John Herdman Sebut 6 Pemimpin yang Jadi Poros Timnas Indonesia
Timnas Indonesia menyapa penonton di tribun setelah pertandingan melawan Bulgaria dalam ajang Final FIFA Series 2026 di Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (30/3/2026).(KOMPAS.com/ANTONIUS ADITYA MAHENDRA)
08:46
31 Maret 2026

John Herdman Sebut 6 Pemimpin yang Jadi Poros Timnas Indonesia

- Kekalahan tipis 0-1 dari Bulgaria pada final FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Senin (30/3/2026), tak menghapus optimisme pelatih Timnas Indonesia, John Herdman.

Dari dua laga FIFA Series 2026 yang telah dijalani, John Herdman melihat fondasi kuat yang bisa menjadi landasan perjalanan panjang menuju target besar untuk tampil di Piala Dunia 2030.

Baginya, hasil bukan satu-satunya ukuran. Lebih dari itu, ia tengah membaca karakter, budaya, dan potensi tim yang kini berada di tangannya.

"Saya pikir tim ini punya potensi yang sangat besar. Potensi yang nyata. Saya rasa, dari apa yang saya lihat, kami baru saja memulai," ujar Herdman.

Ia menilai, kekuatan utama timnas Indonesia tidak hanya terletak pada kualitas individu, tetapi juga pada kepemimpinan di dalam tim.

Beberapa pemain disebutnya telah membentuk inti skuad yang solid.

Baca juga: Pengamat Sorot Lini Tengah Timnas Indonesia, Faktor Sial, dan Bulgaria yang Pintar

"Dari segi budaya, saya melihat kami punya beberapa pemimpin yang kuat. Pemimpin sejati. Orang-orang yang tidak hanya bicara, tapi benar-benar membuktikannya dengan tindakan. Dan menurut saya itu sangat penting."

"Jay Idzes adalah pemain yang luar biasa. Kevin Diks, (Joey) Pelupessy, (Calvin) Verdonk, Rizky Ridho, Emil Audero, semuanya masuk dalam kelompok pemimpin," ujar pelatih asal Inggris tersebut.

Menurutnya, proses membangun kebersamaan bahkan sudah dimulai sebelum sesi latihan berlangsung.

Para pemain aktif berkomunikasi, menyatukan visi, hingga akhirnya mampu menerapkannya di lapangan.

"Dan ya, kelompok pemimpin mereka sangat solid. Kami punya inti tim yang sangat kuat. Saya senang dengan itu, karena mereka ikut dalam pertemuan Zoom sebelum datang ke pemusatan latihan, menghabiskan waktu berjam-jam bersama kami untuk melakukan persiapan."

Budaya dan Karakter Jadi Kekuatan

Selain itu, Herdman juga menyoroti karakter khas masyarakat Indonesia yang menurutnya menjadi nilai tambah bagi timnas.

"Orang Indonesia punya semangat hidup yang tinggi, jiwa yang bahagia. Mereka menikmati hidup. Mereka tersenyum, mereka tertawa. Dan saya sangat menikmatinya. Itu cocok dengan kepribadian saya, cocok dengan apa yang ingin saya bawa ke sini," tutur Herdman.

Baca juga: FIFA Ulas Hasil Timnas Indonesia Vs Bulgaria, Duel Sengit di Jakarta

Energi positif itu bisa menjadi bahan bakar penting dalam membangun tim yang kompetitif di level Asia.

Sedangkan secara taktis, ia mengaku sudah lama melihat potensi besar Indonesia, bahkan sebelum resmi menerima jabatan sebagai pelatih kepala.

"Tapi saya melihat kesadaran taktis dan disiplin dari kelompok ini. Saya punya keyakinan bahwa itu bisa menjadi faktor pembeda di level AFC. Dan kami punya pemain-pemain yang sangat cerdas."

"Yang saya lihat sekarang, para pemain lokal dan diaspora mulai semakin menyatu. Baik secara taktis maupun secara budaya," kata Herdman

Peran Pelatih sebagai Ayah Sekaligus Kakak

Saat ini dalam membangun timnas Indonesia, Herdman juga memiliki pendekatan yang unik. Ia memposisikan diri bukan sekadar pelatih, tetapi juga figur keluarga bagi para pemain.

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman memberi arahan kepada anak asuhnya saat laga pertandingan Final FIFA Series 2026 antara Indonesia vs Bulgaria di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (30/3/2026).KOMPAS.com/ANTONIUS ADITYA MAHENDRA Pelatih Timnas Indonesia John Herdman memberi arahan kepada anak asuhnya saat laga pertandingan Final FIFA Series 2026 antara Indonesia vs Bulgaria di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (30/3/2026).

"Dan tugas saya, seperti yang saya katakan kepada mereka, di usia saya sekarang, saya cukup tua untuk menjadi ayah bagi sebagian dari mereka," ucap Herdman.

Sebagai sosok “ayah”, ia ingin menghadirkan kejujuran dan standar tinggi. Sementara sebagai “kakak”, ia berperan sebagai mentor yang membimbing.

Pendekatan ini bukan hal baru bagi John Herdman. Karena ia pernah menerapkannya saat menangani Timnas Kanada yang akhirnya berhasil menembus Piala Dunia 2022.

"Dan bersama-sama, selama masa saya di sana (Kanada), saya punya kelompok pemimpin yang luar biasa. Steven Vitoria, yang sekarang ada di staf saya, menjadi bagian dari itu." 

Namun ia menegaskan, keberhasilan sebuah tim bukan ditentukan oleh pelatih semata.

"Para pemimpin itulah yang membawa Kanada lolos ke Piala Dunia, bukan pelatihnya," ujar pelatih kelahiran Consett tersebut.

Baca juga: Gairah Jay Idzes Tak Surut Meski Timnas Indonesia Gagal ke Piala Dunia 2026

Proses Panjang Menuju 2030

Kini ia menyadari bahwa membangun “dream team” Indonesia bukan pekerjaan instan. Seperti yang dialami di Kanada, semua membutuhkan waktu, proses, dan kompetisi yang berkelanjutan.

Ia percaya, ke depan akan muncul lebih banyak pemain potensial yang memperkuat timnas Indonesia, baik dari dalam negeri maupun yang berkarier di luar negeri.

Optimisme itu menjadi bekal penting, terutama setelah melihat langsung bagaimana tim mengarungi dua laga di FIFA Series 2026.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pendukung timnas Indonesia yang terus memberikan dukungan penuh.

"Saya hanya ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada kalian yang masih bertahan sampai larut malam seperti ini. Ya, saya sangat menghargainya, juga kesabaran kalian."

"Dan tentu saja, terima kasih yang luar biasa untuk para suporter. Sekali lagi, malam ini benar-benar luar biasa. Itu membuat perbedaan besar. Sepanjang karier sepak bola saya, saya belum pernah merasakan tingkat intensitas seperti ini," kata John Herdman.

Tag:  #john #herdman #sebut #pemimpin #yang #jadi #poros #timnas #indonesia

KOMENTAR