7 Kali Takbir Idul Adha Baca Apa? Ini Bacaan Takbirnya
Idul Adha merupakan salah satu hari besar umat Islam yang penuh dengan kemuliaan. Selain menyembelih hewan kurban, salah satu amalan yang paling khas pada hari raya ini adalah mengumandangkan takbir.
Takbir Idul Adha tidak hanya diucapkan di masjid saat shalat Id, tetapi juga di jalan-jalan, di rumah, dan di mana saja umat Islam berada sejak malam Idul Adha hingga sore hari tasyrik.
Banyak umat Islam, terutama yang baru belajar, sering bertanya: “7 kali takbir Idul Adha baca apa?” Pertanyaan ini muncul karena pada shalat Idul Adha, terdapat tujuh kali bacaan takbir tambahan pada rakaat pertama sebelum membaca Al-Fatihah.
اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ. لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Laa ilaaha illallah wallahu Akbar, Allahu Akbar wa lillahil hamd.
Artinya:
“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar. Allah Maha Besar dan segala puji bagi-Nya.”
Setelah tujuh takbir tersebut, imam dan makmum melanjutkan dengan membaca ta’awudz, kemudian surat Al-Fatihah dan surat lainnya.
Pada rakaat kedua, jumlah takbir tambahan adalah lima kali. Setelah itu barulah membaca Al-Fatihah.
Tata Cara Takbir Saat Shalat Idul Adha
1. Setelah takbiratul ihram dan membaca doa iftitah, angkat kedua tangan sejajar telinga.
2. Ucapkan takbir sebanyak 7 kali (rakaat pertama).
3. Setiap takbir, angkat tangan dan turunkan kembali (kecuali takbir terakhir sebelum Al-Fatihah).
4. Setelah tujuh takbir, lanjutkan shalat seperti biasa.
Takbir ini merupakan sunnah muakkad (sangat dianjurkan) menurut mayoritas ulama. Rasulullah dan para sahabat melakukannya dengan penuh semangat.
Hikmah dan Keutamaan Takbir
Takbir bukan sekadar ucapan, melainkan bentuk pengagungan kepada Allah SWT. Di hari Idul Adha, takbir mengingatkan kita akan kisah Nabi Ibrahim AS yang rela mengorbankan putranya Ismail AS demi perintah Allah.
Takbir menjadi simbol ketaatan, kerendahan hati, dan kesadaran bahwa segala kebesaran hanya milik Allah.
Selain di shalat Id, umat Islam dianjurkan memperbanyak takbir dari terbenamnya matahari pada malam Idul Adha hingga Ashar hari keempat tasyrik.
Takbir dapat dilakukan secara jahar (keras) bagi laki-laki, baik di masjid, di rumah, maupun saat bepergian.
Anjuran Takbir di Tengah Masyarakat
Di Indonesia, tradisi takbir keliling pada malam Idul Adha masih sangat hidup.
Suara gemuruh “Allahu Akbar” yang berkumandang dari masjid ke masjid membawa suasana khidmat dan penuh kegembiraan. Anak-anak, remaja, hingga orang tua ikut serta mengumandangkan takbir sambil berkeliling kampung.
Namun, hendaknya takbir dilakukan dengan tertib, tidak mengganggu ketertiban umum, dan tetap menjaga adab.
Takbir yang hakiki bukan hanya di lisan, tetapi juga di hati dan perbuatan, yaitu dengan berkurban, berbagi daging kepada yang membutuhkan, dan meningkatkan ketakwaan.
Jadi, 7 kali takbir Idul Adha dibaca dengan lafaz “Allahu Akbar” yang disertai kalimat tauhid dan pujian kepada Allah. Bacaan lengkapnya sudah disebutkan di atas. Amalkanlah dengan penuh penghayatan, karena takbir adalah puncak dzikir di hari raya Idul Adha.