembangunan Sekolah Rakyat menjadi bukti komitmen pemerintah dalam memperkuat anggaran pendidikan.
Baca juga: Mensos Pastikan Sekolah Rakyat Tidak Terdampak Efisiensi Anggaran
“Dengan tetap berjalannya program revitalisasi sekolah dan pembangunan Sekolah Rakyat ini menunjukkan bahwa tidak ada pengurangan terhadap anggaran pendidikan, justru membuktikan bahwa anggaran pendidikan akan terus diperkuat,” ujar dia.
Program revitalisasi sekolah pada tahun 2025 telah mencapai 16.167 satuan pendidikan, meningkat dari target awal pemerintah yang hanya 10.000 sekolah.
Hingga 11 Maret 2026, sebanyak 16.062 sekolah telah menyelesaikan pembangunan, sementara 105 sekolah lainnya masih dalam proses penyelesaian.
Selain revitalisasi sekolah, pemerintah juga menjalankan program Sekolah Rakyat. Program ini menjadi prioritas untuk memperluas akses pendidikan bagi kelompok masyarakat rentan, khususnya desil 1 dan 2 atau 20 persen masyarakat terbawah.
Baca juga: Prabowo Rampungkan Revitalisasi 16.062 Sekolah hingga Maret 2026
“Pada pembangunan tahap 2 ini ditargetkan menyerap sekitar 58.000 tenaga konstruksi dan didukung sekitar 5.200 tenaga pendidik. Sehingga sekali lagi tidak hanya memperluas akses pendidikan tapi juga membuka lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi lokal,” jelas Qodari.
Setiap Sekolah Rakyat dirancang memiliki kapasitas 1.080 siswa per tahun. Hingga 2029, pemerintah menargetkan pembangunan 500 Sekolah Rakyat yang mampu menjangkau sekitar 540.000 siswa kurang mampu setiap tahun.
Baca juga: KSP Ungkap Program Revitalisasi Sekolah Dikelola Satuan Pendidikan, Bukan Pemda
Pembangunan tahap kedua Sekolah Rakyat mencakup 104 lokasi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, meliputi 40 lokasi di Jawa, 26 di Sumatra, 12 di Kalimantan, 16 di Sulawesi, 3 di Bali dan Nusa Tenggara, 4 di Maluku, dan 3 di Papua.
Tag: #anggaran #pendidikan #dikurangi #diperkuat #lewat #revitalisasi #sekolah