Insiden Tendangan Kungfu, Fadly Alberto Minta Maaf Coreng Nama Timnas
Pemain Timnas U17 Indonesia Fadly Alberto Hengga (kiri) berusaha melewati pemain Tajikistan Nurmatov Shukhrat (kanan) pada pertandingan Piala Kemerdekaan 2025 di Stadion Utama Sumatera Utara, Kabupaten Deli Serdang, Selasa (12/8/2025). ANTARA FOTO/Yudi Manar/rwa.(ANTARA FOTO/Yudi Manar)
06:39
21 April 2026

Insiden Tendangan Kungfu, Fadly Alberto Minta Maaf Coreng Nama Timnas

- Insiden "tendangan kungfu" di EPA U20 yang menyeret nama Fadly Alberto Hengga jadi tamparan untuk sepak bola Indonesia. 

Kericuhan terjadi dalam pertandingan Bhayangkara FC U20 vs Dewa United Banten U20 yang bergulir di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4/2026).

Pertandingan itu tuntas 2-1 bagi  kemenangan Dewa United Banten U20. Pihak Bhayangkara FC U20 protes terhadap keputusan wasit mengesahkan gol Dewa United yang mereka nilai berbau offside.

Situasi pun memanas. Keributan lantas terjadi dengan melibatkan pemain kedua tim. 

Dalam video yang ramai beredar di media sosial, tiba-tiba ada seorang pemain Bhayangkara FC berlari kencang dan mendaratkan tendangan ke tubuh pemain Bhayangkara FC.

Baca juga: Fadly Alberto Buka Suara Usai Insiden Kungfu, Siap Terima Sanksi

Belakangan, diketahui pelaku tendangan kungfu tersebut adalah Fadly Alberto Hengga, pemain yang pernah membela Timnas U17 Indonesia di Piala Dunia U17 2025 silam.

Sementara, pemain yang jadi korban tendangan Fadly Alberto adalah personel Dewa United bernama Rakha Nurkholis.

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Fadly Alberto Hengga, pemain Bhayangkara FC U20, dengan sadar saya memohon maaf dan menyesal atas perbuatan bodoh saya saat pertandingan melawan Dewa United Banten FC U20," ujar Fadly Alberto melalui Instagram pribadi dan akun resmi klubnya.

"Secara khusus saya meminta maaf kepada Rakha Nurkholis dan tim Dewa United, atas perbuatan bodoh saya menendang Rakha Nurkholis."

"Dan untuk tim Bhayangkara FC, saya meminta maaf kepada pimpinan dan manajemen Bhayangkara FC dan seluruh jajaran pelatih dan rekan setim karena telah merugikan tim," katanya.

Konsekuensi Mahal untuk Fadly Alberto

Fadly Alberto sadar bahwa ada konsekuensi yang harus diterimanya dari perbuatan ini.

"Untuk Tim Nasional Indonesia, saya meminta maaf karena perbuatan saya mencoreng nama baik Tim Nasional Indonesia. Kepada masyarakat Indonesia, saya meminta maaf atas kegaduhan akibat tindakan saya," tutur dia.

"Semoga tindakan saya memberikan saya pelajaran yang baik untuk ke depannya agar bisa menjaga emosi dan jauh lebih baik," ujar pemain 18 tahun.

Baca juga: Nova Arianto Kecewa dengan Tindakan Fadly Alberto, Tak Bisa Dibenarkan

"Terakhir, saya siap menerima sanksi yang setimpal atas tindakan saya dan saya berjanji tidak akan mengulangi tindakan tersebut. Sekian permohonan maaf saya. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh," tutup dia.

Imbas kejadian ini, nama Fadly Alberto tidak dimasukkan ke skuad yang akan dibawa pelatih Timnas U20 Indonesia, Nova Arianto, ke Piala AFF U19 2026.

Mantan pemain timnas Indonesia Evan Dimas.KOMPAS.COM/SUCI RAHAYU Mantan pemain timnas Indonesia Evan Dimas.

Evan Dimas Tekankan Perlunya Jiwa Kesatria

Insiden keributan di kompetisi usia muda jadi tamparan serius bagi sepak bola Indonesia. Sepak bola yang seharusnya jadi media untuk menularkan spirit persahabatan, malah jadi ajang unjuk kekerasan. 

"Miris, jika trofi dan kemenangan di atas sportivitas dan fair play. Olahraga dan sportivitas," kata eks pemain Timnas Indonesia, Evan Dimas kepada Kompas.com.

"Bagaimana bisa sportivitas jika yang di olah hanya raganya. Untuk bisa mencapai sportivitas harusnya yang di olah bukan cuman raga tapi olah jiwa juga," ucapnya.

Baca juga: Kata Evan Dimas soal Tendangan Kungfu di EPA, Sepak Bola Butuh Jiwa Kesatria

Evan Dimas yang kini aktif membina pesepak bola muda di sanggar Saraswati Nuswantara menekankan pentingnya jiwa kesatria dalam sepak bola.

"Diajarkan bagaimana berjiwa kesatria. Kami di sanggar Saraswati Nuswantara tidak diajarkan mental kompetitif tapi mental bergerak bersama," ujar Evan Dimas. 

"Mari bersama sama mencari solusi, terutama untuk generasi muda," sambungnya.

Akibat kejadian ini Fadly Alberto dipastikan tak akan dipanggil ke skuad Timnas Indonesia untuk Piala AFF U19 2026 pada Juni mendatang.

"Pastinya saya sangat kecewa dengan apa yang dilakukan Berto karena apa pun alasannya, tindakan itu tidak bisa dibenarkan," kata pelatih Timnas U20 Indonesia, Nova Arianto, kepada KOMPAS.com lewat pesan singkat, Senin (20/4/2026).

"Apalagi status Berto adalah pemain Timnas U17 yang seharusnya memberikan contoh kepada pemain lainnya," lanjut dia.

"Kami akan tetap berikan pendampingan agar Berto ada efek jera di sana," tutur dia.

Bhayangkara FC Lakukan Investigasi Internal

Menyikapi keributan di laga EPA melawan Dewa United, pihak Bhayangkara FC mengaku mengecam segala aksi kekerasan di lapangan hijau. Mereka juga mengutuk aksi rasialisme yang diduga jadi salah satu pemicu kericuhan.

"Kami menegaskan bahwa Bhayangkara FC Youth tidak mentolerir segala bentuk kekerasan dalam pertandingan. Di sisi lain, kami juga mengecam keras segala bentuk provokasi dan tindakan rasis yang terjadi dalam insiden tersebut," tulis pernyataan Bhayangkara FC Youth.

Saat ini, pihak Bhayangkara FC Youth tengah melakukan investigasi secara internal dan sedang mengumpulkan bukti untuk diserahkan kepada pihak berwenang.

"Kami saat ini sedang mengumpulkan bukti dan akan menyerahkan seluruhnya kepada pihak berwenang untuk ditindaklanjuti secara profesional dan adil," tulis pernyataan Bhayangkara FC Youth.

"Kami mengajak semua pihak untuk menjaga sportivitas dan menjunjung tinggi nilai fair play dalam sepak bola."

Tag:  #insiden #tendangan #kungfu #fadly #alberto #minta #maaf #coreng #nama #timnas

KOMENTAR