BGN Gandeng Sekolah hingga Pemda Perkuat Validasi Data Penerima MBG
- Badan Gizi Nasional (BGN) terus melakukan penguatan validasi data penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari sekolah hingga pemerintah daerah.
Langkah ini dilakukan agar penyaluran program dapat menjangkau sasaran secara tepat dan merata.
Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya menegaskan bahwa akurasi data penerima manfaat menjadi fokus utama dalam pelaksanaan program tersebut.
"Validasi data penerima manfaat menjadi prioritas kami agar pelaksanaan Program MBG semakin tepat sasaran. Selain integrasi data dari berbagai wali data, kami juga melakukan verifikasi langsung dari tingkat bawah untuk memastikan data yang digunakan benar-benar akurat," ujar Sony, di Jakarta, Senin (2/6/2026), seperti dilansir dari Antara.
Baca juga: Kepala BGN Tunggu Restu Prabowo untuk Realisasikan MBG di Jeddah
Menurut Sony, verifikasi dilakukan melalui koordinasi antara koordinator Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) tingkat kecamatan dengan lurah dan kepala desa.
Melalui mekanisme ini dilakukan pendataan serta pencocokan data ibu hamil, ibu menyusui, balita, peserta didik dari PAUD hingga SMA/SMK, termasuk para santri di pondok pesantren.
Untuk meningkatkan transparansi, lanjut dia, hasil validasi data penerima manfaat kini dapat diakses publik melalui dasbor validasidatapm.bgn.go.id.
BGN juga mendorong kepala sekolah, pengelola posyandu, lurah, kepala desa, camat, hingga kepala daerah untuk aktif melakukan pengecekan data di wilayah masing-masing.
"Apabila terdapat ibu hamil, ibu menyusui, balita, peserta didik, maupun santri, yang belum terdata atau belum menerima layanan MBG, informasi tersebut dapat segera disampaikan kepada BGN melalui Koordinator SPPI Kecamatan atau hotline WhatsApp 0851-1139-4466," kata Sony.
Baca juga: BGN Ingin Beri MBG untuk Anak Sekolah Indonesia Jeddah, Arab Saudi
Ia mengungkapkan, data penerima manfaat yang digunakan saat ini berasal dari pendataan awal yang dilakukan pada Mei hingga Juli 2024.
Pengumpulan data tersebut melibatkan Babinsa dan dilakukan secara bertingkat hingga tingkat Kodam sebelum diserahkan kepada tim persiapan pelaksanaan Program MBG.
Pada masa awal tersebut, kata dia, BGN masih menghadapi keterbatasan sumber daya.
Selain belum memperoleh dukungan anggaran operasional, jumlah personel BGN saat itu juga masih sangat terbatas, sehingga koordinasi formal lintas instansi belum dapat dilakukan secara optimal.
Baca juga: BGN Luruskan Tujuan MBG: Untuk Anak Balita dan Ibu Hamil-Menyusui Dulu, Baru Siswa Sekolah
Meski demikian melalui penguatan koordinasi antar-kementerian dan partisipasi aktif pemerintah daerah serta masyarakat, BGN optimis validasi data akan menghasilkan basis data penerima manfaat yang lebih akurat hingga tingkat desa dan kelurahan.
Data yang valid tersebut menjadi fondasi penting untuk memastikan Program MBG dapat menjangkau seluruh kelompok sasaran secara tepat, merata, dan berkelanjutan.
Tag: #gandeng #sekolah #hingga #pemda #perkuat #validasi #data #penerima