Pertemuan Menhan RI dan AS, Bahas Penguatan Pendidikan Pasukan Khusus
Amerika Serikat dan Indonesia meresmikan pembentukan kemitraan pertahanan baru yang lebih strategis dalam kungjungan Menhan RI ke Pentagon pada Senin (13/4/2026).(US Department of War)
18:34
14 April 2026

Pertemuan Menhan RI dan AS, Bahas Penguatan Pendidikan Pasukan Khusus

Menteri Pertahanan RI Sjafrie Syamsoeddin melakukan pertemuan bilateral dengan Secretary of War Amerika Serikat Pete Hegseth di Pentagon, Senin (13/4/2026).

Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Setjen Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan, salah satu yang dibahas dalam pertemuan itu adalah penguatan program International Military Education and Training (IMET).

"(Penguatannya) melalui pengembangan capacity building and human invest dalam bidang pendidikan dan latihan, termasuk untuk pasukan khusus," ucap Rico melalui keterangan pers, Selasa (14/4/2026).

Baca juga: Prabowo ke Rusia, Menhan Sjafrie ke AS, Apa Taktik Indonesia?

Rico mengatakan, pembahasan terkait dengan IMET ini sejalan dengan semangat penguatan hubungan pertahanan Indonesia–Amerika Serikat.

Arahnya kebijakan ini untuk mendukung perdamaian, stabilitas kawasan, peningkatan profesionalisme kedua angkatan bersenjata dengan tetap menghormati kedaulatan dan kepentingan nasional masing-masing negara.

Selain membahas soal pendidikan pasukan khusus, Rico mengatakan dalam pertemuan itu dilaksanakan penandatanganan MoU Defense POW/MIA Accounting Agency (DPAA) antara Dirjen Strategi Pertahanan Kemhan RI Mayjen TNI Agus Widodo dan Direktur DPAA Kelly K. McKeague.

Baca juga: Mengenal MDCP, Kesepakatan Baru Menhan RI dan AS di Bidang Pertahanan

"Kerja sama ini merupakan bentuk komitmen kemanusiaan dan historis untuk penelusuran, pemulihan, serta repatriasi sisa-sisa kerangka jenazah personel militer AS dari Perang Dunia II yang berada di wilayah Indonesia, dan sepenuhnya dilaksanakan sesuai hukum serta peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia," ucap Rico.

Kemudian acara inti dari pertemuan itu adalah meresmikan kerja sama peningkatan hubungan pertahanan bilateral menjadi Major Defense Cooperation Partnership (MDCP) melalui Joint Statement yang ditandatangani pada hari yang sama.

"Kerangka MDCP membuka ruang kerja sama yang lebih strategis, mencakup modernisasi pertahanan, pengembangan teknologi pertahanan generasi berikutnya, peningkatan kesiapan operasional, serta penguatan hubungan antarpersonel pertahanan kedua negara," katanya.

Baca juga: Isi Pertemuan Menhan Sjafrie dan AS: Dari Kerja Sama Militer hingga Isu Overflight

Tag:  #pertemuan #menhan #bahas #penguatan #pendidikan #pasukan #khusus

KOMENTAR