Anggota DPR: Israel Nakal, Mubazir Kita Berada di BoP
Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin saat ditemui di Gedung DPR RI, Selasa (12/8/2025).(KOMPAS.com/Tria Sutrisna)
13:14
2 April 2026

Anggota DPR: Israel Nakal, Mubazir Kita Berada di BoP

Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin menilai, Indonesia mubazir bila tetap berada di Board of Peace (BoP) bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersama Israel.

Pasalnya, menurut dia, Israel nakal dengan tidak menaati resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan serangan Israel di Lebanon juga membuat 3 prajurit TNI gugur.

"Kita tahu bahwa Israel itu nakal, bahkan tidak taat kepada resolusi PBB, padahal Israel itu juga di bawah PBB begitu ya. Jadi saya bayangkan, kalau dia di bawah BoP yang dipimpin oleh Presiden Amerika Donald Trump seperti apa dia. Sehingga ini akan mubazir kalau kita berada di wilayah BoP," ujar TB Hasanuddin di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (1/4/2026).

Baca juga: TNI Tetap Kirim 756 Prajurit ke Lebanon di Tengah Desakan Tarik Pasukan

Saat ditanya apakah lebih baik Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan Indonesia dari BoP, TB Hasanuddin tidak menjawab tegas.

Politikus PDI Perjuangan ini hanya meminta Prabowo mempertimbangkan ulang posisi Indonesia di BoP.

"Menurut hemat saya, ya dipertimbangkan saja berulang kali dulu apa manfaatnya ada di BoP, dan kemungkinan-kemungkinan terjadi hal-hal yang tidak dikehendaki," kata Hasanuddin.

"Jangankan di BoP, dia seenak perutnya saja ya sekarang di bawah PBB saja dia sudah tidak taat. Daripada kita repot nanti, apalagi sampai kita harus mengirim pasukan paling besar sebanyak 8.000 personel begitu," imbuh dia.

Baca juga: Pemerintah Berupaya Cari Keadilan Kasus Tewasnya 3 Prajurit TNI di Lebanon

Prajurit TNI gugur di Lebanon

Diberitakan sebelumnya, tiga prajurit TNI yang menjadi bagian Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon gugur akibat serangan Israel.

Ketiga prajurit itu adalah Praka Farizal Rhomadhon, Kapten Inf Zulmi Aditya, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.

Pada Minggu (29/3/2026), Praka Farizal Rhomadhon gugur saat menunaikan ibadah shalat Isya, ketika serangan antara Israel dan Hizbullah terjadi di wilayah penugasan UNIFIL.

Dalam insiden yang sama, tiga prajurit lain, yakni Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan, mengalami luka-luka.

Sehari berselang, Senin (30/3/2026), insiden kembali terjadi.

Saat itu, tim pengawal dari Kompi B Satgas Yonmek TNI yang tergabung dalam Sector East Mobile Reserve tengah mengamankan konvoi logistik dari satu pos ke pos lainnya di wilayah UNIFIL.

Di tengah perjalanan, kendaraan yang ditumpangi Kapten Inf Zulmi Aditya, Sertu Muhammad Nur Ichwan, serta dua prajurit lainnya tiba-tiba meledak.

Ledakan tersebut diduga berasal dari ranjau, disertai serangan bersenjata saat proses evakuasi berlangsung.

Selain dua prajurit yang gugur, beberapa personel lain juga mengalami luka, yakni Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto.

Tag:  #anggota #israel #nakal #mubazir #kita #berada

KOMENTAR