Komnas HAM Ungkap Bandara Tempat Pilot Diserang KKB Tak Punya Petugas Keamanan
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komns HAM) mengungkapkan, Bandara Koroway Batu di Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, tidak mempunyai petugas keamanan.
Temuan ini menyusul kasus tewasnya pilot dan kopilot dari pesawat perintis Smart Air dengan registrasi PK-SNR di bandara tersebut akibat serangan dari kelompok Operasi Papua Merdeka (OPM), 11 Februari 2026 lalu.
“Kami juga menemukan bahwa Bandara Koroway Batu tidak mempunyai petugas keamanan sama sekali,” kata Komisioner Pemantauan & Penyelidikan Komnas HAM Saurlin P Siagian dalam jumpa pers di kantor Komnas HAM, Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Baca juga: Pilot Smart Air Ditembak, IPI: Bandara Koroway Batu Harusnya Punya Protokol Keamanan
Temuan ini diperoleh Komnas HAM setelah meminta keterangan dari berbagai pihak dan bertemu para pemangku kepentingan di Kabupaten Boven Digoel.
Komnas HAM juga meninjau lokasi kejadian untuk melihat pesawat yang tertembak, kondisi penumpang termasuk pilot dan kopilot yang berhamburan, serta mempelajari berbagai dokumen terkait.
Saurlin juga mengungkapkan bahwa kedua korban mendapatkan luka tembak di kepala dan luka sayat di beberapa bagian tubuh akibat benda tajam.
Baca juga: Perburuan KKB Penembak Pilot Smart Air, Pelaku Diduga Lari ke Yahukimo
“Kedua korban dicurigai para pelaku membantu operasional aparat keamanan. (Lalu) terdapat 13 lubang tembakan di badan pesawat,” kata dia.
Dalam hal ini, Komnas HAM menyatakan bahwa pelaku merupakan bagian dari Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Komando Daerah Pertahanan (Kodap) XVII Yahukimo.
Komnas HAM merekomendasikan kepada Kapolri untuk mengawasi penegakan hukum oleh Polda Papua dan Polres Boven Digoel terkait kasus penembakan pilot dan kopilot serta perusakan pesawat di Bandara Koroway, agar berjalan profesional, transparan, dan berkeadilan.
Baca juga: Tangis Ibu Lepas Co-pilot Smart Air Baskoro: Selamat Jalan, Kapten Kebanggaan Mama
“Dua, memperkuat pengamanan wilayah rawan terutama bandara perintis di Boven Digoel dengan penempatan personel pengamanan yang berasal dari aparat serta memahami kearifan lokal,” ujar Saurlin.
Komnas HAM juga mendorong kepolisian bersinergi dengan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat dalam penempatan serta penguatan personel di Distrik Yaniruma dan Kawagit, disertai dukungan infrastruktur dan pelatihan sosial budaya.
Pilot diserang KKB
Diberitakan sebelumnya, pilot dan kopilot pesawat Smart Air dengan nomor registrasi PK-SNR ditemukan tewas setelah insiden penembakan di Kampung Danowage, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Rabu (11/2/2026).
Peristiwa bermula saat pesawat yang mereka kemudikan tiba di wilayah tersebut dan mendarat di Lapangan Terbang (Lapter) Koroway Batu.
Tak lama setelah roda pesawat menyentuh landasan, terdengar rentetan tembakan yang mengarah ke pesawat.
Kapolres Boven Digoel AKBP Wisnu Perdana Putra mengatakan, saat kejadian pesawat mengangkut 13 penumpang.
Dalam situasi darurat itu, pilot, kopilot, dan para penumpang berusaha menyelamatkan diri dengan berlari ke arah hutan sekitar bandara.
"Namun sekitar pukul 13.00 WIT kami mendapat informasi bahwa pilot dan kopilot ditemukan tewas," ujarnya dikutip dari Kompas.com, Rabu.
Tag: #komnas #ungkap #bandara #tempat #pilot #diserang #punya #petugas #keamanan