Fokus Evaluasi Timnas U17 Indonesia Jelang Piala Asia U17 2026
Pelatih timnas u17 Indonesia Kurniawan Dwi Yulianto saat laga pertama babak penyisihan Grup A ASEAN U17 Championship 2026 melawan Timor Leste yang berakhir dengan skor 4-0 di Stadion Joko Samudro Gresik, Jawa Timur, Senin (13/4/2026) malam.(KOMPAS.COM/SUCI RAHAYU)
20:06
24 April 2026

Fokus Evaluasi Timnas U17 Indonesia Jelang Piala Asia U17 2026

Pelatih Timnas U17 Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto, mengungkapkan sejumlah aspek yang menjadi fokus perbaikannya menjelang Piala Asia U17 2026.

Fokus perbaikan tersebut meliputi mental, semangat juang, dan penyelesaian akhir.

Timnas U17 Indonesia tengah menjalani pemusatan latihan (TC) di Jakarta sebagai persiapan sebelum tampil di Piala Asia U17 2026 yang bergulir di Arab Saudi pada 5-22 Mei 2026.

Sebanyak 26 pemain mengikuti TC yang dipimpin langsung oleh pelatih Kurniawan Dwi Yulianto di Lapangan A Gelora Bung Karno, Jakarta.

Nantinya, akan ada enam pemain yang dicoret sebelum Garuda Asia bertolak ke Arab Saudi pada Sabtu (25/4/2026).

Baca juga: Prakiraan Susunan Pemain Real Betis Vs Real Madrid di Liga Spanyol

Kurniawan mengungkapkan TC di Jakarta digelar untuk memperbaiki kekurangan selama berpartisipasi di Piala AFF U17 2026 atau ASEAN U17 Boys Championship 2026.

Perbaikan Mental

Perbaikan mental menjadi hal pertama yang menjadi perhatian. Sebab, tersingkirnya Indonesia di fase grup Piala AFF U17 2026 tak bisa dipungkiri memberi dampak psikologis kepada para pemain. 

"Ya, seperti yang kita tahu bahwa Timnas U17 tidak bisa lolos ke semifinal (Piala AFF U17 2026) dan memang hasil yang sangat mengecewakan."

"Tentunya ini berdampak ke mental pemain," ucap Kurniawan kepada awak media di Lapangan A Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (24/4/2026).

"Begitu kalah mereka sangat down, tapi kembali lagi waktu terus berjalan dan kita akan ada event di depan, Piala Asia, yang sangat penting juga."

"Jadi kemarin beberapa hari masa istirahat kami coba untuk mengembalikan mental mereka. Jadi, tim pendukung kami bekerja sangat keras, baik ofisial, kemudian ada psikolog, karena itu sangat penting untuk bisa menjalankan apa yang menjadi rencana kami," jelasnya.

Baca juga: Timnas U17 Indonesia Tatap Piala Asia, Kurniawan Bakal Coret 6 Pemain

Pasca-pemulihan mental, Kurniawan berharap semangat juang anak-anak asuhnya semakin bergelora saat bertanding di lapangan.

"Kemudian soal semangat juang, itu yang menurut saya pribadi perlu ditingkatkan."

"Ketika strategi kami tidak berjalan, contoh lawan Malaysia, kita ketinggalan 0-1 terus kita ingin cepat untuk menyamakan, sementara kita di saat lawan tim melakukan low block kita harus lebih sabar, cari peluang untuk ke depan, dan ini menjadi evaluasi juga," kata Kurniawan.

Pemain timnas u17 Indonesia Dava Yunna menghalau bola saat laga ketiga babak penyisihan Grup A ASEAN U17 Championship 2026 melawan Vietnam yang berakhir dengan skor 0-0 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (19/4/2026) malam.KOMPAS.COM/SUCI RAHAYU Pemain timnas u17 Indonesia Dava Yunna menghalau bola saat laga ketiga babak penyisihan Grup A ASEAN U17 Championship 2026 melawan Vietnam yang berakhir dengan skor 0-0 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (19/4/2026) malam.

Matangkan Taktik

Tak ketinggalan, Kurniawan juga mematangkan taktik dan strategi untuk bisa bersaing di Piala Asia U17 2026.

Hal ini menjadi penting mengingat lawan-lawan Indonesia di Grup B merupakan negara-negara yang merupakan kekuatan sepak bola Asia, yakni Jepang, China, dan Qatar.

"Untuk persiapan sendiri, kami coba beberapa hari ini untuk melakukan taktik tim karena kami tahu lawan di Piala Asia punya strategi dan gaya yang berbeda-beda," ujar Kurniawan.

Baca juga: Juventus Incar Ardon Jashari, Manfaatkan Situasi Sulit Sang Gelandang di AC Milan

"Jadi, kami benar-benar ingin menerapkan counter tactical melawan mereka. Kemudian pemain mana yang segeranya pas untuk tactical tersebut," jelasnya.

Tak ketinggalan, Kurniawan juga memfokuskan para pemain untuk memperbaiki penyelesaian akhir.

Dia tak ingin kejadian di Piala AFF U17 2026 berulang di mana skuad Garuda Asia kesulitan untuk membobol gawang lawan.

"Termasuk juga masalah finishing, karena terutama di pertandingan pertama dan kedua, kita banyak peluang tapi tidak terjadi gol," jelas pelatih 49 tahun itu. 

Tag:  #fokus #evaluasi #timnas #indonesia #jelang #piala #asia #2026

KOMENTAR