Peringatan Hari Pancasila: Megawati Hadir, SBY Absen
()
08:34
31 Mei 2026

Peringatan Hari Pancasila: Megawati Hadir, SBY Absen

- Presiden RI Prabowo Subianto disebut akan hadir dan menjadi inspektur upacara dalam peringatan Hari Pancasila yang digelar di Lapangan Gedung Pancasila, Jalan Taman Pejambon, Jakarta, Senin (1/6/2026).

Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi mengatakan, upacara Hari Pancasila tingkat pusat yang dipimpin Prabowo akan mulai tepat pukul 10.00 WIB

"Bapak Presiden Republik Indonesia akan hadir langsung dan bertindak sebagai inspektur upacara. Adapun lokasi upacara akan diselenggarakan di Lapangan Gedung Pancasila, Jalan Taman Pejambon, Jakarta," kata Yudian dalam konferensi pers di Kantor BPIP, Jakarta, Jumat (29/5/2026).

Baca juga: PDI-P: Megawati Insya Allah Hadir di Upacara Hari Pancasila

Pelaksanaan upacara juga akan digelar secara daring sehingga masyarakat juga bisa mengikuti dari lokasi masing-masing.

"Bagi masyarakat luas dan seluruh pegawai instansi yang telah melaksanakan upacara di daerahnya masing-masing, dapat mengikuti jalannya upacara tingkat pusat melalui siaran langsung di kanal YouTube BPIP, laman Facebook BPIP, Instagram BPIP, maupun televisi nasional," ungkap Yudian.

Pemimpin Terdahulu Diundang

BPIP turut mengundang para mantan presiden dan wapres untuk menghadiri upacara peringatan Hari Pancasila pada 1 Juni 2026.

Namun, Sekretaris Utama BPIP Tonny Agung Arifianto mengaku belum mendapat data siapa saja para mantan presiden dan wakil presiden yang akan konfirmasi hadir.

"Semua presiden maupun wakil presiden pastinya kita undang semuanya. Nanti tepatnya di hari Sabtu besok kepastian terkait konfirmasi siapa saja yang hadir, nanti akan kami sampaikan pada media semuanya," kata Tonny di Kantor BPIP, Jakarta, Jumat (29/5/2026).

SBY Absen

Ketua DPP PDI-P Djarot Saiful Hidayat mengatakan, Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri berpeluang hadir dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila.

"Insya Allah beliau hadir ya. Insya Allah beliau hadir. Doakan aja ya beliau ada waktu kesempatan untuk hadir ya," kata Djarot saat ditemui dalam acara Bimbingan Teknis (Bimtek) anggota DPRD PDI-P se-Indonesia, Sabtu (30/5/2026).

Baca juga: 70 Link Twibbon Hari Lahir Pancasila 2026 Menarik buat Dibagikan ke Medsos

Meski demikian, Djarot belum dapat memastikan kehadiran Megawati dalam upacara yang akan digelar pada Senin (1/6/2026) itu.

Dia meminta publik menunggu perkembangan lebih lanjut, sambil menyatakan bahwa PDI-P juga menggelar upacara peringatan Hari Pancasila

"Tapi yang jelas partai itu juga melakukan, melaksanakan upacara Hari Pancasila di Sekolah Partai tanggal 1 Juni ya. Jadi kita lihat besok ya," pungkas Djarot.

Sementara itu, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kemungkinan tidak akan menghadiri upacara peringatan Hari Pancasila.

Baca juga: Apakah Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 Libur Nasional? Ini Penjelasannya

Ketua Dewan Pakar Partai Demokrat Andi Mallarangeng mengatakan, SBY telah menerima undangan untuk menghadiri upacara tersebut, tetapi sudah punya rencana kegiatan di Bandung hingga 1 Juni mendatang.

"Sekarang kami sedang di Bandung. Terima kasih atas undangannya, tapi Pak SBY sudah ada serangkaian acara di Bandung sampai tanggal 1 nanti," kata Andi kepada Kompas.com, Sabtu (30/5/2026).

Saat ditanya apakah hal itu berarti SBY kemungkinan tidak dapat menghadiri upacara Hari Pancasila, Andi menjawab singkat, "Iya."

Sejarah Hari Pancasila

Hari Lahir Pancasila diperingati setiap 1 Juni, sebagai momen penting yang menandai lahirnya dasar negara Indonesia.

Peringatan ini bukan hanya bersifat seremonial, melainkan juga refleksi atas nilai-nilai luhur yang menjadi landasan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Tanggal 1 Juni 1945 dikenang sebagai Hari Lahir Pancasila merujuk pada momen bersejarah ketika Ir. Soekarno menyampaikan pidato di sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Dalam pidatonya, Soekarno mengusulkan lima dasar negara yang kemudian dikenal sebagai Pancasila.

Bukan hanya orasi politik, pidato Soekarno mengandung rumusan ideologis yang menyatukan berbagai keberagaman suku, agama, dan budaya Indonesia.

Baca juga: Siap-siap! Long Weekend Hari Lahir Pancasila Sambut Bulan Juni 2026

Konsep Pancasila yang Soekarno usulkan meliputi:

-Kebangsaan

-Perikemanusiaan

-Musyawarah, mufakat atau demokrasi

-Kesejahteraan sosial

-Ketuhanan Yang Maha Esa.

Dalam jurnal Sejarah Lahirnya Pancasila (2025) oleh Marzuki dan teman-teman, pidato 1 Juni 1945 menjadi tirik awal lahir Pancasila, namun proses perumusan masih terus berlangsung.

Setelah pembubaran BPUPKI, dibentuk Panitia Sembilan yang kemudian merumuskan Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945.

Baca juga: 100 Ide Caption untuk Peringatan Hari Lahirnya Pancasila di Media Sosial

Dokumen ini menjadi cikal bakal Pembukaan UUD 1945 yang memuat lima sila dasar negara.

Panitia Sembilan berhasil merumuskan dasar negara yang dikenal sebagai Piagam Jakarta berisi:

-Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi para pemeluk-pemeluknya

-Kemanusiaan yang adil dan beradab

-Persatuan Indonesia

-Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan

-Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Namun, terdapat dinamika dalam perumusan sila pertama.

Mohammad Hatta mengusulkan untuk mengganti sila yang pertama karena dianggap tidak sesuai untuk keadaan masyarakat Indonesia yang terdiri dari beragam agama.

Kemudian, atas usulan Mohammad Hatta, isi piagam jakarta yang pertama berubah menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa”.

Perubahan tersebut menunjukkan adanya semangat kompromi antargolongan demi terbentuknya Indonesia yang inklusif dan plural.

Baca juga: Mantan Presiden-Wapres Juga Diundang ke Upacara Hari Pancasila 1 Juni

Kelima dasar negara tersebut yang hingga sekarang kita kenal sebagai Pancasila, yang telah disahkan sebagai dasar Negara Indonesia pada sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945.

Hari Lahir Pancasila baru ditetapkan secara resmi sebagai hari libur nasional pada tahun 2016 oleh Presiden ke-7 Joko Widodo melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 Tahun 2016.

Dalam pidatonya saat penetapan, Presiden Jokowi menekankan pentingnya membumikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam menghadapi berbagai tantangan global dan ideologi transnasional yang tidak sesuai dengan jati diri bangsa.

Tag:  #peringatan #hari #pancasila #megawati #hadir #absen

KOMENTAR