Anggota DPR Ingatkan Pengawasan Hewan Kurban, Waspadai PMK dan LSD
- Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan mengingatkan pentingnya pengawasan tata hewan kurban jelang Idul Adha 2026 karena ada ancaman penyakit ternak PMK dan LSD.
"Pengawasan tata niaga hewan kurban tidak boleh longgar demi menjaga kepercayaan dan kesehatan masyarakat," kata Daniel Johan dalam keterangannya, Senin (25/5/2026).
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga meminta pemerintah pusat dan pemerintah daerah (Pemda) untuk memperkuat pengawasan terpadu terhadap lalu lintas dan perdagangan hewan kurban.
Baca juga: Dilarang Jualan di Trotoar, Pedagang Hewan Kurban di Bogor Minta Disediakan Lapak Khusus
Pengawasan termasuk pemeriksaan kesehatan ternak di titik distribusi, pasar hewan, lokasi penjualan sementara, hingga rumah potong hewan.
"Pengawasan tidak cukup dilakukan secara administratif saja melalui dokumen kesehatan ternak, tetapi perlu berbasis pemeriksaan lapangan yang aktif dan terukur. Pengawasan jangan asal-asalan karena bisa merugikan masyarakat," ucap Daniel.
Daniel juga menekankan pentingnya evaluasi terhadap kesiapan dinas peternakan daerah dalam menghadapi lonjakan distribusi hewan kurban nasional.
Awas penyakit ternak PMK dan LSD
Daniel Johan menilai ancaman Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD) menunjukkan bahwa lemahnya pengawasan distribusi ternak.
"Ancaman PMK dan LSD berdampak luas terhadap kesehatan hewan nasional dan stabilitas ekonomi peternak rakyat. Maka antisipasi harus betul-betul serius dilakukan," ungkapnya.
Daniel kemudian juga menyoroti rendahnya literasi masyarakat mengenai indikator kesehatan hewan kurban.
Pemerintah melalui dinas dan instansi terkait dinilai perlu memperluas edukasi publik mengenai ciri hewan sehat, keaslian sertifikat kesehatan ternak, serta pentingnya membeli hewan kurban dari tempat penjualan yang berada di bawah pengawasan resmi.
Daniel menegaskan, DPR akan memastikan perhatian terhadap berbagai persoalan yang muncul dalam tata niaga hewan kurban tidak berhenti pada respons musiman saat momen Idul Adha semata.
"Tentunya hal tersebut harus menjadi bagian dari evaluasi lebih besar terhadap tata kelola peternakan, keamanan pangan, dan perlindungan konsumen agar masyarakat memperoleh hewan kurban yang sehat, layak, dan sesuai prinsip syariat maupun standar kesehatan nasional," kata dia.
Tag: #anggota #ingatkan #pengawasan #hewan #kurban #waspadai