Benfica Bongkar Kunci Talenta Indonesia Tembus Eropa saat Gandeng Malut United
Benfica International Technical Coordinator, Davide da Rocha Gomes (kanan), bersama Dirk Soplanit sebagai Direktur Utama PT Maluku Maju Sejahtera, perusahaan induk Malut United, dan Lourenco dos Reis Ferreira sebagai Benfica International Business Manager pada acara pengumuman kerja sama klub Super League Malut United bersama SL Benfica di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, pada Jumat (15/5/2026).(KOMPAS.com/Firzie A. Idris)
22:14
15 Mei 2026

Benfica Bongkar Kunci Talenta Indonesia Tembus Eropa saat Gandeng Malut United

– Raksasa Liga Portugal, SL Benfica, menilai pengembangan sepak bola Indonesia membutuhkan proyek jangka panjang serta transfer ilmu yang konsisten agar pemain muda Tanah Air mampu menembus level Eropa.

Hal itu disampaikan Benfica International Technical Coordinator, Davide da Rocha Gomes, saat menjawab pertanyaan Kompas.com mengenai peluang pemain muda Indonesia mengikuti jejak talenta Amerika Latin yang berulang kali berkembang dan sukses di klub yang punya 38 gelar Liga Portugal tersebut.

Pernyataan itu disampaikan dalam pengumuman kerja sama antara Malut United dan Benfica di Stadion Gelora Kie Raha, Jumat (15/5/2026).

Dalam acara tersebut turut hadir Direktur Utama PT Maluku Maju Sejahtera, Dirk Soplanit, serta Benfica International Business Manager, Lourenco dos Reis Ferreira.

Baca juga: Kata Wakil Benfica Usai Resmikan Kerja Sama dengan Malut United FC

Benfica Soroti Pentingnya Transfer Ilmu

Davide mengakui pertanyaan mengenai jalan pemain Indonesia menuju Eropa bukan hal sederhana.

“Itu bukan pertanyaan mudah untuk dijawab. Bahkan, kami membicarakan hal ini secara seksama malam kemarin dan kami berjam-jam membahasnya,” ujar Davide.

"Apa yang tengah terjadi dan apa yang bisa kami lakukan untuk mengubahnya."

Sudut-sudut Stadion Gelora Kie Raha, di Ternate, pada Jumat (15/5/2026) menyambut kerja sama dengan raksasa Portugal, SL Benfica, jelang laga Super League 2025-2026 kontra Persita Tangerang.BOLASPORT.com/Dwi Widijatmiko Sudut-sudut Stadion Gelora Kie Raha, di Ternate, pada Jumat (15/5/2026) menyambut kerja sama dengan raksasa Portugal, SL Benfica, jelang laga Super League 2025-2026 kontra Persita Tangerang.

Menurut dia, Indonesia masih membutuhkan banyak pembenahan untuk bisa mencapai level kompetisi tertinggi dunia.

“Di masa lalu, Indonesia belum pernah lolos ke Piala Dunia jadi masih ada banyak pekerjaan untuk mencapai level kompetisi terbaik,” katanya.

Baca juga: Kunci Sukses Malut United Sudahi Paceklik dengan Cukur PSBS Biak 7-0

Davide menilai perkembangan pemain muda tidak bisa dilepaskan dari pertumbuhan klub, akademi, dan kualitas pembinaan.

“Klub-klub perlu bertumbuh, akademi perlu bertumbuh, harus ada transfer ilmu,” lanjutnya.

Proyek Jangka Panjang Jadi Kunci

Kerja sama antara Malut United dan Benfica disebut menjadi salah satu bentuk transfer pengetahuan yang diharapkan dapat mempercepat perkembangan sepak bola Indonesia.

“Ini contoh bagus bagaimana kami memulai transfer ilmu pengetahuan ini. Anda harus mencari tempat terbaik untuk mendapat pengetahuan terbaik agar bisa mengakselerasi proses tersebut,” ujar Davide.

Ia juga menyoroti tantangan geografis Indonesia yang memiliki ribuan pulau sehingga menyulitkan aspek logistik dan investasi dalam pembangunan sepak bola nasional.

“Ofisial dan federasi juga harus bergerak. Tentu di Indonesia tidak mudah dengan ribuan pulau tersebar, secara logistik dan investasi ada banyak kesulitan,” katanya.

Benfica Dorong Visi 20 hingga 30 Tahun

Davide menegaskan bahwa pengembangan sepak bola Indonesia membutuhkan visi jangka panjang yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

“Stakeholder utama harus mengembangkan proyek jangka panjang, 20 tahun dan 30 tahun. Setelah itu kita jalan langkah demi selangkah,” kata dia.

Kerja sama Malut United dan Benfica diharapkan menjadi bagian awal dari penguatan sistem pembinaan usia muda dan pengembangan sepak bola modern di Indonesia.

Malut United bakal menjalin kerja sama bersama SL Benfica untuk membangun akademi sepak bola di wilayah Timur Indonesia bertajuk Akademi Merah Putih.

Peserta Akademi Merah Putih adalah mereka yang berusia 7-9 tahun dengan prioritas anak-anak yatim piatu yang berada di wilayah Maluku Utara, disusul Maluku dan kemudian Papua.

Tag:  #benfica #bongkar #kunci #talenta #indonesia #tembus #eropa #saat #gandeng #malut #united

KOMENTAR