Jacksen F. Tiago Terpukau Talenta Sepak Bola Putri Surabaya di MLSC 2026
Persaingan MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Surabaya Seri 2 mencapai puncaknya di Lapangan Bogowonto dan Jala Krida, Minggu (17/5/2026).
Sebanyak 1.620 siswi dari 78 Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah di Surabaya ambil bagian dalam turnamen sepak bola putri kelompok usia (KU) 10 dan KU 12 tersebut.
Dua tim akhirnya keluar sebagai juara, yakni SDN Pacarkeling V/186 B di kategori KU 12 dan SDN Manukan Kulon di kategori KU 10.
Final KU 12 Berlangsung Dramatis
SDN Pacarkeling V/186 B dan SDN Manukan Kulon juara MLSC Surabaya 2026. Jacksen F. Tiago memuji potensi besar talenta sepak bola putri usia dini. [Dok. MLSC]Partai final KU 12 mempertemukan SDN Pacarkeling V/186 B melawan SDN Padurenan IV dalam duel sengit yang harus ditentukan lewat adu penalti.
Setelah bermain imbang 1-1 di waktu normal, SDN Pacarkeling V/186 B akhirnya menang 6-5 pada babak adu penalti.
Kemenangan ini terasa spesial karena menjadi ajang balas dendam setelah mereka kalah dari lawan yang sama pada seri sebelumnya.
Locita Waranggaini menjadi salah satu pemain kunci setelah mencetak gol penyeimbang sekaligus meraih penghargaan Best Player.
“Waktu tertinggal 0-1 saya tidak menyerah. Saya merasa masih aman karena waktu pertandingan masih banyak,” ujar Locita.
KU 10 Dihiasi Hujan Gol
SDN Pacarkeling V/186 B dan SDN Manukan Kulon juara MLSC Surabaya 2026. Jacksen F. Tiago memuji potensi besar talenta sepak bola putri usia dini. [Dok. MLSC]Sementara itu, final KU 10 antara SDN Manukan Kulon dan SDN Dr. Sutomo V/327 berlangsung tak kalah dramatis.
Kedua tim bermain imbang 3-3 hingga waktu normal berakhir sebelum SDN Manukan Kulon memastikan kemenangan 2-0 lewat adu penalti.
Keyvara Malayeka tampil gemilang lewat hattrick yang membantu timnya bangkit dari ketertinggalan.
“Tadi sempat tertinggal, tetapi pelatih meminta kami tidak menyerah dan terus mengejar gol sampai akhirnya berhasil,” kata Keyvara.
Jacksen F. Tiago Puji Talenta Surabaya
Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Jacksen F. Tiago, mengaku terkesan dengan kualitas permainan para peserta.
Menurutnya, Surabaya memiliki banyak talenta potensial yang bisa berkembang menjadi pemain level nasional jika mendapatkan pembinaan yang tepat.
“Kalau saya melihat individu-individu yang ada, begitu dikumpulkan menjadi satu tim dan dilatih dengan baik, mereka bisa bersaing dengan luar biasa,” ujar Jacksen.
Ia menegaskan MLSC bertujuan membangun ekosistem sepak bola putri Indonesia yang lebih matang dan terstruktur.
Nantinya, pemain-pemain terbaik akan mengikuti program Extra Training sebelum diseleksi menuju MilkLife Soccer Challenge All-Stars di Kudus.
Pembinaan Jadi Fokus Utama
Perwakilan Asprov PSSI Jawa Timur, Arief Anton Sujarwo, turut mengapresiasi konsistensi pembinaan sepak bola putri usia dini.
Menurutnya, peningkatan kualitas pelatih juga menjadi faktor penting untuk memajukan sepak bola wanita di Indonesia.
“Kalau kualitas pelatih bagus dan merata, sepak bola wanita akan semakin berkembang,” ujarnya.
Panitia pelaksana, Edi Supriyanto, berharap antusiasme peserta terus meningkat pada seri-seri berikutnya.
“Harapan saya pada seri pertama tahun depan jumlah peserta bisa terus bertambah,” kata Edi.
Tag: #jacksen #tiago #terpukau #talenta #sepak #bola #putri #surabaya #mlsc #2026