Pengamat Sebut Insiden Tendangan Kungfu Memalukan, PR bagi Pelatih
Pemain Timnas Indonesia U-17 Fadly Alberto Hengga (kiri) berusaha melewati pemain Tajikistan Nurmatov Shukhrat (kanan) pada pertandingan Piala Kemerdekaan U-17 2025 di Stadion Utama Sumatera Utara, Kabupaten Deli Serdang, Selasa (12/8/2025). ANTARA FOTO/Yudi Manar/rwa.(ANTARA FOTO/Yudi Manar)
18:38
21 April 2026

Pengamat Sebut Insiden Tendangan Kungfu Memalukan, PR bagi Pelatih

Pengamat sepak bola nasional, Supriyono Prima, tak segan menyebut keributan yang terjadi dalam pertandingan Bhayangkara FC U20 vs Dewa United U20 sebagai hal yang memalukan.

Dia menekankan bahwa sepak bola bukan hanya soal taktik dan kemampuan mengolah bola tapi juga attitude.

Baru-baru ini terjadi keributan yang melibatkan tim Bhayangkara FC U20 vs Dewa United Banten U20 pada laga Elite Pro Academy (EPA) Super League U20 2025-2026 yang bergulir di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4/2026).

Duel yang berkesudahan 2-1 untuk kemenangan Dewa United Banten U20 itu memang berlangsung panas.

Pasalnya, terdapat ketidakpuasan atas sejumlah keputusan wasit yang memimpin pertandingan. 

Baca juga: Evaluasi Bojan Hodak Setelah Persib Bobol 4 Kali dalam 2 Laga

Situasi semakin memanas ketika wasit meniup peluit panjang dan para pemain dari kedua tim tampak terlibat keributan. 

Tiba-tiba seorang pemain Bhayangkara FC berlari kencang dan mendaratkan tendangan kepada pemain lawan di tengah kerumunan. Aksi tak terpuji ini lantas memperkeruh situasi. 

Akibat tendangan tersebut, salah seorang pemain Dewa United U20 terkapar dan langsung mendapat tindakan medis.

Belakangan, diketahui pelaku tendangan kungfu tersebut adalah Fadly Alberto Hengga. Sementara, korban dari Dewa United bernama Rakha Nurkholis.

Seteah kejadian, Fadly Alberto Hengga, yang merupakan eks anggota Timnas U17 Indonesia di Piala Dunia U17 2025 telah meminta maaf dan menyebut dirinya menyesal telah melakukan tindakan bodoh.

Baca juga: Prakiraan Line Up Inter Milan Vs Como di Coppa Italia

Menanggapi kejadian tersebut, Supriyono menilai bahwa tindakan para pemain dan ofisial yang terlibat keributan tak hanya terbilang memalukan tetapi juga mencederai sportivitas dan fair play.

"Ini kan sebuah situasi kejadian yang bisa dibilang sangat memalukan lah. Karena kan mereka itu kan dibangun untuk bisa mendapatkan tidak hanya wadah, kesempatan bermain, mental, menit bermain, tapi bagaimana attitude itu kan menjadi aspek yang penting dalam sepak bola," kata Supriyono kepada KOMPAS.com saat dihubungi lewat sambungan telepon, Senin (20/4/2026).

Pemain Bhayangkara FC U20, Fadly Alberto Hengga, menyampaikan permohonan maaf secara resmi melalui akun Instagram pribadinya usai melakukan aksi tendangan kungfu ke pemain Dewa United U20 pada laga EPA U20 di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4/2026).TANGKAPAN LAYAR Pemain Bhayangkara FC U20, Fadly Alberto Hengga, menyampaikan permohonan maaf secara resmi melalui akun Instagram pribadinya usai melakukan aksi tendangan kungfu ke pemain Dewa United U20 pada laga EPA U20 di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4/2026).

PR Tim Kepelatihan

Lebih lanjut, Supriyono juga menyoroti tim kepelatihan dalam insiden ini yang seharusnya mengarahkan para pemain untuk bisa menerima setiap keputusan yang terjadi di lapangan.

Insiden ini disebutnya menjadi pekerjaan rumah bagi tim kepelatihan untuk bisa mendidik para pemain agar lebih disiplin, respek kepada lawan, menjunjung fair play, dan menghindari perilaku agresif seperti yang tercantum di dalam Law of The Game.

"Jadi ini PR untuk tim kepelatihan juga, untuk siapa pun yang menangani anak-anak di usia-usia muda, bahwa sepak bola itu tidak hanya menendang bola, tidak hanya menyerang dan bertahan, tapi bagaimana mengubah pola pikir untuk mereka paham Law of The Game," ujar Supriyono.

Baca juga: Persaingan Juara Super League Panas, 6 Laga Penentuan Persib

"Biar dampaknya tidak seperti kejadian yang sangat memprihatinkan kemarin," lanjutnya.

Sepak Bola Ilmu Kehidupan

Menurut pria yang juga eks pilar Timnas Indonesia itu, para pemain harus memahami bahwa sepak bola merupakan ilmu kehidupan.

Sehingga, mereka tak bertindak gegabah dan mengikuti emosi sesaat.

"Jadi bagaimana mereka bisa beradaptasi, bersosialisasi, memiliki karakter, memiliki sportivitas, kedisiplinan, knowledge. Jadi tidak hanya sekadar latihan, tetapi lebih mengedukasi untuk ilmu-ilmu kehidupan."

"Karena kan tidak semua orang yang yang berlatih di bola itu jadi pemain bola semua," ungkap Supriyono.

"Ketika mindset kehidupan itu kita berikan, otomatis mereka akan bisa menjalankan bagaimana komitmennya, tidak hanya di sepak bola, tetapi sebuah komitmen yang diputuskan di institusi, di pekerjaan, di kantor, itu akan mereka jalankan seperti kedisiplinan apa yang di sepak bola." terang dia

Tag:  #pengamat #sebut #insiden #tendangan #kungfu #memalukan #bagi #pelatih

KOMENTAR