Said Aqil: Kekerasan Seksual Bukan Hanya Persoalan Syahwat, tapi Penyalahgunaan Kekuasaan
Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siroj dalam Temu Nasional Pondol Pesantren-Gerakan Pesantren Anti Kekerasan Seksual, Senin (19/5/2026) malam.()
14:10
19 Mei 2026

Said Aqil: Kekerasan Seksual Bukan Hanya Persoalan Syahwat, tapi Penyalahgunaan Kekuasaan

- Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siroj menegaskan bahwa kekerasan seksual di lingkungan pondok pesantren bukan hanya persoalan hawa nafsu.

Tegasnya, terdapat penyalahgunaan kekuasaan yang menjadi salah satu penyebab terjadinya kekerasan seksual.

"Kekerasan seksual bukan hanya persoalan syahwat, tapi penyalahgunaan kekuasaan. Karena beliau merasa superior," ujar Said Aqil dalam Temu Nasional Pondok Pesantren-Gerakan Pesantren Anti Kekerasan Seksual, dikutip dari siaran Youtube DPP PKB, Selasa (19/5/2026).

Baca juga: Said Aqil: Melaporkan Kekerasan Seksual di Pesantren Bukan Durhaka

Relasi kuasa yang timpang, tegas Said Aqil, membuat para santri merasa takut terhadap pengurus pondok pesantren.

Hal tersebut semakin diperburuk dengan adanya budaya tabu untuk melaporkan kejahatan dari pengurus pondok pesantren.

"Santri harus dididik berani menolak kezaliman. Melapor tidak durhaka. Melaporkan perilaku kekerasan di pesantren bukan hal yang durhaka, bukan fitnah, tetapi Amar Ma'ruf Nahi Munkar," tegas Said Aqil.

Ia sangat menyayangkan maraknya kasus kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan pondok pesantren dalam beberapa waktu terakhir.

Baca juga: Dorong Kesetaraan, Menag Soroti Pesantren yang Langgengkan Relasi Kuasa pada Perempuan

Tegasnya, kekerasan seksual merupakan bentuk pengkhianatan terhadap amanah pendidikan, agama, dan marwah pesantren.

Menurutnya, pesantren seharusnya menjadi tempat manusia untuk menjaga martabat dan akhlaknya.

Pesantren juga menjadi tempat menjaga ilmu, kehormatan manusia, serta membentuk generasi yang beradab.

Baca juga: Menag Sedih Ada Kasus Pencabulan Santriwati di Pati Saat Siapkan Ditjen Pesantren

Oleh karena itu, menjaga nama baik pesantren tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan keadilan dan mengorbankan korban.

Said Aqil menegaskan, kritik terhadap kekerasan seksual merupakan salah satu bentuk cinta kepada pesantren.

"Karena kita cinta pada pesantren, kita kritisi," jelas Said Aqil.

Tag:  #said #aqil #kekerasan #seksual #bukan #hanya #persoalan #syahwat #tapi #penyalahgunaan #kekuasaan

KOMENTAR