Momen Megawati Nostalgia Masa Kecil Saat Pameran Seni Rupa Bung Karno di Bantul
Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri melihat karya lukisan yang menggambarkan dirinya masih anak-anak dibonceng oleh Soekarno. Lukisan ini dipamerkan di Bantul, Yogyakarta, Sabtu (6/6/2026).(Dok. PDI-P)
19:10
6 Juni 2026

Momen Megawati Nostalgia Masa Kecil Saat Pameran Seni Rupa Bung Karno di Bantul

Presiden Ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri meninjau pameran seni rupa bertajuk “Mata Hati Soekarno” di Le Gareca Space, Bantul, Yogyakarta, Sabtu (6/6/2026).

Saat peninjauan, Megawati didampingi Permaisuri Karaton Yogyakarta, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas; pemrakarsa pameran, Butet Kartaredjasa; serta tim kurator.

Selama meninjau pameran, Megawati bersama GKR Hemas berjalan perlahan mengitari galeri untuk meninjau satu demi satu karya seni yang terpajang di dinding.

Langkah kaki putri Bung Karno juga sempat terhenti cukup lama di depan beberapa lukisan yang menarik perhatian khususnya.

Baca juga: Didampingi Permaisuri Karaton Yogyakarta, Megawati Buka Pameran Mata Hati Soekarno

Salah satu karya yang membuat Megawati bernostalgia adalah sebuah lukisan bersejarah berjudul "Ku Antar ke Seberang" karya perupa Agus Noor.

Lukisan itu menggambarkan momen Megawati saat berusia tiga tahun sedang duduk manis di boncengan sepeda yang tengah dikayuh oleh sang ayah, Bung Karno.

Dia tampak berkaca-kaca ketika memandang lukisan Megawati kecil bersama dengan Sang Proklamator di masa lampau.

Di momen itu, Butet Kartaredjasa pun langsung memanggil sang seniman, Agus Noor, untuk maju dan menemui Megawati secara langsung di depan karyanya.

Baca juga: Megawati Bakal Terima Penghargaan Tertinggi Timor Leste Atas Jasa Rekonsiliasi Dua Negara

"Ide lukisan itu, Bung Karno oleh sejarah disebut yang mengantar Bangsa Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan. Apakah hari ini hanya sampai gerbang saja, bagaimana membawa ke seberang setelah kemerdekaan," kata Agus Noor, dikutip dari keterangan tertulis.

Di depan Megawati, Agus Noor menambahkan, sepeda itu lambang kendaraan rakyat yang dikayuh.

Setelahnya, Megawati melanjutkan langkahnya untuk berkeliling pameran dan melihat lukisan lainnya.

Karya lain yang mencuri perhatiannya adalah karya kontemporer sarat kritik sejarah yang bertajuk "Supermemar".

Baca juga: Mesra di Hari Lahir Pancasila, Said Abdullah Ungkap 3 Rahasia Awetnya Hubungan Megawati dan Prabowo

Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri saat melihat karya pameran Mata Hati Soekarno di Bantul, Yogyakarta, Sabtu (6/6/2026).Dok. PDI-P Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri saat melihat karya pameran Mata Hati Soekarno di Bantul, Yogyakarta, Sabtu (6/6/2026).

Adapun karya ini merupakan sebuah plesetan visual dari dokumen historis Supersemar (Surat Perintah Sebelas Maret) tahun 1966.

Melalui lukisan ini, sang perupa mencoba menghadirkan otokritik sejarah atas mandat pemulihan keamanan pasca-peristiwa G30S/PKI, yang pada akhirnya memicu pelengseran kekuasaan Bung Karno dan menyisakan "memar" mendalam bagi sejarah demokrasi Indonesia.

Selain itu, Megawati juga sempat meninjau lukisan mata uang rupiah dengan nominal 100.000 karya Pelukis, Melodia.

Melodia menjelaskan lukisan itu terinspirasi dari kata "Mencapai Indonesia Merdeka" yang ditaruh di dalam uang dengan nilai tertinggi tersebut.

Baca juga: Hasan Nasbi Sebut Hubungan Prabowo-Megawati Baik meski Ada Perbedaan

"Itu saya ambil dari goresan tangan Bung Karno tahun 1933. Bung Karno visioner mendambakan kemerdekaan Indonesia dan dikaitkan dengan situasi saat ini," ucap Melodia.

Dari situ, Megawati juga memberikan perhatian pada lukisan karya Josua Tobing yang berjudul "Restu".

Sebab, lukisan ini menangkap momen sakral saat Bung Karno bersimpuh takzim memohon doa di hadapan ibunda tercinta, Ida Ayu Nyoman Rai.

Megawati pun tampak kagum sembari mendengar penjelasan dari Butet soal lukisan itu.

Baca juga: Gerindra Puji Megawati Punya Sikap Elegan-Negarawan Meski PDI-P di Luar Pemerintah

Sebab, secara tersirat lukisan itu memberi pesan bahwa di balik ketangguhan seorang pemimpin besar revolusi, ada restu dan doa tulus dari seorang ibu sebagai penyangga spiritualnya.

Tepat sebelum berkeliling pameran, Megawati juga secara resmi membuka pameran seni rupa tersebut secara simbolis.

Pameran itu digelar khusus untuk memperingati 125 tahun hari lahir Sang Proklamator.

Baca juga: Gerindra Ungkap Alasan Prabowo Mesra dengan Megawati: Persahabatan Mereka Sangat Kuat

Pameran tersebut menghadirkan karya-karya terbaik dari 47 perupa lintas generasi yang mencoba menafsirkan kembali sejarah hidup serta pemikiran Bung Karno.

Tag:  #momen #megawati #nostalgia #masa #kecil #saat #pameran #seni #rupa #bung #karno #bantul

KOMENTAR