Pemilik Rumah Yakin Teror Api Misterius di Sleman Bukan Fenomena Mistis
Sejumlah barang yang sempat terbakar secara misterius di rumah warga Padukuhan Mriyan X, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, DIY, Senin (1/6/2026). (Suara.com/Hiskia)
19:24
1 Juni 2026

Pemilik Rumah Yakin Teror Api Misterius di Sleman Bukan Fenomena Mistis

Pemilik rumah yang menjadi lokasi teror kebakaran misterius di Padukuhan Mriyan X, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, DIY, mulai meyakini bahwa fenomena yang dialaminya tidak berkaitan dengan hal-hal mistis.

Keyakinan tersebut muncul setelah sejumlah pakar dari Universitas Gadjah Mada (UGM), UPN "Veteran" Yogyakarta, serta berbagai instansi terkait turun langsung melakukan penelitian di lokasi.

Pemilik rumah, Mutfiana, mengaku merasa lebih tenang setelah mendengar penjelasan awal dari tim peneliti yang tengah mengkaji penyebab kebakaran berulang di rumahnya. Meski penyebab pasti masih menunggu hasil pengujian laboratorium, ia menilai fenomena tersebut mulai mengarah pada penjelasan yang lebih rasional.

"Sudah lebih cerah, sudah lebih tenang tapi tetap harus waspada. Karena ini belum berakhir," kata Fia saat ditemui di rumahnya, Senin (1/6/2026).

Menurutnya, kehadiran para akademisi memberikan sudut pandang baru terhadap peristiwa yang selama ini memunculkan beragam spekulasi di masyarakat. Ia kini percaya bahwa kebakaran yang telah terjadi puluhan kali itu dapat dipelajari dan dijelaskan melalui pendekatan ilmiah.

"Ini ternyata tidak ada kaitannya dengan mistis tapi memang ada (penjelasannya) dan bisa dipelajari secara ilmiah dan menunggu hasil dari prof (di laboratorium) mungkin beberapa hari lagi," ujarnya.

Meski mulai memperoleh pencerahan, Mutfiana mengatakan kondisi di rumahnya belum sepenuhnya aman. Kemunculan api masih terjadi dengan frekuensi yang cukup tinggi dan muncul di berbagai titik yang berbeda.

"Sama yang ini tadi berarti totalnya 73 kali di sekitar 65 titik," ungkapnya.

Sejauh ini, kebakaran paling banyak mengenai barang-barang yang mudah terbakar. Karena itu, keluarga terus berupaya menyingkirkan benda-benda tersebut guna meminimalkan risiko kerusakan yang lebih besar.

Akibat teror kebakaran yang belum juga berakhir, keluarga untuk sementara waktu tidak lagi menempati rumah tersebut sebagai tempat tinggal utama. Mereka memilih mengungsi ke rumah sebelah sambil tetap melakukan pemantauan secara bergantian.

"Kita tinggal di sebelah, ada yang jaga setiap hari, setiap waktu tuh ada yang jaga," imbuhnya.

Sementara itu, salah satu peneliti yang juga Dosen Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika Fakultas Teknik UGM, Ahmad Agus Setiawan, mengatakan salah satu fokus utama tim adalah mengembalikan pembahasan kasus tersebut ke ranah sains.

Menurut Agus, berbagai pakar dari lintas disiplin ilmu yang terlibat dalam investigasi terus berdiskusi untuk mencari penjelasan berbasis data dan fakta lapangan terhadap fenomena yang terjadi.

"Kasus ini kan sudah mulai dibawa ke ranah yang agak geser ke mistis dan sebagainya," kata Agus.

Ia menjelaskan tim peneliti saat ini tengah mengumpulkan berbagai hasil pengukuran dan temuan lapangan agar penyebab kebakaran dapat dijelaskan secara ilmiah. Dengan begitu, masyarakat diharapkan memperoleh informasi yang lebih jelas dan tidak terjebak dalam spekulasi yang belum terbukti.

"Bagaimana tim ini berusaha untuk membawa info-info ini menjadi lebih ilmiah. Itu poin yang sangat utama," tegasnya.

Editor: Vania Rossa

Tag:  #pemilik #rumah #yakin #teror #misterius #sleman #bukan #fenomena #mistis

KOMENTAR