Kecam Perusakan Warung di Kemayoran, Senator Ingatkan Penyelesaian Konflik Lewat Dialog
Ilustrasi penganiayaan. Ketua Komite IV DPD RI Ahmad Nawardi mengecam keras perusakan warung Madura yang dilakukan oleh seorang anggota TNI di kawasan Jalan Raya Kodam, Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat.(KOMPAS.com/Laksono Hari W)
11:30
8 Mei 2026

Kecam Perusakan Warung di Kemayoran, Senator Ingatkan Penyelesaian Konflik Lewat Dialog

-- Ketua Komite IV DPD RI Ahmad Nawardi mengecam keras perusakan warung Madura yang dilakukan oleh seorang anggota TNI di kawasan Jalan Raya Kodam, Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat.

Ahmad menekankan pentingnya penyelesaian konflik secara dialogis serta peningkatan pemahaman masyarakat terhadap sistem pembayaran digital agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

"Kita harus mengedepankan komunikasi dan edukasi. Jangan sampai persoalan teknis seperti QRIS justru memicu konflik," kata Ahmad dalam keterangan tertulisnya, Jumat (8/5/2026).

Baca juga: Warung Sudah Diacak-acak, Cekcok Penjaga Toko dan Anggota TNI di Kemayoran Berakhir Damai

Menurut Ahmad, persoalan kecil tidak seharusnya berkembang menjadi tindakan brutal yang merugikan masyarakat.

Kejadian tersebut mencerminkan pentingnya kehadiran negara dalam menjamin perlindungan bagi warga.

"Masalahnya sederhana, tetapi cara penyelesaiannya sangat tidak mencerminkan etika petugas. Ini yang harus menjadi perhatian serius," ujarnya.

Baca juga: Penjaga Warung di Jakpus Trauma Dikeroyok Prajurit TNI, Pilih Pulang Kampung

Anggota DPD daerah pemilihan Jawa Timur itu menyoroti dampak psikologis dan ekonomi yang dialami korban.

Ia menuturkan, negara wajib memberikan perlindungan warung Madura dan warung sembako lainnya sebagai bagian dari ekonomi kecil.

"Ketika mereka menjadi korban intimidasi dan kekerasan, negara wajib hadir memberikan perlindungan," tegasnya.

Baca juga: Anggota TNI Kena Tusuk Saat Cekcok dengan Penjaga Toko dan Acak-acak Warung di Jakpus

Ahmad berharap kasus serupa tidak terulang kembali. Ia menegaskan bahwa rasa aman masyarakat harus menjadi prioritas utama.

"Negara harus memastikan masyarakat kecil merasa aman dalam menjalankan usahanya. Itu prinsip dasar yang tidak boleh ditawar," ucapnya.

Berakhir Damai

Anggota TNI berinisial Sertu AW dan penjaga toko 'Adi Jaya' di Sumur Batu, Kecamatan Kemayoran bernama Dedi, yang terlibat cekcok pada Minggu (3/5/2026) sepakat berdamai.

Ketua RT 09, Sumur Batu, Bambang (51), mengatakan, perdamaian dilakukan saat pertemuan mediasi antara sejumlah pihak yang terkait dengan kejadian itu. Mediasi digelar pada Senin (4/5/2026).

"Untuk pertemuan, antara pihak, TNI, Pak Haji dan Dedi sudah dimediasi Polres Jakarta Pusat, dan sudah selesai," ujar Bambang saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (5/5/2026).

Tag:  #kecam #perusakan #warung #kemayoran #senator #ingatkan #penyelesaian #konflik #lewat #dialog

KOMENTAR