Menlu Minta UNIFIL Investigasi Kasus Prajurit TNI Gugur di Lebanon
Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono meminta United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) melakukan investigasi penuh dan menyeluruh atas tewasnya seorang prajurit TNI di Lebanon pascaserangan Israel.
Sugiono menegaskan, investigasi itu diperlukan agar dapat menemukan sumber serangan yang terjadi di Lebanon Selatan itu.
"Kemudian (kami) meminta investigasi penuh dari Unifil untuk bisa menemukan sumber dari insiden ini," kata Menlu Sugiono di Tokyo, Jepang, Senin (30/3/2026), dikutip dari tayangan Kompas TV.
Sugiono juga mengecam keras insiden ini sekaligus serangan-serangan yang dilakukan oleh Israel di wilayah Lebanon Selatan.
Baca juga: Dasco Kecam Serangan Israel Tewaskan Prajurit TNI Praka Farizal di Lebanon
Ia mendesak semua pihak yang terlibat untuk melakukan deeskalasi dan gencatan senjata.
Sugiono menegaskan, semua permasalahan semestinya bisa diatasi melalui meja-meja perundingan, terlebih eskalasi yang memanas selama sebulan terakhir memberi dampak nyata bagi masyarakat sekitar.
"Bapak Presiden juga telah menawarkan untuk menjadi mediator, sehingga upaya-upaya yang mengarah kepada deeskalasi dan gencatan senjata dapat dilakukan," kata Sugiono.
Sementara terkait prajurit yang gugur, Sugiono menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya dan penghormatan yang setinggi-tingginya atas pengabdiannya.
"Penghargaan yang setinggi-tingginya kepada prajurit kita yang gugur, memberikan yang terbaik bukan hanya bagi nama harum dan nama baik bangsa dan negara. Tetapi juga menjalankan misi kemanusiaan yang sangat penting bagi perdamaian dan kelangsungan hidup manusia," ucap dia.
Baca juga: TNI Diminta Evaluasi Total Usai Prajurit Perdamaian Gugur akibat Serangan Israel
Sugiono memastikan pemulasaraan jenazah akan dilakukan segera.
Kementerian Luar Negeri (Kemelu) sudah menugaskan Kedutaan Besar RI (KBRI) di Beirut, Lebanon untuk menyiapkan berbagai langkah pemulasaraan dan memonitor keadaan para prajurit Indonesia.
"Dan juga rencananya pada hari Senin pagi waktu New York, Kepala Perwakilan Indonesia di New York PBB akan bertemu dengan Under Secretary General UN yang mengurusi masalah Peacekeeping Force untuk membicarakan masalah-masalah yang sifatnya pengembalian atau pemulasaraan jenazah prajurit kita," kata Sugiono.
Baca juga: Pasukan Perdamaian TNI Gugur di Lebanon, Legislator: Ini Kejahatan Perang
Prajurit TNI gugur di Lebanon
Diberitakan sebelumnya, empat prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam Satuan Tugas Kontingen Garuda (Konga) TNI di misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) menjadi korban atas serangan Israel ke Lebanon Selatan, Minggu (29/3/2026).
Berdasarkan informasi terbaru dari Markas Besar (Mabes) TNI, mereka adalah Prajurit Kepala (Praka) Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, Praka Farizal Rhomadhon, dan Praka Arif Kurniawan.
“Praka Farizal Rhomadhon dinyatakan gugur, Praka Rico Pramudia mengalami luka berat, serta Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan yang saat ini telah mendapatkan penanganan medis,” kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah kepada Kompas.com, Senin (30/3/2026).
Baca juga: Duka PBB atas Gugurnya Prajurit UNIFIL RI, Kecam Serangan di Lebanon
Aulia mengungkapkan, keempat korban merupakan anggota Kompi C United Nations Position (UNP) 7-1 dari Satuan Tugas (Satgas) Batalyon Mekanis (Yonmek) XXIII-S yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Untuk penanganan medis, dua prajurit yang mengalami luka ringan dirawat di Hospital Level I UNIFIL, yakni fasilitas kesehatan dasar milik pasukan PBB.
Sementara itu, prajurit yang mengalami luka berat dievakuasi menggunakan helikopter ke Rumah Sakit St. George di Beirut untuk perawatan lanjutan.
“Adapun prajurit yang gugur saat ini disemayamkan di East Sector Headquarters (HQ) dan dalam penyelesaian administrasi pemulangan ke Indonesia dengan dibantu oleh pihak KBRI Beirut,” ungkap dia.
Tag: #menlu #minta #unifil #investigasi #kasus #prajurit #gugur #lebanon