Tiga Pemain Timnas Putri Indonesia Juga Terdampak Isu Paspoortgate di Liga Belanda
Pesepak bola Timnas Putri Indonesia berfoto bersama sebelum bertanding melawan Timnas Putri Kirgistan pada pertandingan kualifikasi Piala Asia Wanita 2026 Grup D di Stadion Indomilk Arena, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (29/6/2025). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/rwa.(ANTARA FOTO/Galih Pradipta)
13:46
5 April 2026

Tiga Pemain Timnas Putri Indonesia Juga Terdampak Isu Paspoortgate di Liga Belanda

Polemik Paspoortgate saat ini telah menyebar luas ke sejumlah pemain yang memiliki paspor Warga Negara Indonesia (WNI), termasuk penggawa Timnas Putri Indonesia.

Saat ini ada tiga anggota Timnas Putri Indonesia yang disebut terdampak masalah tersebut usai mengganti kewarganegaraan merea.

Adapun ketiga pemain yang dimaksud adalah Felicia de Zeeuw yang memperkuat ADO Den Haag, serta Isabelle Nottet dan Isabel Kopp dari Hera United.

Perlu diketahui, istilah Paspoortgate merujuk pada skandal paspor yang muncul akibat ketidaksesuaian izin kerja bagi para pemain yang mengganti kewarganegaraan mereka di Liga Belanda.

Baca juga: Media Belanda Soroti Satu Sosok di Tengah Polemik Paspor Pemain Timnas Indonesia

Polemik ini berawal dari kasus Dean James setelah NAC Breda mempertanyakan status kewarganegaraannya.

Keberatan tersebut muncul usai NAC Breda menelan kekalahan telak 0-6 dari Go Ahead Eagles.

Klub tersebut kemudian mengajukan protes kepada KNVB, dengan alasan bahwa tim asal Deventer itu menurunkan James yang diduga tidak memenuhi persyaratan untuk tampil.

Hal ini berkaitan dengan perubahan status kewarganegaraan Dean James yang kini telah menjadi Warga Negara Indonesia melalui proses naturalisasi pada 2025.

Baca juga: Respons PSSI Terkait Paspor Pemain Timnas Indonesia di Belanda

Berdampak ke Pesepakbola Wanita

Jurnalis dari Media Belanda Algemeen Dagblad, Fabian van der Poll, mengatakan jika masalah Paspoortgate juga berdampak pada para pesepak bola wanita.

Akibatnya, klub-klub yang menaungi para pemain tersebut meminta agar mereka sementara waktu tidak mengikuti sesi latihan maupun pertandingan.

"Masalah ini juga mempengaruhi pesepak bola wanita," tulis AD.nl. 

"Kehilangan kewarganegaraan Belanda bisa menimbulkan konsekuensi yang besar."

Baca juga: Titik Terang Polemik Paspor Liga Belanda, Tjaronn Chery Kembali Merumput

Sama seperti kasus di pesepakbola putra, para pemain putri juga terancam tidak bisa bermain untuk sementara waktu sampai ada kejelasan dari masalah ini.

"Para pemain mungkin dapat bermain sepak bola lagi dalam waktu dekat, tetapi itu tidak berarti konsekuensinya telah berakhir," tambahnya.

Dalam daftar EW Magazine, Isabelle Nottet tercantum sebagai pemain yang tengah berada di bawah pengawasan ketat terkait masalah Paspoortgate.

Baca juga: Bisikan Jordi Cruyff Hindarkan Maarten Paes dari Polemik Paspor WNI

Sementara itu, Claudia Scheunemann yang bermain untuk FC Utrecht Vrouwen tidak terdampak oleh skandal ini.

Claudia masih masuk dalam daftar pemain FC Utrecht Vrouwen dalam pertandingan terakhir melawan AZ Alkmaar pada Minggu (29/3/2026) lalu.

Para pemain Timnas Putri Indonesia menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum melawan Timnas Putri Taiwan pada laga International Women's Friendly Match di Stadion Maguwoharjo, Sleman, D.I Yogyakarta, Sabtu (29/11/2025). Timnas Taiwan menang atas Timnas Putri Indonesia dengan skor 5:0. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/barANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko Para pemain Timnas Putri Indonesia menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum melawan Timnas Putri Taiwan pada laga International Women's Friendly Match di Stadion Maguwoharjo, Sleman, D.I Yogyakarta, Sabtu (29/11/2025). Timnas Taiwan menang atas Timnas Putri Indonesia dengan skor 5:0. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/bar

Pernyataan Resmi dari PSSI

PSSI telah mengeluarkan pernyataan resmi mengenai isu yang melibatkan sejumlah pemain timnas Indonesia di Belanda. 

Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, ditegaskan bahwa para pemain masih berstatus WNI dan tidak melanggar aturan kewarganegaraan Indonesia.

"Seluruh pemain keturunan yang telah membela Tim Nasional Indonesia, termasuk di dalamnya Dean James, Justin Hubner, dan Nathan Tjoe-A-On telah sah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) dan dipastikan tidak ada masalah hukum Indonesia," kata Sumardji dalam rilis PSSI.

Baca juga: KNVB Buka Suara Soal Polemik Paspor Dean James dll di Liga Belanda

"Mereka banyak yang lahir, besar, hidup dan memiliki keluarga di luar Indonesia. Jadi dengan mereka memutuskan menjadi WNI, bukti mereka punya kecintaan serta pengabdian terhadap tanah air," tambahnya.

Menurut Sumardji, para pemain memahami konsekuensi yang harus dihadapi saat meninggalkan kewarganegaraan lain demi menjadi WNI.

"Paspoortgate" yang sedang dihadapi saat ini murni merupakan masalah teknis administratif yang berlaku di Belanda."

"Bukan hanya terbukti dari kerja keras mereka dalam latihan dan pertandingan Tim Nasional, tapi terbukti juga bahwa dengan menjadi Warga Negara Indonesia banyak fasilitas yang harus mereka lepaskan, misalnya keharusan memiliki izin atau visa untuk tinggal dan bekerja di negara asing, misalnya di Belanda," ujar Sumardji.

Baca juga: Nathan Tjoe-A-On Tak Diizinkan Main dan Berlatih di Willem II Buntut Kasus Paspor

"Ini merupakan bentuk nyata pengorbanan yang diambil oleh pemain-pemain kita."

"Kami juga sangat bersyukur, bahwa pemain Timnas Indonesia masih dipercaya mengambil peran penting di klub-klub level teratas Eropa, misalnya Maarten Paes."

"Mengenai permasalahan yang ada di klub-klub Eredivisie, maka itu masalah teknis administrasi yang berkaitan dengan hukum dan peraturan di Belanda," pungkasnya.

Tag:  #tiga #pemain #timnas #putri #indonesia #juga #terdampak #paspoortgate #liga #belanda

KOMENTAR