Iran Tanggapi Proposal Perdamaian Terbaru AS, Siap Akhiri Perang?
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei.(Tasnim News Agency)
21:12
18 Mei 2026

Iran Tanggapi Proposal Perdamaian Terbaru AS, Siap Akhiri Perang?

- Iran mengatakan pada Senin (18/5/2026) bahwa mereka telah menanggapi proposal baru Amerika Serikat AS yang bertujuan untuk mengakhiri perang.

Tanggapan tersebut telah disampaikan ke pihak AS melalui komunikasi diplomatik yang masih terus berlanjut.

Meskipun menurut laporan media Iran tuntutan Washington digambarkan sebagai hal yang “berlebihan”.

"Seperti yang kami umumkan kemarin, kekhawatiran kami (terkait proposal) telah disampaikan kepada pihak Amerika," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baqaei dalam konferensi pers, dilansir AFP, Senin (18/5/2026).

Baca juga: Iran Serang Kelompok Penyelundup Senjata yang Didukung AS dan Israel


Dia menambahkan bahwa komunikasi "terus berlanjut melalui mediator Pakistan". Hal itu dilakukan untuk mencapai titik kesepakatan antara kedua belah pihak.

Baqaei membela tuntutan Iran, termasuk pembebasan aset Iran yang dibekukan di luar negeri dan pencabutan sanksi yang telah lama berlaku.

“Poin-poin yang diangkat tersebut merupakan tuntutan Iran yang telah diperjuangkan dengan tegas oleh tim negosiator Iran di setiap putaran perundingan,” katanya.

Dia juga membela tuntutan Iran agar AS membayar ganti rugi perang, dengan menyebut konflik tersebut sebagai “ilegal dan tidak berdasar”.

Baca juga: Disebut Bersiap Serang AS, Kuba Dilaporkan Borong 300 Drone dari Rusia dan Iran

Iran siap untuk segala kemungkinan

Pasukan Iran menembakkan rudal dalam latihan militer di Pantai Makran, Teluk Oman, dekat Selat Hormuz, 31 Desember 2022. Selat Hormuz kini menjadi titik konflik terbaru antara Iran dan Amerika Serikat.MILITER IRAN via AFP Pasukan Iran menembakkan rudal dalam latihan militer di Pantai Makran, Teluk Oman, dekat Selat Hormuz, 31 Desember 2022. Selat Hormuz kini menjadi titik konflik terbaru antara Iran dan Amerika Serikat.

Mengenai kemungkinan konfrontasi militer lainnya, Baqaei mengatakan Teheran sepenuhnya siap untuk segala kemungkinan.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump telah mengeluarkan peringatan baru kepada Iran pada Minggu (17/5/2026).

Menurutnya, Iran harus segera bergerak menuju kesepakatan perdamaian atau tidak akan ada yang tersisa dari mereka.

Baca juga: Cek Kosong dari Beijing: Perang Babak Dua Iran Tinggal Menunggu Waktu

Di hari yang sama, kantor berita Fars Iran mengatakan Washington telah mengajukan daftar lima poin.

Itu mencakup tuntutan agar Iran hanya mempertahankan satu situs nuklir yang beroperasi dan mentransfer persediaan uranium yang diperkaya tinggi ke AS.

Washington menolak untuk melepaskan, bahkan 25 persen, dari aset Iran yang dibekukan atau membayar ganti rugi atas kerusakan perang, menurut Fars.

Laporan itu mengatakan AS juga telah memperjelas bahwa mereka hanya akan menghentikan permusuhan ketika Teheran terlibat dalam negosiasi perdamaian formal.

Baca juga: Trump Ultimatum Iran: Segera Bertindak atau Tak Akan Ada Lagi yang Tersisa

Sementara itu, kantor berita Iran, Mehr, mengatakan "Amerika Serikat, tanpa menawarkan konsesi nyata, ingin mendapatkan konsesi yang gagal diperoleh selama perang, yang akan menyebabkan kebuntuan dalam negosiasi".

Dalam proposal sebelumnya, Iran menyerukan diakhirinya perang di semua lini, termasuk kampanye Israel di Lebanon, serta penghentian blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran.

Proposal itu juga menyerukan pencabutan semua sanksi AS terhadap Iran dan pembebasan aset-asetnya yang dibekukan di luar negeri.

Tag:  #iran #tanggapi #proposal #perdamaian #terbaru #siap #akhiri #perang

KOMENTAR