Profil Saifullah Yusuf, Mensos yang Tegas Coret 11 Ribu Penerima Bansos karena Main Judol
Menteri Sosial Saifullah Yusuf resmi mencoret 11 ribu penerima bantuan sosial (bansos) yang bermain judi online (judol). Keputusan Gus Ipul, sapaannya, yang mencoret 11 ribu penerima bansos karena main judol turut mencerminkan ketegasannya.
Meski memicu pro dan kontra di kalangan masyarakat, sosok Saifullah Yusuf turut membuat penasaran publik. Seperti apa profil Saifullah Yusuf?
Profil Saifullah Yusuf
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat menemui wartawan di kantornya, Kamis (5/2/2026). (Suara.com/Lilis Varwati)Saifullah Yusuf adalah sosok politikus senior Indonesia yang kini menjabat sebagai Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia.
Lahir di Pasuruan, Jawa Timur, pada 28 Agustus 1964, Gus Ipul merupakan putra dari Ahmad Yusuf Cholil dan Sholichah Hasbullo.
Ia memiliki latar belakang kuat di Nahdlatul Ulama (NU). Tak heran, Gus Ipul dikenal sebagai pemimpin yang dekat dengan masyarakat akar rumput sekaligus tegas dalam menjalankan kebijakan.
Pada 11 September 2024, ia dilantik Presiden Joko Widodo menggantikan Tri Rismaharini, dan terus menjabat di era pemerintahan berikutnya.
Gus Ipul memiliki karier politik yang panjang dan beragam. Ia memulai perjalanan dari organisasi kepemudaan seperti Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor), di mana ia menjabat Ketua Umum selama dua periode (2000-2010).
Sosoknya juga pernah aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU).
Ia kemudian terjun ke dunia legislatif sebagai anggota DPR RI dari PDI Perjuangan pada 1999, sebelum bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Kariernya semakin menanjak saat dipercaya menjadi Menteri Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (2004-2007) di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Selanjutnya, Gus Ipul menjabat Wakil Gubernur Jawa Timur mendampingi Soekarwo selama dua periode (2009-2019).
Pengalamannya di pemerintahan daerah terus berlanjut ketika ia terpilih sebagai Wali Kota Pasuruan pada 2021.
Pengalaman luas di tingkat nasional dan daerah menjadikannya figur yang tepat untuk memimpin Kementerian Sosial, khususnya dalam upaya penanggulangan kemiskinan dan penyaluran bantuan sosial (bansos) yang lebih tepat sasaran.
Kebijakan Saifullah Yusuf sebagai Mensos
Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul di Istana Jakarta, Senin (25/8/2025). [Dok. Kemensos]Salah satu langkah paling menonjol dan tegas Gus Ipul sebagai Mensos adalah pembersihan data penerima bansos yang terindikasi terlibat judi online (judol).
Pada triwulan pertama tahun 2026, Kemensos di bawah kepemimpinannya mencoret lebih dari 11.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos karena terbukti atau terindikasi menggunakan dana bantuan untuk berjudi daring.
Angka ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan. Sebelumnya, koordinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan ratusan ribu rekening penerima bansos yang terkait judol, dengan pemblokiran mencapai ratusan ribu hingga 600 ribu kasus di periode sebelumnya.
Menurut Saifullah Yusuf, pencoretan ini bersifat permanen bagi mereka yang sengaja menyalahgunakan dana negara.
"Kami coret di triwulan pertama sebanyak 11 ribu lebih, dan triwulan kedua ada tambahan lagi," ujarnya.
Langkah ini bertujuan memastikan bansos benar-benar sampai kepada yang berhak dan membutuhkan, bukan disalahgunakan untuk perjudian yang merusak ekonomi keluarga dan masyarakat.
Pemerintah juga melakukan pengecekan faktual bersama pemerintah daerah, sehingga sebagian yang terbukti sebagai korban penipuan atau scam bisa diaktifkan kembali dengan pengawasan ketat.
Kebijakan ini mendapat apresiasi luas karena menunjukkan komitmen pemerintah memberantas judi online yang semakin masif. Gus Ipul menekankan bahwa bansos adalah instrumen perlindungan sosial, bukan sumber dana spekulasi.
Pendekatan ini sejalan dengan visinya memperkuat akurasi data, digitalisasi, dan transparansi program sosial agar lebih akuntabel dan berdampak nyata.
Di luar isu bansos, sebagai Sekjen PBNU masa khidmat 2022-2027, Gus Ipul tetap aktif dalam kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan.
Ia dikenal sebagai pemimpin yang sederhana, dekat dengan ulama dan masyarakat NU, serta memiliki komitmen tinggi terhadap pendidikan, pemberdayaan ekonomi umat, dan penanggulangan kemiskinan struktural.
Dengan gaya kepemimpinan yang tegas namun humanis, Saifullah Yusuf terus membawa angin segar di Kementerian Sosial. Aksi pencoretan 11 ribu penerima bansos judol hanyalah salah satu bukti konkret bahwa ia serius membersihkan sistem dari penyalahgunaan.
Tag: #profil #saifullah #yusuf #mensos #yang #tegas #coret #ribu #penerima #bansos #karena #main #judol