Fadly Alberto Siap Terima Sanksi Tegas dari Komite Disiplin PSSI
Fadly Alberto (FIFA)
22:24
21 April 2026

Fadly Alberto Siap Terima Sanksi Tegas dari Komite Disiplin PSSI

Fadly Alberto Hengga secara terbuka mengakui tindakan kekerasan lapangan yang ia lakukan saat membela Bhayangkara FC U-20.

Pemain sayap muda ini menyampaikan penyesalan mendalam setelah melancarkan tendangan gaya kungfu kepada penggawa Dewa United U-20.

Langkah permintaan maaf ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral atas perilaku yang dinilai mencoreng nilai sportivitas.

Kronologi keributan yang terjadi antara Bhayangkara FC U-20 dan Dewa United U-20 melibatkan eks Timnas Indonesia U-17, Fadly Alberto Hengga. (Instagram/@futboll.indonesiaa)Kronologi keributan yang terjadi antara Bhayangkara FC U-20 dan Dewa United U-20 melibatkan eks Timnas Indonesia U-17, Fadly Alberto Hengga. (Instagram/@futboll.indonesiaa)

Insiden tersebut terjadi di tengah tensi tinggi kompetisi Elite Pro Academy (EPA) Super League U-20 musim 2025/2026.

Fadly menyadari bahwa emosi sesaat tersebut tidak hanya merugikan lawan tetapi juga reputasi pribadinya sebagai pesepak bola.

Melalui media sosial resminya, pemain berusia 17 tahun ini menyampaikan permohonan maaf khusus kepada korbannya, Rakha Nurkholis.

Mimpi Itu Gratis: Air Mata dan Perjuangan Alberto Hengga Bersama Sang Ibu [the-afc.com]Mimpi Itu Gratis: Air Mata dan Perjuangan Alberto Hengga Bersama Sang Ibu [the-afc.com]

"Saya Fadly Alberto Hengga, pemain Bhayangkara Presisi Lampung FC U-20. Dengan sadar, saya memohon maaf dan menyesal atas perbuatan bodoh saya saat pertandingan melawan Dewa United Banten FC U-20," kata Fadly Alberto.

Ia merasa sangat bersalah karena tindakan fisik tersebut sangat membahayakan keselamatan pemain lawan di area pertandingan.

"Secara khusus, saya meminta maaf kepada Rakha Nurkholis dan tim Dewa United U-20 atas perbuatan bodoh saya menendang Rakha Nurkholis," jelasnya.

Penyesalan ini juga dialamatkan kepada manajemen klub yang kini harus menanggung dampak negatif dari perilaku indisipliner tersebut.

Fadly yang merupakan langganan skuad asuhan Nova Arianto menyadari bahwa tindakannya membawa beban buruk bagi nama negara.

"Dan untuk tim Bhayangkara Presisi Lampung FC, saya meminta maaf kepada pimpinan dan manajemen Bhayangkara Presisi Lampung FC serta seluruh jajaran pelatih dan rekan setim karena telah merugikan tim," imbuh Fadly Alberto.

Sebagai aset muda Indonesia, ia merasa gagal menjaga martabat jersey merah putih yang selama ini ia kenakan.

"Dan untuk Tim Nasional Indonesia, saya meminta maaf karena perbuatan saya mencoreng nama baik Tim Nasional Indonesia," tuturnya.

Kini posisi Fadly di skuad Garuda Muda dilaporkan berada di ujung tanduk menyusul evaluasi ketat dari tim pelatih.

Pemain kelahiran Papua ini menyatakan kesiapan penuh untuk menjalani hukuman administratif maupun larangan bertanding dari otoritas liga.

"Kepada masyarakat Indonesia, saya meminta maaf atas kegaduhan akibat tindakan saya. Dan semoga tindakan saya memberikan saya pelajaran yang baik ke depannya agar bisa menjaga emosi dan jauh lebih baik," jelas Fadly Alberto.

Ia berharap kejadian pahit di Stadion Citarum ini menjadi titik balik bagi pendewasaan mental bertandingnya di masa depan.

"Dan terakhir, saya siap menerima sanksi yang setimpal atas tindakan saya dan saya berjanji tidak akan mengulangi tindakan tersebut."

"Sekian permohonan maaf saya. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih," pungkasnya.

Komite Disiplin PSSI diprediksi akan segera merilis keputusan terkait durasi larangan bermain bagi winger muda berbakat tersebut.

Kejadian bermula pada laga hari Minggu, 19 April 2026, yang mempertemukan Bhayangkara FC U-20 dan Dewa United U-20.

Dalam sebuah momen perebutan bola, Fadly Alberto tertangkap kamera melakukan kontak fisik yang sangat keras dan tidak perlu.

Aksi tersebut viral di media sosial dan mengundang kritik tajam dari netizen serta pengamat sepak bola nasional.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi para pemain muda di kompetisi Elite Pro Academy agar tetap mengedepankan respek.

Stadion Citarum menjadi saksi bagaimana emosi yang tak terkendali dapat mengancam karier menjanjikan seorang pemain nasional.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Tag:  #fadly #alberto #siap #terima #sanksi #tegas #dari #komite #disiplin #pssi

KOMENTAR