Gibran Ingin Industri Garam Rote Ndao Buka Lapangan Kerja dan Tingkatkan Kesejahteraan
Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming meninjau Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (22/5/2026).(Sekretariat Wakil Presiden RI)
15:54
22 Mei 2026

Gibran Ingin Industri Garam Rote Ndao Buka Lapangan Kerja dan Tingkatkan Kesejahteraan

- Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming meninjau Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (22/5/2026).

Kedatangannya ini guna memastikan pengembangan industri garam nasional berjalan optimal.

Gibran menekankan pentingnya percepatan operasional kawasan K-SIGN agar manfaat ekonominya segera dirasakan masyarakat di antaranya dengan pembukaan lapangan kerja.

“Kita ingin ini segera bisa fungsional ya Pak ya. Kita ingin bisa membuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya, warga lokal juga bisa terbantu, kesejahteraannya meningkat, dan yang paling penting multiplier effect (efek ganda) dari pembangunan proyek ini bisa terasa. Jadi tidak hanya di atas kertas saja tapi benar-benar dirasakan warga yang ada di sini,” kata Gibran dalam keterangan tertulis.

Baca juga: Wapres Gibran ke NTT, Tinjau PSN Garam dan Budidaya Rumput Laut

Saat melakukan peninjauan, Gibran pun menerima penjelasan mengenai pengembangan kawasan industri garam, serta berdialog dengan petani garam dan pemerintah daerah setempat.

Menurut dia, kebutuhan garam nasional yang mencapai sekitar 5 juta ton per tahun masih belum dapat dipenuhi sepenuhnya dari produksi dalam negeri.

Oleh karenanya, proyek pengembangan garam di Rote Ndao dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung kebutuhan nasional.

“Ini kan kebutuhan garam kita per tahun itu 5 juta ton ya. Kita belum bisa memenuhi itu, makanya ini proyek yang ada di sini itu sangat penting sekali untuk bisa memenuhi kebutuhan garam di dalam negeri. Karena Pak Presiden punya concern untuk swasembada pangan, ya garam ini salah satunya,” ujar Gibran.

Baca juga: Tangis Ibu Tunggal Korban Kebakaran Lhokseumawe: “Kalau Ada Rumah, Makan Garam Pun Tak Apa”

Selain garam, ia turut mencermati potensi pengembangan rumput laut dan kampung nelayan di Rote Ndao.

Di kesempatan yang sama, Gibran menyampaikan kebutuhan penunjang aktivitas nelayan akan ditindaklanjuti bersama kementerian terkait.

“Jadi kita ingin nanti di tempat-tempat yang diajukan oleh Bupati, tempat-tempat yang produktif untuk perikanannya harus ada ruang pendinginnya, ada cold storage, ada pabrik esnya untuk slurry ice dan juga nanti di situ ada SPBU khusus untuk nelayan,” jelasnya.

Baca juga: Kisah Hamidah, Petani Garam Aceh Bertahan di Tengah Lahan Rusak dan Untung Tipis

Sementara itu, Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk berharap proyek strategis tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya warga yang terdampak pembangunan kawasan tambak garam.

Ia menegaskan pemerintah daerah siap mendukung penuh program pemerintah pusat yang berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.

“Beliau ingin memastikan bahwa perhatian pemerintah pusat melalui Kementerian KKP yang menganggarkan anggaran cukup besar, ini harus bisa berjalan dengan baik sehingga rakyat di Rote Ndao terutama yang terdampak dengan K-SIGN ini bisa menikmati hasil dari pembangunan ini,” ujar Paulus.

Tag:  #gibran #ingin #industri #garam #rote #ndao #buka #lapangan #kerja #tingkatkan #kesejahteraan

KOMENTAR