Drama VAR Laga Atletico vs Arsenal, Simeone dan Arteta Beda Pendapat soal Penalti
Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, memeluk pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, sebelum laga leg pertama semifinal Liga Champions antara Atletico Madrid dan Arsenal di stadion Metropolitano di Madrid pada 29 April 2026.(AFP/JAVIER SORIANO)
13:17
30 April 2026

Drama VAR Laga Atletico vs Arsenal, Simeone dan Arteta Beda Pendapat soal Penalti

Pertandingan leg pertama semifinal Liga Champions 2025-2026 yang mempertemukan Atletico vs Arsenal berakhir dengan skor 1-1.

Duel Atletico vs Arsenal berlangsung di Stadion Metropolitano pada Rabu (29/4/2026) atau Kamis dini hari WIB.

Hasil imbang ini menyisakan ketegangan tinggi setelah kedua manajer, Diego Simeone dan Mikel Arteta, menunjukkan perbedaan pandangan yang tajam terkait sejumlah keputusan penalti.

Pertandingan sengit Atletico vs Arsenal diwarnai oleh intervensi teknologi yang krusial.

Meski kedua tim berhasil mencetak gol melalui titik putih, drama mengenai penganuliran penalti kedua bagi tim tamu menjadi pusat perhatian utama selepas peluit panjang dibunyikan di markas Atletico Madrid.

Baca juga: Steven Gerrard Sebut Cara Arsenal untuk Kalahkan Atletico Madrid

Arsenal sempat memimpin lebih dulu pada penghujung babak pertama melalui Viktor Gyokeres.

Penyerang tersebut dijatuhkan di dalam kotak terlarang oleh bek David Hancko, yang kemudian berbuah hukuman penalti.

Memasuki babak kedua, giliran tuan rumah yang mendapatkan kesempatan serupa setelah tendangan Marcos Llorente mengenai tangan Ben White.

Julian Alvarez yang maju sebagai eksekutor sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Kontroversi memuncak saat wasit asal Belanda, Danny Makkelie, sempat menunjuk titik putih untuk kedua kalinya bagi The Gunners setelah Eberechi Eze terjatuh akibat kontak dengan Hancko.

Namun, setelah melakukan peninjauan ulang melalui layar VAR, sang pengadil memutuskan untuk membatalkan keputusan tersebut.

Kritik Tajam Diego Simeone

Baca juga: Injak Logo Atletico, Bek Arsenal Ben White Bersitegang dengan Diego Simeone

Berbicara mengenai jalannya kompetisi UEFA Champions League tersebut, pelatih tuan rumah mengekspresikan ketidakpuasannya terhadap keputusan penalti pertama yang didapatkan lawan.

Penyerang Atletico Madrid, Antoine Griezmann, terpilih menjadi Pemain Terbaik alias Man of the Match bagi laga Atletico Madrid vs Arsenal. Bertanding di Stadion Metropolitano, Madrid, Kamis (30/4/2026) dini hari WIB, hasil Atletico Madrid vs Arsenal berakhir dengan skor 1-1.AFP/THOMAS COEX Penyerang Atletico Madrid, Antoine Griezmann, terpilih menjadi Pemain Terbaik alias Man of the Match bagi laga Atletico Madrid vs Arsenal. Bertanding di Stadion Metropolitano, Madrid, Kamis (30/4/2026) dini hari WIB, hasil Atletico Madrid vs Arsenal berakhir dengan skor 1-1.

Ia menilai bahwa kontak yang terjadi terlalu minim untuk sebuah laga di level setinggi ini.

"Menurut pendapat saya , penalti pertama melibatkan kontak dari belakang, pemain tersebut mengantisipasi kontak dan terjatuh," jelas Simeone dikutip dari Metro UK.

"Di semifinal Liga Champions, Anda membutuhkan penalti yang benar-benar merupakan penalti."

Diego Simeone juga menyoroti peran teknologi dalam membantu wasit mengambil keputusan akhir selama jalannya laga.

"Wasit memahami bahwa itu memang pelanggaran. Pada kesempatan lain, berkat VAR, dia memahami bahwa itu adalah penalti karena awalnya bukan pelanggaran handball, dan kemudian, pada kesempatan kedua, juga berkat VAR, itu bukan penalti."

"VAR terkadang memberikan keuntungan dari keraguan dan terkadang juga mengambilnya," lanjutnya.

Kemarahan Mikel Arteta atas Keputusan VAR

Di sisi lain, juru taktik tim tamu tidak dapat menutupi kegusarannya. Ia menilai pelanggaran terhadap Eze sangat nyata dan tidak seharusnya dianulir meski telah dilakukan peninjauan berulang kali melalui tayangan ulang.

"Keputusan itu dan kemudian apa yang terjadi selama periode waktu tertentu. Wasit harus menontonnya 13 kali, itu lebih jelas dari itu," kata Arteta.

Baca juga: Atletico Madrid Vs Arsenal 1-1: Arteta Kecewa dengan Kinerja Wasit

"Itu tidak mungkin, dan ya, kami semua sangat marah karenanya," imbuh pelatih kelahiran Buenos Aires pada 28 April 1970.

Terkait atmosfer stadion dan reaksi staf pelatih lawan yang diduga memengaruhi wasit, sang manajer menegaskan bahwa integritas aturan harus tetap diutamakan di atas tekanan psikologis apa pun.

"Itu tidak ada hubungannya dengan itu. Saya yakin mereka sangat menyadari bagaimana reaksi yang akan terjadi."

"Reaksi itu normal, kita perlu menerapkan aturannya. Hal yang sama yang saya katakan, bahwa mereka menerapkan aturan pada penalti Ben White, itu sulit diterima, tetapi itu adalah penalti yang tercantum dalam buku panduan."

"Dan seperti yang mereka katakan di awal musim, pelanggaran Ebs jelas dan sangat kentara. Itu saja."

Tag:  #drama #laga #atletico #arsenal #simeone #arteta #beda #pendapat #soal #penalti

KOMENTAR