Vietnam Bangkit dari Kegagalan, Pengamat Nilai Pembinaan Jadi Kunci
- Keberhasilan Vietnam menembus Piala Dunia U17 2026 menjadi sorotan besar di kawasan Asia Tenggara.
Vietnam tampil sebagai wakil tunggal ASEAN di Piala Dunia U17 2026 nanti.
Pengamat sepak bola nasional, Gita Suwondo, menilai keberhasilan tersebut bukan sesuatu yang datang secara tiba-tiba.
Sebab Vietnam belajar banyak dari rentetan kegagalan yang dialami dalam beberapa tahun terakhir menjadi titik evaluasi besar bagi sepak bolanya.
Baca juga: Daftar Peserta Piala Dunia U17 2026: Juara Bertahan Tak Lolos, Vietnam Jadi Debutan
“Waktu timnas seniornya gagal di Piala Asia 2023 kalah dari Indonesia terus jadi juru kunci dan di kualifikasi Piala Dunia 2026 gagal di putaran kedua tidak masuk ke putaran ketiga," tutur pengamat yang biasa disapa Bung GAZ itu kepada KOMPAS.com.
"Kalah dari Indonesia juga 1-0 di GBK dan 3-0 di Hanoi yang menjadi rekor kekalahan mereka atas timnas Indonesia."
“Terus di piala Asia U23 kita lolos ke semifinal mereka gugur di babak penyisihan kan dari situ mereka belajar ada yang salah dengan pembinaannya, dari situ diperbaiki,” imbuhnya.
Naturalisasi dan Pembinaan Berjalan Seimbang
Langkah pembenahan itu kemudian terlihat dari cara Vietnam membangun timnas senior maupun kelompok usia.
“Kalau untuk senior mereka mengambil langkah seperti kita dengan menaturalisasi beberapa pemain, contohnya Rafaelson bawa Vietnam juara AFF 2024 dan sekarang ada 3 lagi pemain naturalisasi,” ujar Gita Suwondo.
Baca juga: Media Vietnam Puji Timnas U17 Indonesia Meski Gagal ke Piala Dunia U17 2026
Menurutnya, perbedaan utama Vietnam dengan beberapa negara lain ada pada keseimbangan antara naturalisasi dan pengembangan pemain muda lokal.
“Naturalisasi mereka kan jelas ada development yang mereka jalankan di liganya, di internal dan di lokal mereka serta ada tempat-tempat diisi pemain naturalisasi yang jumlahnya minim dibandingkan dari hasil didikannya,” sambungnya.
Vietnam dinilai tidak hanya fokus pada hasil instan. Tim juga membangun fondasi jangka panjang melalui tim usia muda sebagai generasi penerus timnas senior.
“Itu yang Vietnam perbaiki, kemudian jelas U23 cikal bakal tulang punggung timnas masa depannya diperbaiki," kata pengamat yang juga mantan jurnalis olahraga itu.
"Dengan hasil juga Piala AFF, SEA Games dan lolos sampai urutan ke-3 Piala Asia U23, terus akan banyak jadi cikal bakal untuk Piala AFF dan Piala Asia,” imbuhnya.
Pemain timnas u17 Vietnam selebrasi usai menjebol gawang Malaysia pada laga pertama babak penyisihan Grup A ASEAN U17 Championship 2026 yang berlangsung di Stadion Joko Samudro Gresik, Jawa Timur, Senin (13/4/2026) sore.
Bukti Nyata Hasil Pembinaan Vietnam
Sehingga, keberhasilan Vietnam lolos ke Piala Dunia U17 2026 menjadi bukti nyata hasil pembinaan tersebut.
Tim asuhan Cristiano Roland tampil impresif dengan menaklukkan Uni Emirat Arab 3-2 pada laga terakhir Grup C dan finis sebagai juara grup.
Vietnam bahkan menjadi satu-satunya wakil ASEAN yang berhasil bertahan di turnamen tersebut setelah Indonesia, Thailand, dan Myanmar gagal melangkah lebih jauh.
Bagi Gita Suwondo, mentalitas juga menjadi salah satu kekuatan sepak bola Vietnam. Ia melihat karakter pantang menyerah mereka terbentuk bukan hanya di sepak bola, tetapi juga dari sejarah panjang bangsa tersebut.
Baca juga: Piala Asia U17 2026: Sejarah Tercipta, Timnas U17 Vietnam Lolos ke Piala Dunia
“Saya pikir satu sisi dari pembinaan yang berhasil ada beberapa pemain naturalisasi yang jumlahnya sedikit sekali dan Vietnam kan bangsa yang selalu bangkit dari perang bisa mengalahkan Amerika dan itu terlihat dari cara mereka bermain sepak bola,” tutur pengamat sepak bola yang juga komentator Liga Belanda di KompasTV tersebut.
“Mereka sempat kalah, selalu bangkit bahkam kalau bisa dibilang diatas Thailand, Kemarin waktu di final SEA Games kan kebukti bisa membalikkan keadaan di kandang Thailand yang sangat di favoritkan,” pungkasnya.
Tag: #vietnam #bangkit #dari #kegagalan #pengamat #nilai #pembinaan #jadi #kunci