Arema FC Kalah, Suporter Protes Tuntut Singo Edan Berbenah
Pemain Arema FC Rio Fahmi duduk terdiam usai mengalami kekalahan pekan ke-31 Super League 2025-2026 saat melawan Persik Kediri yang berakhir dengan skor 3-2 di Stadion Gelora Joko Samudro Gresik, Minggu (3/5/2026) sore.(KOMPAS.COM/SUCI RAHAYU)
10:24
4 Mei 2026

Arema FC Kalah, Suporter Protes Tuntut Singo Edan Berbenah

- Arema FC mengalami kekalahan beruntun di Super League. Setelah dibabat Persebaya 0-4, Singo Edan kembali kalah kala bersua Persik Kediri.

Laga pekan ke-31 Super league 2025-2026 Persik Kediri vs Arema FC yang telah berlangsung di Stadion Gelora Joko Samudra Gresik, Minggu (3/5/2026) sore berujung dengan skor 3-2.

Sejak menit awal, Arema FC terlihat kesulitan menemukan ritme. Tiga gol yang bersarang ke gawang mereka di babak pertama menjadi bukti rapuhnya organisasi tim beralias Singo Edan.

Gol cepat dari pemain Persik Kediri Ernesto Gomez (8'), diikuti penyelesaian Telmo Castanheira (28') jadi pukulan telak Arema FC.

Singo Edan kian sulit bangkit setelah aksi individu Ernesto (43') mengoyak jala gawang Arema FC.

Baca juga: Hasil Persik Vs Arema FC 3-2: Gol Telat Walisson Maia Gagal Selamatkan Singo Edan 

Pelatih Arema FC Marcos Santos menilai situasi ini bukan hal baru, melainkan kelanjutan dari masalah sebelumnya.

“Sepertinya babak kedua dari laga klasik sebelumnya belum berakhir. Kami memasuki pertandingan ini dengan postur dan sikap yang sama seperti saat kami memasuki jeda pertandingan terakhir,” ujar pelatih asal Brasil itu menyinggung kekalahan sebelumnya dari Persebaya.

Di tengah situasi tertekan, ruang ganti menjadi titik balik. Teguran keras dari pelatih menjadi pemicu perubahan sikap pemain di babak kedua.

Pemain asing Arema FC, Wallison Maia, mengungkapkan bagaimana momen itu memengaruhi tim.

"Jadi pemain babak pertama belum siap. Jadi pas ruang ganti untuk masuk babak kedua, coach panggil marah. Karena kalau enggak marah kami pasti malu hari ini juga,” ujar pemain berposisi bek itu.

Baca juga: Aremania Datangi Kantor Arema FC Usai Kekalahan dari Persik, Tuntut Evaluasi Tim

Terbukti setelah kembali masuk ke lapangan di babak kedua, Arema FC tampil lebih agresif. 

Kebangkitan yang Terlambat

Arema bisa menipiskan skor melalui kerja sama lini sayap yang diselesaikan dengan baik oleh Dalberto Luan Belo (85').

Tidak lama berselang, sundulan Walison Maia (90+7') mengubah skor jadi 2-3, setelah melalui tinjauan VAR.

Namun, ketertinggalan tiga gol di babak pertama terlalu besar untuk dikejar Singo Edan.

Pemain Arema FC Dalberto Luan Belo saat mengontrol bola pada laga pekan ke-31 Super League 2025-2026 saaat melawan Persik Kediri yang berakhir dengan skor 3-2 di Stadion Gelora Joko Samudro Gresik, Minggu (3/5/2026) sore.KOMPAS.COM/SUCI RAHAYU Pemain Arema FC Dalberto Luan Belo saat mengontrol bola pada laga pekan ke-31 Super League 2025-2026 saaat melawan Persik Kediri yang berakhir dengan skor 3-2 di Stadion Gelora Joko Samudro Gresik, Minggu (3/5/2026) sore.

Kekalahan ini menempatkan Arema FC di posisi ke-11 klasemen sementara Super league 2025-2026 dengan perolehan 39 poin. Sedangkan Persik naik ke posisi ke-12 dengan 36 poin. 

Suara Kekecewaan dari Tribune ke Jalanan

Sementara itu hasil buruk ini memicu reaksi keras dari suporter Arema FC, Aremania. Usai laga berlangsung ratusan suporter mendatangi kantor Arema FC, Kandang Singa di Malang.

Mereka melakukan aksi pembakaran ban dan blokade jalan sebagai bentuk kekecewaan atas performa tim yang dinilai belum menunjukkan perbaikan.

Meski demikian, aksi berjalan relatif kondusif tanpa perusakan fasilitas. Hal ini mendapat perhatian dari manajemen yang turun langsung menemui suporter.

Baca juga: Jawab Tuntutan Aremania, Manajemen Arema FC Janji Evaluasi Total Tim Usai Kalah Derbi Jatim

Manajer Bisnis Arema, Munif Bagaskara Wakid menilai bahwa suporter memiliki hak untuk menyuarakan kekecewaan mereka. Ia juga menegaskan aksi tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap klub.

“Memang ada api, tapi saya kurang tahu ya, saya datang tadi sudah clear semua. Kayaknya yang dibakar ban sih, tapi enggak apa-apalah, ya wajarlah meluapkan emosi, tidak ada perusakan apa pun kok, jadi kami masih mewajarkan,” tutur pria yang biasa disapa Munif itu.

“Tetaplah mendukung klub ini sesuai cara yang baik dan benar. Kalian berhak untuk berkeluh kesah, kalian berhak untuk marah, kami juga wajib untuk berbenah,” imbuhnya.

Tekanan dari suporter menjadi sinyal kuat bahwa perubahan tidak bisa lagi ditunda. Manajemen menyadari bahwa evaluasi terhadap Arkhan Fikri dkk harus dilakukan secara lebih mendalam, bukan sekadar rutinitas setelah kekalahan.

Kantor Arema FC di Jalan Mayjen Panjahitan, Kecamatan Klojen, Kota Malang dipenuhi stiker protes atas kekalahan Arema FC Lawan Persik Kediri pada Minggu (3/5/2026) malam. KOMPAS.com/ PUTU AYU PRATAMA SUGIYO Kantor Arema FC di Jalan Mayjen Panjahitan, Kecamatan Klojen, Kota Malang dipenuhi stiker protes atas kekalahan Arema FC Lawan Persik Kediri pada Minggu (3/5/2026) malam.

“Itu hak untuk mereka untuk menuntut tim ini, karena mereka juga sudah meluangkan segalanya mulai dari segi materi, moral, waktu, tenaga, semuanya jadi layaklah untuk menyuarakan apa yang mereka rasakan,” ujar Munif Bagaskara Wakid.

Ia mengakui evaluasi sebenarnya selalu dilakukan, tetapi situasi saat ini menuntut pendekatan yang lebih serius.

“Tadi malam juga di locker room sudah evaluasi, besok nanti pas latihan akan evaluasi. Setiap kali kalah kami selalu evaluasi kok, kami enggak menutup mata. Tapi mungkin sekarang yang dituntut adalah evaluasinya lebih mendalam,” pungkasnya.

Tag:  #arema #kalah #suporter #protes #tuntut #singo #edan #berbenah

KOMENTAR