Comeback Epik Bawa Sunderland ke 10 Besar Liga Inggris, Lewati Chelsea
– Sunderland menunjukkan karakter pemenang ketika mereka bangkit dari ketinggalan dan mengalahkan Everton 3-1.
Markas Everton, Stadion Hill Dickinson, jadi panggung pertunjukkan semangat juang Sunderland.
Dalam laga pekan ke-37 Liga Inggris 2025-2026, Minggu (17/5/2026) Sunderland mendapat pukulan lebih dulu setelah mereka kemasukan gol Merlin Rohl (43’) di pengujung babak pertama.
Tembakan Rohl masuk setelah berubah arah karena menyentuh badan kapten Sunderland, Granit Xhaka.
“Babak pertama tidak buruk, tetapi seimbang. Kami memiliki bola tetapi tidak punya kemampuan untuk mengancam lini belakang mereka,” ujar pelatih Sunderland, Regis Le Bris dilansir dari situs resmi klub.
Baca juga: Hasil dan Klasemen Liga Inggris: MU Amankan Posisi 3, Spurs Perpanjang Harapan
“Kami kebobolan gol dari set-piece di fase kedua, itu agak sial.
“Kami sepakat di babak pertama bahwa kami perlu mengambil lebih banyak risiko untuk menemukan opsi lain,” tutur Le Bris.
Pukulan itu nyatanya tak membuat Sunderland KO. Tim tamu beralias The Black Cats bereaksi usai jeda babak
Kata-kata motivasi yang disuntikkan pelatih Regis Le Bris terbukti ampuh.
Keran gol The Black Cats dibuka oleh sang penyerang andalan, Brian Brobbey, pada menit ke-59.
Gol penyeimbang ini meruntuhkan kepercayaan diri Everton. Momentum beralih ke kubu Sunderland.
Pasukan Regis Le Bris pun membalikkan kedudukan pada menit ke-81 melalui aksi Enzo Le Fee, memanfaatkan operan tarik dari sisi kanan.
Skema serupa terulang dan berujung kepada gol ketiga Sunderland yang diciptakan Wilson Isidor. Gol Isidor pada menit ke-90+1 menyempurnakan kemenangan dan kisah kebangkitan The Black Cats di Hill Dickinson.
Baca juga: Sunderland Tampil Berani, Hentikan Tren Kemenangan Man United
Tercatat, Sunderland musim ini telah mengoleksi total 22 poin yang mereka dapatkan dari posisi tertinggal.
“Para pemain kami memiliki kekuatan dan kekuatan untuk bereaksi. Kami memiliki kepribadian yang kuat di ruang ganti, yang terkadang emosional.”
“Ketika Anda berada di lapangan, Anda membutuhkan karakter besar untuk tampil dan itulah yang terjadi hari ini.”
“Kami ingin mencapai sesuatu yang sedikit berbeda. Ini tentang standar dan kualitas pekerjaan setiap hari,” ucap Le Bris menjelaskan semangat juang timnya.
Selebrasi Wilson Isidor dalam laga pekan ke-37 Liga Inggris 2025-2026 Everton vs Sunderland di Stadion Hill Dickinson, Minggu (17/5/2026).
Efisiensi Jadi Kunci
Selain mental baja, Sunderland menunjukkan efektivitas luar biasa saat melawan Everton. Everton memang melepaskan tembakan lebih banyak (10 tembakan), empat di antaranya tepat sasaran.
Namun, efisiensi peluang jadi pembeda. Sunderland bermain jauh lebih mematikan. Dari total 8 tembakan, sebanyak 3 di antaranya mencapai target dan berujung gol.
Sunderland menutup laga sebagai tim yang lebih dominan dengan 53 persen penguasaan bola. Aliran bola dari lini tengah ke depan juga berjalan rapi dengan akurasi operan mencapai 84% dari total 373 umpan yang dilepaskan.
Kemenangan di markas Everton mengangkat Sunderland ke peringkat sembilan klasemen Liga Inggris. The Black Cats menuai 51 poin dari 37 laga.
Tutup Premier League dengan Hadapi Chelsea
Mereka satu tingkat di atas juara Piala Dunia Klub 2025 dan finalis Piala FA musim ini, Chelsea.
Chelsea pun akan jadi lawan terakhir Sunderland di Premier League 2025-2026. Laga Sunderland vs Chelsea dijadwalkan digelar di Stadium of Light pada Minggu (24/5/2026).
"(Chelsea) sekarang akan seperti final piala," kata Regis Le Bris.
“Mereka adalah salah satu tim terbaik di liga dan mungkin mereka sedikit kesulitan musim ini, tetapi mereka ingin berada di Eropa. Kami akan memiliki pola pikir underdog ini dan kami akan berjuang sampai akhir,” ucap sang pelatih asal Perancis tersebut.
Tag: #comeback #epik #bawa #sunderland #besar #liga #inggris #lewati #chelsea