Roberto Mancini Yakin Kembali Tukangi Italia jika Giovanni Malago Jadi Presiden FIGC
-Gelombang spekulasi mengenai suksesor kursi kepelatihan tim nasional Italia mulai memanas seiring dengan rencana perombakan radikal di tubuh federasi.
Nama mantan pelatih Italia, Roberto Mancini, mencuat ke permukaan sebagai kandidat kuat yang diyakini bakal kembali memimpin tim nasional.
Keyakinan ini muncul di tengah kabar pengunduran diri sejumlah petinggi tim nasional Italia akibat kegagalan menembus putaran final Piala Dunia 2026.
Kekalahan dalam drama adu penalti melawan Bosnia-Herzegovina pada laga final playoff memicu mundurnya Presiden FIGC Gabriele Gravina dan Ketua Delegasi Gianluigi Buffon.
Situasi ini pun menyeret nama Roberto Mancini dalam bursa calon pelatih baru, mengingat posisinya saat ini sebagai pelatih Al-Sadd disebut-sebut hanya sebagai persinggahan sementara sebelum ia kembali ke pangkuan Nazionale.
Baca juga: Fabio Capello Minta Gennaro Gattuso Bertahan di Tim Nasional Italia
Laporan dari Calciomercato menyebutkan bahwa kembalinya Mancini sangat bergantung pada konstelasi politik di dalam federasi.
Sosok Giovanni Malago, yang merupakan Presiden Komite Olimpiade Italia (CONI), dinilai menjadi kunci utama.
Jika Malago terpilih sebagai suksesor Gravina untuk memimpin Federasi Sepak Bola Italia, peluang Mancini untuk menduduki kursi pelatih dipastikan akan terbuka lebar karena kedekatan kedua tokoh tersebut.
Mancini sendiri memiliki rekam jejak gemilang dengan membawa Italia menjuarai EURO 2020.
Meskipun ia sempat meninggalkan jabatannya secara mendadak pada 2023 sebelum kualifikasi EURO 2024 dimulai, namanya tetap menjadi prioritas utama di mata beberapa faksi pendukung perubahan dalam federasi.
Spekulasi Nama Besar: Dari Pep Guardiola hingga Antonio Conte
Selain Mancini, bursa calon pelatih juga diramaikan oleh nama-nama beken lainnya.
Baca juga: Gianluigi Buffon Ikuti Jejak Gabriele Gravina Usai Italia Gagal ke Piala Dunia 2026
Muncul opsi menarik untuk merekrut Pep Guardiola yang dikabarkan bakal meninggalkan Manchester City pada akhir musim ini.
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, bereaksi keras kepada ofisial keempat saat Man City mengalahkan Newcastle United dalam laga Piala FA di Stadion St James? Park pada Sabtu (7/3/2026) atau Minggu dini hari WIB.
Kecintaan Guardiola pada sepak bola Italia dianggap sebagai peluang bagi tim nasional untuk melakukan terobosan besar.
Selain itu, nama Antonio Conte dan Massimiliano Allegri juga masuk dalam radar pantauan sebagai alternatif potensial untuk membangkitkan mentalitas juara tim.
Namun, di tengah hiruk-pikuk pencarian nama baru, pelatih kawakan Fabio Capello justru memberikan pandangan yang berbeda.
Capello menyarankan agar federasi tidak terburu-buru mendepak Gennaro Gattuso yang saat ini masih menjabat.
Ia menilai kekalahan dari Bosnia lebih disebabkan oleh faktor teknis di lapangan daripada kesalahan manajerial.
Desakan Capello untuk Menunda Evaluasi
Fabio Capello menekankan pentingnya memberikan waktu bagi Gattuso untuk membuktikan kapasitasnya dalam dua laga ke depan sebelum mengambil keputusan final.
Ia juga menyoroti aspek moral dalam proses penunjukan pelatih baru agar federasi tidak sekadar melihat prestasi masa lalu.
Baca juga: Presiden FIGC Gravina Mengundurkan Diri Usai Italia Gagal Lolos Piala Dunia 2026
“Saya akan menunggu dua pertandingan berikutnya sebelum membuat keputusan apa pun tentang Gattuso,” kata Capello kepada Sky Sport Italia.
“Jangan kita lupakan bahwa dia mengambil alih tim ketika kampanye kualifikasi sudah dimulai di bawah Luciano Spalletti, dan dia berhasil membawa karakter dan tekad ke dalam tim."
"Sayangnya, dan ini menyedihkan untuk dikatakan, tetapi kami harus membayar mahal atas kesalahan individu pemain yang sangat mendasar, jika tidak, kami mungkin akan membawa pulang kemenangan.”
Capello juga memberikan peringatan terkait proses evaluasi terhadap calon pengganti seperti Mancini atau Conte.
“Kita harus melihat bukan hanya apa yang telah mereka menangkan di masa lalu, tetapi juga bagaimana beberapa dari mereka meninggalkan peran tersebut. Ada banyak hal yang perlu dievaluasi di sini,” pungkasnya.
Tag: #roberto #mancini #yakin #kembali #tukangi #italia #jika #giovanni #malago #jadi #presiden #figc