Pep Guardiola Disebut Jadi Salah Satu Alternatif Latih Timnas Italia
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, bereaksi keras kepada ofisial keempat saat Man City mengalahkan Newcastle United dalam laga Piala FA di Stadion St James? Park pada Sabtu (7/3/2026) atau Minggu dini hari WIB.(AFP/PAUL CURRIE)
09:01
3 April 2026

Pep Guardiola Disebut Jadi Salah Satu Alternatif Latih Timnas Italia

Sebuah nama besar kini muncul di tengah krisis yang melanda persepakbolaan Italia.

Sosok Pep Guardiola disebut-sebut sebagai kandidat pelatih yang berani untuk mengambil alih kursi kepelatihan tim nasional Italia.

Wacana ini mencuat setelah kegagalan tragis Italia dalam menembus Piala Dunia 2026 akibat kekalahan menyakitkan dari Bosnia-Herzegovina di final play-off, yang diprediksi akan segera mengakhiri masa jabatan Gennaro Gattuso.

Potensi kedatangan Pep Guardiola ke ranah sepak bola internasional semakin menguat mengingat masa depannya di level klub yang diperkirakan akan berakhir pada musim panas nanti.

Transformasi besar-besaran di tubuh FIGC sedang berlangsung pasca mundurnya sejumlah petinggi puncak.

Baca juga: Manchester City Tunggu Saat Tepat Amankan Kontrak Pep Guardiola

Situasi kekosongan ini memunculkan harapan agar kepengurusan baru, atau tokoh kunci seperti Giovanni Malago ke depannya, berani mengambil keputusan revolusioner untuk menyelamatkan masa depan tim.

Pencarian nakhoda baru ini menempatkan beberapa nama beken seperti Massimiliano Allegri, Antonio Conte, dan mantan manajer yang pernah membawa kejayaan di Euro 2020, Roberto Mancini, dalam bursa kandidat.

Namun, wacana menggunakan jasa pelatih asing juga mulai digaungkan secara serius.

Politisi Ignazio La Russa bahkan melontarkan gagasan ekstrem dengan membandingkannya dengan situasi Carlo Ancelotti, meski ia lebih condong menyebut figur lain.

“Jika Brasil bisa merekrut pelatih hebat dan asing seperti Ancelotti, mengapa kita tidak bisa mendapatkan seseorang seperti Mourinho?” tanya La Russa dikutip dari Corriere della Sera.

Selain mengusulkan nama pelatih asing, ia juga mengkritik keras jalannya laga play-off yang berujung petaka adu penalti, terutama terkait taktik saat bermain dengan 10 orang di lapangan.

Jose Mourinho memberi instruksi dalam laga Liga Champions antara Ajax vs Benfica di Johan-Cruijff ArenA di Amsterdam pada 25 November 2025. (Foto oleh JOHN THYS / AFP)AFP/JOHN THYS Jose Mourinho memberi instruksi dalam laga Liga Champions antara Ajax vs Benfica di Johan-Cruijff ArenA di Amsterdam pada 25 November 2025. (Foto oleh JOHN THYS / AFP)

“Bagaimana bisa Anda membiarkan pemain muda seperti Pio Esposito mengambil penalti pertama, padahal dia bahkan tidak pernah mengambil penalti untuk Inter?" katanya.

Baca juga: Menonton Barcelona Selalu Berhasil Buat Pep Guardiola Merasa Gembira

"Dan mengapa Bastoni ditempatkan di luar posisinya untuk mengakomodasi Calafiori di posisi bek tengah kiri?"

"Hal ini pada gilirannya merugikan Dimarco di sisi sayap yang sama,” tegas Ignazio La Russa.

Pembelaan Legenda terhadap Pelatih Saat Ini

Di tengah kencangnya rumor pergantian, pelatih legendaris Fabio Capello justru menyarankan agar federasi memberikan waktu dan tidak terburu-buru mengambil langkah radikal.

“Saya akan menunggu dua pertandingan berikutnya sebelum membuat keputusan apa pun tentang Gattuso,” ujar Capello.

“Jangan kita lupakan bahwa dia mengambil alih tim ketika kampanye kualifikasi sudah dimulai di bawah Luciano Spalletti, dan dia berhasil membawa karakter dan tekad ke dalam tim."

"Sayangnya, dan ini menyedihkan untuk dikatakan, tetapi kami harus membayar mahal atas kesalahan individu pemain yang sangat mendasar, jika tidak, kami mungkin akan membawa pulang kemenangan.”

Terkait proses evaluasi para kandidat pengganti, Capello memberikan peringatan tegas kepada federasi.

“Kita harus melihat bukan hanya apa yang telah mereka menangkan di masa lalu, tetapi juga bagaimana beberapa dari mereka meninggalkan peran tersebut. Ada banyak hal yang perlu dievaluasi di sini,” tambahnya.

Peluang Mendobrak Tradisi

Baca juga: Reaksi Pep Guardiola Usai Man City Gagal Lolos: Bela Bernardo Silva

Apabila wacana mendatangkan juru taktik asing ini direalisasikan, hal tersebut akan mendobrak tradisi panjang tim nasional.

Sepanjang sejarah, kursi kepelatihan selalu diisi oleh pria lokal.

Terakhir kali pelatih asing menangani tim adalah Helenio Herrera, itu pun ia hanya berbagi peran secara singkat pada era 1960-an.

Meski berstatus warga negara asing, rekam jejaknya cukup akrab dengan atmosfer persepakbolaan Negeri Piza karena pernah merumput bersama Brescia dan AS Roma semasa bermain.

Peluang Pep Guardiola untuk menduduki kursi panas tersebut semakin terbuka karena ia memang telah lama menyimpan ambisi di level internasional.

"Saya sangat ingin berada di Piala Dunia, Euro, Copa America," ungkap Pep Guardiola dikutip dari The New York Times.

"Saya selalu memikirkannya. Tapi itu tergantung pada banyak hal. Jika terjadi, itu bagus. Jika tidak terjadi, itu juga tidak masalah," pungkasnya.

Tag:  #guardiola #disebut #jadi #salah #satu #alternatif #latih #timnas #italia

KOMENTAR